Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
pelita hari


__ADS_3

di toko eskrim Cilla yang memasuki toko dengan menggandeng tangan Elard dan alisya layak nya seperti keluarga bahagia.


"mau eskrim rasa apa sayang?" ujar Elard berjongkok bertanya ke arah Cilla yang asik menatap warna warni eskrim.


"Cilla" ucap lili menarik pipi chubby Cilla yang gemes melihat wajah bocah itu.


"kalau kau sudah tidak menginginkan eskrim lagi yasudah kita pulang saja, ayok tuan!" lanjut lili yang menahan tawa dengan refleks menarik tangan Elard.


tidak ada reaksi Elard hanya terdiam dengan apa yang di lakukan oleh lili adik nya Cici.


Yak, Elard yang hangat dan baik yang selalu mengembangkan senyum ramah nya kepada setiap orang termasuk wanita saat ia temui.


Tapi semenjak kejadian beberapa tahun silam yang membuat sifat itu berubah drastis menjadi Elard yang tidak suka mengurusi urusan orang lain, tidak suka menebar senyuman nya kecuali untuk anak kecil yang selalu membuat hari hari nya lebih berwarna. benar yaitu Cilla, bocah kecil yang selalu di bilang anak nya oleh orang lain. Elard pun bingung kenapa anak itu memiliki wajah yang hampir mirip dengan nya bukan hampir lagi tapi benar benar mirip ketika di tatap dengan seksama.


"aaaa om El" rengek Cilla menarik tangan nya.


"mau eskrim" pinta nya dengan wajah yang memelas seperti anak kucing..


"ya ampun wajah mu sangat lucu sayang itu menggemaskan" kata lili menarik pipi nya Cilla


"sakit bican" rengek Cilla dengan mata berkaca-kaca,


"ayo sayang" ujar Elard mengendong Cilla dan membawa nya duduk di kursi yang berbentuk permen.


"mau rasa apa?" tanya nya kepada Cilla.


"hmmm rasa coklat" jawab Cilla antusias.


"dan kau?" tanya Elard beralih ke lili yang sembari tadi tersenyum menatap anak kecil di depan nya.

__ADS_1


"a-aku eee vanila saja" jawab lili sedikit gugup.


beberapa jam berlalu kini mereka bertiga telah selesai menikmati eskrim, saat nya pulang.


Cilla yang bersemangat untuk pulang karena ingin menyambut mommy baru nya,


perjalanan yang singkat, bisa di bilang toko eskrim itu ada di luar kompleks elite itu.


"Cilla jangan lari nanti terjatuh" ucap lili sedikit berteriak.


"tidak,aku tidak akan terjatuh bican" jawab nya dengan suara imut nya.


"kau ini selalu saja membuat ku gemas Cilla, aku akan mengejar mu awas lari ya!" teriak Elard yang mulai memperbesar langkah nya untuk mengejar pelita harinya.


"aaaa!!" teriak Cilla sambil tertawa lepas berlari.


hari itu hari bahagia bagi semua orang, bukan saja pengantin baru itu yang akan menempuh hidup barunya tetapi juga aldrich yang semakin dekat dengan dokter celsie, Winda yang terus di kerjai oleh geof yang akan menambah kedekatan itu.


kita skip dulu,,, nanti kita bakal mengikuti perjalanan hidup serta cinta Clara ya!🥰


pasti penasaran kan siapa anak yang Clara kandung?, siapa ayah nya? mengapa itu bisa terjadi?...hmm tahan dulu penasarannya kita bakal menceritakan kisah nya satu persatu agar tidak membingungkan dan akan menguak misteri kehidupan mereka.


hehehehe sabar yaa reader ter-sayang🥰🥰🤗"*


🌚🌚🌚


"kejar aku kalo bisa wekk" ujar Cilla bahagia menjulurkan lidahnya ke arah Elard.


"awas ya kalau dapat om gigit pipi nya, hahahaha"

__ADS_1


"lari Cilla,, sini sayang sini jangan sampai om El dapatin kamu" sorak alisya.


bulan yang cerah bintang yang berkelap-kelip yang menemani bulan menyinari bumi kala itu, angin malam yang sepoy sepoy semakin menambah kesempurnaan kebahagiaan Cilla, balita kesayangan keluarga Danendra malam itu.


"hahahaha" ketawa bahagia Cilla sambil berlari mengelak dari tangkapan Elard, betapa senang Elard melihat pelita nya malam ini tidak kalah bercahaya dari bulan.


Sakin bahagia nya berlari lari Cilla tidak melihat sekeliling nya, apa yang akan datang menemui dirinya.


"awas Cilla" teriak Elard dan alisya kompak memanggil Cilla..


brukk


"awww" ringis Cilla kesakitan karena siku nya terluka.


Cilla yang berlari lari tanpa melihat siapa yang ia tabrak membuat dirinya terpental ke belakang, untung orang tidak kendaraan yang akan membuat sebuah bogem mendarat di wajah tampan Elard.


"kau tidak apa-apa nak?" tanya wanita yang Cilla tabrak tidak keras tidak lembut suaranya.


berjongkok, meraih wajah bocah perempuan tersebut


sretttt


saat menyentuh tangan nya seolah ada aliran listrik yang menjalar di tubuhnya.


"apa ini?" gumam wanita itu, yang masih setia memperhatikan mata Cilla dengan dalam.


hyy reader TBCP😍


author pribadi minta maaf karena up nya GK beraturan dan kali ini up nya sedikit...

__ADS_1


tapi eh tapi ni terimakasih buat reader yang masih setia membaca karya aku🥰🤗 agar aku semakin semangat jangan lupa tinggalkan jejak ya, seperti like,komen, vote, dan Jangan lupa tekan tombol favorit yaa🙏🥰🥰


__ADS_2