Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
cetakan kue


__ADS_3

Cici yang baru saja bangun dari tidur siang nya memutuskan untuk segera mandi, mengingat sebentar lagi suami nya akan pulang.


drtt,,, drtt,,,


ponsel Cici bergetar pertanda ada pesan masuk, segera ia mengambil ponsel yang terletak di atas nakas samping tempat tidur, membuka notip tersebut ternyata dari Albert.


"sorry baby,, seperti nya hari ini aku tidak dapat pulang cepat". pesan singkat Bert tanpa basa-basi membuat cici malas mandi.


"iyahh tidak apa, jangan lupa makan nya". balas Cici.


saat mengetahui bahwa hari ini Bert pulang cepat membuat Cici bersemangat niat hati ingin mengajak Bert keluar entahlah ada rasa ingin menghabiskan waktu bersama dengan orang yang ia cintai,


setelah mendapat pesan singkat dari Bert membuat Cici sedikit menghela nafas sabar mungkin kini belum saat nya, dengan langkah berat diri nya berjalan dengan langkah malas menuju kamar mandi.


melepaskan semua pakaiannya, berjalan menuju shower melewati bathtub menurut ia mandi di bawah guyuran shower sangat lah menyenangkan lagian tidak akan membuang waktu seperti mandi di dalam bathtub.


saat Cici ingin menjangkau punggung nya untuk di beri sabun agak susah tapi tiba-tiba ada tangan kekar yang membantu nya, Cici terkejut dengan reflek memukul Bert dengan sampo.


tong..


"awww". ringis si empu


"Bert, kau?" tanya Cici heran, perasaan 15 menit yang lalu dirinya menerima pesan singkat dari Bert eh sekarang malah ada orang nya disini.


"awww sakit Beby, kau harus bertanggung jawab". rengek Bert berpura-pura sakit.


Cici yang tidak mengerti maksud Bert tanggung jawab seperti apa dia hanya menyerngitkan dahi nya.


"seperti ini". ucap bert langsung memutar tubuh Cici seperti semula


agar dirinya bisa memeluk tubuh seksi istri nya dari belakang.

__ADS_1


"mari bermain". lanjut Bert Sambil mengelus perut Cici dengan lembut perlahan-lahan kelembutan tangan kekar itu naik ke dua benda lembut yang sangat membuat Bert candu.


"a...akh Bert Janga..Nn". ucap Cici yang menerima sentuhan itu,


melihat itu Bert menyeringai, perlahan-lahan Bert menciumi tengkuk leher Cici, menjilati nya menggigit kecil sehingga memberikan tanda kepemilikan di sana, tangan kekar itu masih bermain indah di benda kenyal itu membuat si empu mengeluarkan suara yang bertanda mulai menikmati indahnya alunan permainan.


sentuhan yang lembut kini mulai menuntut, perlahan tangan kekar itu turun ke area sensitif membuat si empu menggeliat nikmat,


"ah-akh sayang hen-hentikan aku sudah se-selesai man-mandi". ujar Cici dengan menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang ia rasakan.


Bert tidak menghiraukan perkataan Cici, dirinya asik dengan aksi memabukkan nya.


"kau sudah basah kembali baby". ujar Bert senyum menang ketika ia merasakan tangan nya sudah basah di bawah sana,


mendengar itu Cici langsung memutar tubuh nya sehingga mereka berhadapan dan langsung menautkan bibir mereka, kini Cici yang memimpin


tangan lentik itu berusaha bergerak gerak membuat Bert menikmati alunan nya, seperti nya Cici yang sudah mulai lihai membuat Bert tidak sadar ketika kini dirinya sudah tak memakai sehelai benang pun.


Dengan penuh telaten Cici memainkan jemari jemari nya di dada bidang itu membuat si empu mengeluarkan suara membuat Cici menantang.


tautan liar yang mampu menyihir Bert melihat itu perlahan tangan lentik itu ke bawah sana mendekati mainan kekar nya meraba lembut membuat Bert lagi mengeluarkan desah*n nya, memberikan elusan manja membuat nya juga tumpah, panas semakin panas sensasi yang sudah menggebu membuat nya tidak bisa menahan lagi.


dengan cepat Bert mendorong wanita nya ke dinding, melihat Cici pasrah dirinya pun langsung melanjutkan aksinya sebelum ke puncak Bert membawa wanita nya terbang suara desah*n bercampur teriak nikmat menggema di kamar mandi itu di tambah air shower yang terus mengalir semakin menambah sensasi panas.


"akhh Bert.."


"huh Beby, akhh".


"lagi Bert terus akhhh, huh".


"cepat lakukan Bert aku sudah tidak tahan". teriak Cici sambil menjambak rambut bert.

__ADS_1


sudah beberapa kali wanita nya tumpah dan ini saatnya untuk langkah yang di tunggu ( bayangin aja sendiri kelanjutan nya).


...****************...


"mommy,,, sebental lagi ounty ara punya dedek bayi?" tanya cilla antusias kepada mommy nya


kini Cilla ingin tidur bersama mommy dan Daddy nya.


"Iyah sayang, Cilla akan punya adik". jawab Cici sambil mengelus pucuk kepala bocah ituh dengan lembut.


"yeeeee Cilla punya teman Daddy". sorak bahagia nya menatap ke Bert yang sedang mengerjakan pekerjaan nya.


"iyahh sayang, apa cilla mau punya adik lagi dari mommy?". tanya Bert sambil mengedipkan mata nya ke arah Cilla.


"mauu". jawab nya antuasias


"Yee Cilla punya adek lagi mommy". lanjut nya bahagia


bert beranjak dari duduknya berjalan mendekati di mana orang-orang kesayangan sedang berbaring.


"okeh sayang nanti Daddy cetak ya ". ujar Bert sambil terkekeh melihat wajah Cici yang kini mendengar kata cetak


"Lo kira plastisin main cetak aja". batin Cici menatap tajam kearah suami nya.


"berarti bisa di cetak kaya kue mom? okeh Daddy nanti cetak yang banyak ya biar rumah kita rame". ujar anak itu bahagia


"udah sayang ayo bobok udah malam". kilah Cici sambil menciumi kening cilla.


"Iyah sayang ayo bobok Daddy mau cetak adek". ucap nya membuat Cici menggeleng kepala,


mendengar ituh Cilla semangat untuk bobok pikir nya mungkin besok rumah nya akan ramai oleh dedek bayi.

__ADS_1


__ADS_2