Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
cuti


__ADS_3

sementara di kediaman Geof.


Winda sedang sibuk mengurus Geof yang sedang sakit sudah beberapa hari ini, Geof yang sangat membenci aroma rumah sakit memutuskan untuk di rawat di rumah nya saja dan di urus oleh pengasuh pribadi nya, yaitu Winda.


"Aaak" ujar Winda berusaha membujuk Geof untuk membuka mulutnya.


Geof yang sangat susah makan. dia hanya di bantu oleh infus.


"aku sudah kenyang". tolak Geof mendorong mangkok yang berisi bubur ayam yang di buat oleh winda.


"ha kenyang? baru juga 3 suap , kenyang apaan tu". jawab Winda menatap pria yang ada di hadapannya.


Geof hanya demam biasa, tapi akibat kelelahan banyak nya pekerjaan membuat nya stress, itu semakin membuat Geof drop.


"jangan paksa aku, aku mohon". pinta Geof tak bertenaga.


"eeee 3 sendok aja lagi deh, setelah itu sudah. Ayolah bayi gedek ku". tutur Winda seperti ingin menyuapi anak kecil makan,


membuat Geof menggeleng seraya melengkung kan senyuman nya,


"yeyy karena anda telah tersenyum anda harus makan 3 sendok bubur enak ini". ucap Winda sambil menyodorkan sesendok bubur.


mau tidak mau dengan terpaksa Geof memakan nya, ya walau membuat nya geram harus setiap hari memakan bubur.


di sisi lain.


Bert mengambil cuti, agar bisa mengajak istri dan Cilla untuk pergi berlibur,


hangat nya sebuah keluarga adalah ketika sang suami lebih mengutamakan kebahagiaan keluarga nya dari pada pekerjaan nya.


ini lah yang di rasakan Cici setelah seminggu dirinya menikah baru kali ini ada kesempatan untuk refreshing dengan keluarga kecil nya, ya walau hanya sekedar di dekat daerah tempat tinggal mereka.


"kita mau kemana dad?". tanya Cilla yang sibuk melihat ke arah luar jendela mobil memperhatikan sekeliling jalanan raya.


"kemana pun kamu mau, kita akan ke sana". jawab Bert melirik anak nya dari spion mobil.


"hmm Cilla mau,,, mau ke kebun binatang. apakah boleh mommy?". ujar bocah perempuan itu girang.


kebahagiaan terlihat sangat jelas di wajah anak kecil yang sembari dulu tidak pernah merasakan kebahagiaan bersama keluarga nya.

__ADS_1


"tentu saja boleh, iya kan dad?". jawab nya langsung melirik ke sang suami.


mendengar kata dad dari Cici membuat Bert bersemangat, senyum manis selalu bermekaran di sepanjang jalan hingga sampai di tujuan yang di maksud.


"wow tempat besar ya dad?". ujar nya menatap Bert. Cilla yang posisinya di gendong oleh Bert,


"lihat dad, ada gajah". tunjuk Cilla di mana ada manusia menaiki gajah.


"apa kau mau naik gajah sayang?". tawar Bert kepada Cilla. tentu iya jawaban nya karena anak kecil yang pintar itu sangat suka yang menantang.


"coba ajak mommy mu, kalau dia tidak mau Daddy juga". bisik Bert di telinga Cilla. yang di jawab anggukan kepala.


"mommy Cilla yang cantik, mau kah naik gajah bersama kami?". Tutur lembut Cilla yang membuat Cici gemas tidak tega menolak permintaan malaikat lucu nya.


"mommy mau dad, ayo". bisik Cilla yang terdengar jelas oleh Cici.


Cici pun mengerti pasti ini keinginan Bert, menatap tajam ke arah suami nya, Bert yang hanya bisa menggeleng polos sambil mengalihkan pandangannya menatap Cilla yang asik bercerita tentang nama nama hewan yang ia lihat.


kali ini untuk kedua kali nya Cici menaiki gajah dengan orang yang berbeda, tidak dengan lili dan papa nya.


