Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
anggota baru


__ADS_3

terimakasih om" haru nya memeluk pria paruh baya yang masih terlihat sangat awet muda nan gagah di samping kanannya yang kini telah menjadi papa nya itu.


"tidak om tapi papa kau adalah putri ku, mengerti?"


"iya pa, aku mengerti" anggukan kepala oleh Winda pertanda mengerti.


ketiga makhluk ciptaan Tuhan itu berpelukan di bawah sinar rembulan malam yang menjadi saksi bahagia mereka.


kenric merasa keputusan nya kali ini benar, apa salahnya mengangkat anak yatim-piatu toh itu tidak akan merugikan dirinya, setiap orang berhak untuk merasakan bahagia mungkin dengan keputusan ini bisa membuat Winda lebih bahagia karena bisa merasakan hangatnya canda tawa berkumpul bersama keluarga.


perbincangan di antara mereka bertiga berlanjut hingga malam pukul 21.00 pm, sehingga Cici melupakan rencananya untuk dinner dengan Aldrich malam ini.


***


Di rumah sakit


Aldrich yang hendak bersiap siap untuk menjemput sang pujaan hati untuk menepati janjinya akan makan malam yang istimewa membuat kenangan terindah dengan meminta kejelasan tentang hubungan yang sudah di jalani selama ini kurang lebih hampir tiga bulan.


Berniat melamar Ciysa malam ini, Al tidak memikirkan hal yang akan membuat harapan nya pupus diterima syukur dan di tolak harus ikhlas. prinsip seorang Aldrich Danendra berani untuk mencintai harus berani untuk terluka. mencintai tak harus memiliki cinta adalah cinta yang ikhlas merelakan dirinya bahagia dengan siapapun itu asal orang yang di cintai selalu terlihat bahagia walau tak bersama kita kelak.


rencana yang telah di susun rapi kini gagal sebab Al mendapatkan telpon dari rumah sakit bahwasanya ada pasien yang harus di tangani segera oleh dirinya.


setelah mendapat kan telpon dengan segera Al menuju ke rumah sakit Dengan kecepatan di atas rata-rata.


sesampainya di sana Al berjalan dengan langkah besar menuju ruang IGD. Beberapa jam Aldrich sibuk berkutik dengan peralatan medis sehingga ia melupakan rencana dinner romantis yang sudah ia susun dari tadi siang.


"oh shitt" umpat Aldrin pasca melihat jam yang ada di dinding ruangan nya yang menunjukkan pukul 22.00 pm.


"pasti Cici kecewa dia akan marah besar, akh sial!" teriak Al kesal mengacak rambutnya dengan kasar.


***


"akh aku merasa sangat kenyang, semua makanan nya enak enak" ujar Winda memegang perutnya yang sudah membengkak.


"aku juga sangat kenyang" sambung Cici menyadarkan tubuh nya ke kursi yang ada di balkon tersebut.


"baiklah para tuan putri karena sudah kenyang mari kita masuk kedalam untuk beristirahat karena sudah malam udara sangat dingin" ujar kenric melirik ke arah Cici dan Winda secara bergantian.


"let's go" ujar Cici dan Winda kompak mengandeng lengan kenric menuju Ke dalam apartemen.


.


.

__ADS_1


.


.


" thanks ya ci buat semuanya kalau nggak ada Lo mungkin gue nggak bisa ngerasain kembali yang udah pernah hilang dan itu gue pikir nggak akan terjadi" ucap Winda yang duduk di bibir ranjang dengan menggenggam tangan Cici dengan mata berkaca-kaca.


"stststtsts, di dalam persahabatan nggak ada kata terimakasih dan minta maaf, okeh. Sekarang Lo udah jadi adik gue maka dari itu Lo harus nurut kata kakak Lo yang cantik ini" ujar Cici di sambut pelukan dan tawa oleh Winda.


"oh no!" teriak Cici ia mengingat sesuatu.


"what" Winda mendongak menatap wajah Cici dengan terkejut mendengar teriakkan Cici yang akan membuat gendang telinga nya pecah.


"hari ini malam ini gue ada rencana ma Al buat dinner, tapi kenapa dia nggak jemput gue ya?"


