Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
kecemasan


__ADS_3

di seberang Albert yang baru saja mendapatkan telpon dari Aldrich, Bert tak mampu berkutik mendengar kabar bahwa Geof kecelakaan, dengan segera ia meninggalkan kerjaan yang ada di kantor dan menyuruh asistennya menghandle itu semua.


Bert mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai dirumahnya, hanya memakan waktu kurang lebih dua puluh menit Bert sampai karena hari ini untung nya nasib berpihak kepada nya sehingga tidak terhalangi oleh kemacetan.


memasuki rumah dengan terburu-buru berhasil mencuri pandangan Clara yang sedang bersantai duduk di sofa ruang tamu dengan menikmati rujak yang ia minta kepada mbok runi.


"apa ada yang ketinggalan?" tanya Clara saat Bert melewati ruang tamu, mendengar suara Clara membuat nya memberhentikan langkah lalu melirik ke arah sumber suara.


Bert yang bingung memberitahu Clara dari segi mana karena kondisi Clara yang sedang hamil muda,


Bert pun megantur nafasnya lalu duduk di sebelah Clara.


"what happened to you?" tanya Clara, ia bisa melihat bahwa pria yang ada di sebelah nya sedang kelihatan gelisah.


"hmm Clara" ujar bert menggenggam tangan Clara, semakin bingung dengan sikap Bert, ia hanya menjawab anggukan


"Geof mengalami kecelakaan dan sekarang dia koma" to the points Bert, membuat Clara yang hanya bergeming mendengar itu,


"hahahaha, itu tidak lucu untuk di buat bahan candaan dad" ujar Clara yang bisa di lihat wajahnya berubah pucat.


"aku sedang tidak bercanda, itu benar adanya aku baru mendapatkan telpon dari Aldrich dia tadi yang menangani Geof" jelas bert.


seperkian detiknya Bert langsung menarik Clara ke dalam pelukannya, ia tahu wanita di sebelah nya ini begitu shock,


"what happened to her? kenapa dia bisa kecelakaan? hiks...hiks.. kenapa?" ucap Clara menangis tersedu-sedu, ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan geof kini.


Clara begitu terpukul mendengar kejadian ini, karena Geof lah laki laki yang selalu setia menemani nya dari kecil hingga remaja saat di Marseille, geof selalu memberikan kasih sayang seorang ayah kepada Clara, ia tidak pernah membiarkan Clara merasakan apa itu terluka,


kehadiran Clara mampu membuat Geof yang dingin menjadi orang yang humoris di banding sahabat sahabat nya, hubungan yang sekedar hanya menganggap Clara sebagai adik nya, hubungan merasa semakin sempurna saat mommy Clara menikah dengan Daddy Geof.

__ADS_1


kabar pernikahan itu semakin membuat Clara dan Geof sangat bahagia karena kini mereka menjadi keluarga, kebahagiaan keluarga kecil itu tidak berlangsung lama, kehangatan keluarga itu sirna saat mommy dan Daddy mereka mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.


kini yang di punya hanyalah Geof ya walaupun ia memiliki sepupu dari keluarga mommy nya yang juga sangat sayang dengan Clara. saat kejadian itu Geof menjadi orang yang selalu berusaha memberikan apapun itu kepada Clara demi untuk melihat adik kesayangannya itu bahagia,


"kita harus ke Indonesia dad, aku ingin melihat kak Geof, ayo dad" pinta Clara yang masih meneteskan air mata nya


walaupun Bert agak ragu untuk membawa Clara untuk berjalan jauh, akhirnya Bert luluh dengan bujukan Clara.


Albert dan Clara berangkat dari Marseille pukul lima sore yang kemungkinan sampai di tujuan pukul sebelas pagi besok, perjalanan Marseille ke Indonesia memakan waktu kurang lebih sembilan belas jam.


***


"apa aku boleh menjenguk nya dok" pinta Winda yang masih berada dirumah sakit.


"masuklah" jawab Al yang memberi izin, lalu meninggalkan Winda berdua dengan Geof. karena saat sudah mendengar keadaan geof mau tidak mau cici harus kembali ke kantor,


"Hay pria aneh, setiap kau bertemu dengan ku sejak pertama kali kau selalu membuat ku terkejut dengan segala tindakan mu, kau selalu memberikan kejutan di setiap moment kita bertemu dan untuk kesekian kali nya kau memberikan kejutan ini yang berhasil membuat ku merasa bersalah, kau berhasil menguras emosional ku, air mata ku, Bangun lah apa kau tidak mau mengejek ku kini aku sedang menangis di hadapan mu" ujar Winda dengan meneteskan cairan bening yang sembari tadi ia tahan. ia merasa bersalah melihat keadaan yang menimpa Geof.


sudah puas mencurahkan isi hatinya Winda hanya menatap pria yang terbaring lemah di atas brankar dengan di penuhi alat medis di seluruh bagian tubuhnya.


"Tuhan apakah engkau ingin menguji ku lagi? atau memberi pertanda bahwa orang yang dekat dengan ku akan selalu di takdir kan untuk pergi?" gumam nya membelai lembut wajah Geof .


Winda yang merasa lelah akhirnya tertidur di samping Geof dengan menggenggam tangan pria itu.


.


.


.

__ADS_1


.


"kemana Winda kenapa dari tadi ia tidak pulang kemari?" tanya kenric Kepada Cici yang baru saja pulang, dia merasa cemas dengan keadaan Winda.


"Winda dirumah sakit pa!" seru Cici.


"apa! Winda sakit apa? kenapa nggak ada yang beritahu papa" ucap kenric terkejut.


"Winda nggak sakit pa dia baik baik saja" jawab Cici membuat kenric merasa lega.


"terus ngapain dia dirumah sakit?"


Cici pun menceritakan semua kejadian tadi pagi yang menimpa Geof dan Winda,


***


sesampainya di Indonesia, tanpa merasakan apa itu lelah, mereka Bert dan Clara langsung menuju rumah sakit keluarga Danendra,


saat memasuki rumah sakit, Albert mendapatkan sambutan hangat dari karyawan rumah sakit, ada yang bertanya tanya siapakah wanita cantik di sebelah Bert.


"siapa wanita cantik yang beruntung itu?". ujar suster berbisik bisik dengan yang lain nya.


"dan tuan Bert juga beruntung mendapatkan wanita secantik nona itu" lanjut mereka yang samar sama terdengar oleh Clara, Clara yang mendengar itu pun hanya menampilkan senyuman manis.


"dimana ruangan kak Geof?" tanya Clara yang tidak sabaran.


"di lantai 10, apa mau naik tangga atau naik lift?" tanya Bert yang masih mengajak bercanda di situasi seperti ini.


"dad!" Clara melotot kan mata nya

__ADS_1


mendapat kan. tatapan itu Bert hanya mengaruk kepalanya Yang tidak gatal,


__ADS_2