Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
kebencian yang telah membara


__ADS_3

Di seberang...


laki laki paruh baya sedang duduk di kursi kebesarannya dengan satu kaki berada di atas satu kakinya yang satu lagi yang sedang sibuk dengan sebatang rokok. pria paruh baya itu sangat tegas, disipilin, teguh pendirian dan keras. Dia ditakuti oleh rekan bisnis nya termasuk para pekerja yang bekerja dengan pria, sungguh ia orang yang sangat berpengaruh karena baginya bisa menguasai orang cukup memberikan uang, semua bisa di beli oleh uang dan uang.


semenjak kematian sang istri tercinta dirinya tidak mempunyai hati, belah kasih terhadap orang lain termasuk anak kandung nya sendiri. dulu dia sangat baik hati, ramah, tidak pernah memandang seseorang dari kekayaan dan lihat kini pria itu sungguh berubah drastis yang membuat nya pria Terang menjadi gelap mungkin itulah yang ia rasakan kini semenjak kehilangan sang istri hidup nya tak berarti.


ia berjanji kepada dirinya sendiri akan membalas dendam kepada orang yang telah membuat istri nya pergi meninggalkan dia dan buah cintanya.


"bagaimana apakah sesuai instruksi yang ku berikan kepada mu" ujarnya dengan menatap sang asisten kepercayaan yang sudah melayani nya berpuluh tahun lamanya.


"sudah tuan, dia sudah masuk dalam perangkap, kita hanya menunggu beberapa saat lagi" jawab nya menyakinkan sang majikan yang ia anggap seperti Kakak nya itu.


"baguss Joe" ujar nya kemudian dengan senyum merkah


***


diruang kerja yang berada di rumah yang minimalis itu Joe sang kepercayaan pria paruh baya itu sedang stress memikirkan rencana yang di berikan majikan nya untuk sang menantu.


"bang!!" panggil sang istri melambai lambai kan tangan nya di hadapan sang suami yang dari tadi tidak menjawab ketika di tegur.


"i- iya ada apa sayang" Jawab nya berusaha untuk senyum walaupun sebenarnya pikiran sangat kacau.


"apa kau tidak ingin berbagi dengan ku" ujar nya duduk di meja kerja Joe.


"sebegitu berat beban pikiran itukah?" lanjut nya berusaha merayu sang suami agar memberi tau nya apa yang sedang menganggu pikiran nya itu yang membuat beberapa hari ini pola makannya tidak teratur.

__ADS_1


sang suami yang mengerti maksud istrinya, ia memang tak pernah bisa menyembunyikan apapun dari sang istri tercinta dan akhirnya menceritakan semua yang ada menganggu pikiran nya itu.


flashback off


malam itu Joe dan pria paruh baya itu tuan Raymond Pranda sedang rapat dengan salah satu klien nya di caffe yang ternama di negara Malaysia itu, beberapa jam membahas kerja sama mereka. rapat itu pun Selesai, kini tinggal lah mereka berdua yang terlihat sangat berbicara dengan serius.


"kini sudah waktunya aku membalas perbuatan anak itu" ujar tuan Raymond sambil meneguk kopi hangat yang ada di hadapannya.


"apa yang harus aku lakukan tuan?" tanya Joe penasaran.


"aku mau kau membuat nya hancur dengan apa yang ia miliki kini bagaimana pun caranya kalau bisa buat dia seperti istri ku" ujar pria paruh baya itu dengan mengepalkan tangannya.


di mana bayangan malam itu masih teringat jelas sang istri berlumuran darah dengan kata kata terbata bata


itulah kata-kata terakhir yang keluar dari mulut sang istri, tanpa sadar pria itu menitikkan cairan bening di wajah keriput nya itu.


"tuan apakah anda baik baik saja" tegur jeo, satu pihak ia merasa ragu menjalankan tugas itu ia merasa bukan laki-laki yang dituduhkan itu yang membunuh. tapi melihat tuan begitu prihatin atas penderitaan yang berpuluh-puluh tahun ini ia rasakan.


"aku baik, tapi kau mengerti maksud ku bukan jeo" lanjut nya tegas yang di jawab anggukan oleh sang asisten.


flashback on


*****


.

__ADS_1


.


.


Raymond yang tiba dirumah nya langsung menuju kamar sang anak tercinta.


"maaf kan ayah ren, ayah tidak ikhlas " ujar pria paruh baya itu saat berdiri di pintu kamar melihat sang anak terdiam dengan pandangan kosong.


sungguh hancur yang ia rasakan keluarga yang dulu harmonis penuh keceriaan sang anak tercinta kini seperti kuburan, terkadang feren menangis bahkan berteriak histeris.


"kembali kan anakku" teriakan histeris membuat Raymond sang ayah semakin terpukul.


bertahun lamanya ia melihat feren menderita karena kehilangan sang buah hati, membuat nya stres tidak Isa menerima itu, sudah 24 tahun ini ia selalu mengganti psikiater untuk menyembuhkan sang anak tercinta tapi itu semua gagal hanya ada satu kemungkinan untuk ia sembuh yaitu bertemu kepada sang buah hatinya.


beberapa jam ia berdiri di depan pintu feren menyaksikan dia bercerita, mendongeng kayak nya kepada sang buah hati, kadang menangis berteriak. itulah yang terdengar di rumah yang megah itu,


semakin feren menderita semakin benci Raymond kepada pria itu yang sudah membuat keluarga nya hancur begini.


"sudah cukup aku menjauh kan mu dari anak mu feren aku berjanji akan membawa anak mu kembali, sungguh aku tak sanggup lagi melihat ini,,, tapi satu hal aku tidak akan memaafkan pria itu" ujar nya dengan menitik kan air mata yang sudah terjun tak tertahankan,


setelah puas melihat keadaan putri nya ia memutuskan untuk kembali ke kamar,


"pasti cucu ku kini sudah tumbuh dewasa menjadi wanita cantik usia nya cukup matang 24 tahun"


ujar nya di sela sela menuju kamar yang tak terlalu jauh dari kamar feren.

__ADS_1


__ADS_2