"mungkin Al sibuk dan dia lupa atau" kata Winda menggantung menatap cici dengan menyipitkan matanya.


"atau apa?" tanya Cici pemasaran


"atau dia tau kalau bokap Lo baru aja datang dan dia nggak mau ganggu waktu kangen- kangenan Lo, yakan? ya iyalah masa nggak"


perbincangan yang panjang di antara mereka di tambah dengan perdebatan kecil hingga mereka larut dalam mimpi nya masing-masing.


ya Winda nginap satu kamar dengan Cici, karena kamar tamu di huni oleh kenric.


***


usai sarapan mereka berpencar untuk menjalankan aktivitas masing-masing.


"Apa gue harus ke rumah sakit untuk nemuin Al ya?" gumam cici. ia memutuskan untuk menemui kekasih kontrak nya di rumah sakit di jam makan siang nanti.


.


.


.


.


"selamat siang ndan" ujar Winda menghampiri meja Cici.


"iya, selamat siang win" sahut Cici seraya menatap sesuatu yang ada di tangan Winda.


"buat siapa?" lanjut Cici.

__ADS_1


"buat anda" ujar Winda menyodorkan bucket bunga mawar merah nan elegan.



"hah? dari siapa?" tanya Cici menerima bunga cantik tersebut.


"nggak tau, tadi kurir yang ngasih, coba periksa mana tau ada surat di dalam situ" ide Winda menunjuk ke bunga yang di genggaman Cici.


" cieee hmm cieee,yaudah saya permisi dulu" lanjut menaik turun kan alis matanya kemudian meninggalkan Cici sendirian di ruangan nya.


memperhatikan sekeliling bunga akhirnya Cici mendapatkan surat kecil di dalam yang bertuliskan dear kekasih mu.


Cici dapat menebak kalau itu pasti dari Al, dengan hati berbunga-bunga secerah bunga mawar merah itu membuat Cici tidak bersabar untuk menemui Al .


"eits dalam rangka apa dia mengirim kan ini?" gumam cici bingung yang harus mendengar sendiri penjelasan semua ini dari Al.


.


.


.


.


terik matahari siang ini sangat lah berbeda membuat Cici memutuskan pergi ke rumah sakit dengan naik taksi.


sesampainya di rumah sakit, Cici menanyai Al dengan suster suster yang ada di sana. siapa yang tidak mengenal Al yang tampan, pemilik rumah sakit ini orang yang rendah hati, baik dan tidak membeda-bedakan orang lain.


siapa juga yang tidak mengetahui Cici di rumah sakit itu, semua orang yang bekerja di situ tau Cici adalah kekasih sang dokter tampan itu, hampir setiap hari Al membawa Cici untuk menemani nya dirumah sakit semenjak beberapa bulan ini.


berjalan dengan lenggak-lenggok nan anggun polwan itu menuju keruangan kekasih nya. tidak menemui Al di dalam ruangan Cici berinisiatif menanyakan nya kepada dokter dan kebetulan dokter celsie lah yang melintas di situ, yang selama ini tergila gila dengan Al.


"permisi dokter cantik" tegur Cici melihat dokter celsie melintas di hadapan nya.


"i-iya nona ci" jawab Celsie ramah ia memang sakit hati melihat kedekatan dan tau bahwa Cici menjalin hubungan dengan dokter yang ia cintai. toh apa mau di buat masalah hati tidak bisa di paksa, Celsie berusaha ikhlas dan menerina keadaan Walau pahit.


"dokter Al dimana ya?" tanya Cici sopan


"dokter Al ada di IGD di ujung sana nona" lanjut Celsie menunjuk ruang yabg di maksud dengan senyum ramah.


ingin rasanya Celsie egois untuk merebut Al tapi ia tidak ingin pekerjaan nya menjadi taruhan yang akan membuat dokter Al membenci dirinya dan bermain-main dengan seorang polisi itu akan membuat tamat riwayatnya.


"terimakasih dokter cantik"

__ADS_1


"sama sama nona" jawab nya langsung berlalu dari hadapan Cici.


__ADS_2