"eeeh". ujar Bert sedikit ngeri ketika menatap kebawah.


tidak lupa Cici mengabadikan momen langka tersebut dengan berfoto selfi dan memotret setiap kegiatan yang mereka lalui, bonus koleksi beberapa foto lucu dari ekspresi aneh Bert yang Cici Ambil tanpa sepengetahuan suaminya.


sempurna, itulah yang di rasakan Cici.


"terimakasih". ujar Cici sambil menatap dalam mata suaminya.


tersenyum tampan Bert pun menjawab "sama sama Beby". ujar nya dengan merangkul pinggang Cici dengan mesra.


tidak mengenal tempat, Cilla pun melihat orang-orang yang sedang menatap mommy dan Daddy nya yang sedang mabuk asmara.


"Daddy mau eskrim". pinta Cilla menarik kemeja yang di kenakan Bert.


"nanti kita lanjut kan di rumah ya Beby, cups". kata Bert berbisik sensual dan tidak lupa mendaratkan kecupan di pipi istrinya.


mendengar itu Cici melotot sempurna dan langsung merinding.


"tunggu lah disini biar Daddy yang mencari eskrim nya ya". lanjut Bert menatap putri kecil nya.

__ADS_1


"iyaa". jawab Cilla tersenyum manis.


dengan segera Bert melangkah kan kaki nya untuk mencari eskrim.


"hyy tuan Albert Danendra, apa kabar". sapa wanita seksi dengan nada centil nya.


mendengar nama nya di sebutkan, Bert pun melirik ke arah samping di mana asal suara itu.


"kau". kata Bert yang melihat manusia itu dengan tatapan mata yang tajam penuh kebencian.


"hyy sayang, bagaimana dirimu kini di saat sudah tidak ada aku bersama mu? apa kah kau bahagia?". Tutur wanita itu tanpa aba-aba langsung memeluk Bert.


Dengan cepat Bert mendorong wanita tak tahu malu itu dengan kasar.


"ouh kau kini sudah berani mendorong ku, sangat kasar". lanjut nya menunjuk dada bidang itu dengan telunjuk nya.


"kau sangat menjijikkan, ku kira kau sudah berubah atau bahkan mati di telan bumi". jawab Bert dengan nada dingin.


"mati?, ha-ha-ha aku tidak semudah itu mati, sebelum..." ucap wanita itu menggantung.


semakin geram dengan tingkah wanita yang ada di hadapannya itu, Bert meremas kuat pergelangan tangan wanita itu, yak wanita itu Angel.


"sebelum?". hardik Bert


"sebelum kau merasakan penderitaan ku selama ini, kau begitu kejam membuang ku sejauh mungkin, aku pergi tanpa uang sedikit pun dan tanpa belas kasih kau merenggut karir ku". teriak emosi angel yang semakin menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.


"dan dengan indah nya kehidupan mu, kini kau tertawa bahagia dengan istri serta anak, hmm entah anak kandung mu atau tidak, jangan jangan kau mendapatkan janda atau...". lanjut nya menatap sinis Bert


"terserah kau ingin berpikir apa tentang kehidupan ku, tapi satu hal yang perlu kau ingat, sempat kau melukai keluarga ku, istri dan anak ku. Maka aku akan membuat hidup mu lebih menderita dari ini". jawab Bert santai tapi penuh penekanan.


semakin panas, ucapan Bert berhasil membuat bara bara api itu kembali membesar, kebencian terhadap keluarga Bert semakin besar, dan ambisi untuk menghancurkan keluarga nya.


angel menanggapi perkataan Bert hanya tersenyum smirk.


"awww, aku sangat takut tuan, Jangan mengancam ku". ujar angel berpura pura takut di sambut tertawa setan.


hahahaha.


"suatu hari kau akan menyesal". ucapan terakhir Bert sebelum meninggal kan angel yang terdiam mendengar kan itu.

__ADS_1


menyesal? tidak,,, aku tidak akan menyesal. kehancuran kalian lah membuat ku bahagia, ha-ha-ha. kau sudah membuat hidup ku hancur dan ....., aku akan balas semua nya, tunggu lah( pikir Angel menatap punggung Bert yang mulai menghilang dari pandangan nya).


__ADS_2