Terjerat Bayangan Cinta Polwan

Terjerat Bayangan Cinta Polwan
99,99%


__ADS_3

sudah seminggu berlalu akhirnya Cilla sudah sadar,kondisi Cilla yang semakin hari kian membaik membuat mereka semua sangat bahagia termasuk angel yang setiap hari selalu mamantau keadaan Cilla secara diam-diam. entah ada maksud lain atau tidak, tapi di naluri hati nya merasa bahagia mendengar kabar ini.


di balik kebahagiaan ini ada kabar yang mengejutkan yang masih dokter Al sembunyikan,


"permisi dok, ini hasil yang anda minta". ujar suster tersebut kepada Al sembari menyodorkan amplop yang di maksud.


"terimakasih". ucap Al seraya menerima amplop itu.


"kalau gitu saya permisi dulu dok". pamit suster tersebut yang di jawab anggukan kepala oleh Aldrich.


membuka amplop tersebut dan membacanya secara teliti, merasa tidak percaya dirinya hampir 3 kali membaca surat itu memastikan bahwa dirinya tidak salah lihat.


"bagaimana ini bisa terjadi? kenapa dia tidak memberitahu kami akan hal sebesar ini?". gumam menatap kosong ke arah pintu.


Di dalam ruangan Cilla.


Cici yang sibuk menyuapi cilla bubur di temani Bert, Elard, Geof dan Winda.


"ayo buka mulut nya sayang sedikit lagi habis". bujuk Cici yang sudah mulai melihat cilla yang geram akan bubur itu.


"mmm kalau habis om akan janji beli kan cilla gulali kapas yang banyak deh". ucap Elard kepada cilla yang hanya diam akibat trauma kecelakaan waktu itu.


menatap pupil mata Elard dengan penuh harap,


"be-benar kah? banyak?" tanya cilla yang tak lepas dari tatapan Elard.


melihat respon itu membuat Elard sangat bahagia, tatapan di mata polos itu mampu menghipnotis diriku, mata indah itu aku tidak ingin melihat kesedihan di matanya ya walau aku sadar aku bukan lah ayah kandung nya, tetapi cinta ku dan kasih sayang nya untuk nya sangat besar, pikir Elard mendekati Cilla dan menciumi kening bocah itu.


"tentu saja sayang apapun itu om akan belikan asal kan harus sembuh". jawab Elard menggenggam tangan mungil itu.


"Iyah Cilla akan habis kan dan cilla akan sembuh tapi om janji ya harus temani Cilla, Cilla takut nanti di tabrak mobil lagi, sakit om". pinta nya.


"Iyah sayang om janji, sekarang habis kan bubur nya". ujar Elard yang di jawab anggukan kepala oleh cilla.


"permisi". ujar Al yang baru saja datang untuk memeriksa keadaan Cilla.

__ADS_1


"semua nya baik beberapa hari lagi cilla bisa pulang, tapi kalau cilla malas makan dan minum obat cilla harus kembali ke sini". ujar Al menatap anak kecil itu yang sangat antusias mendengarkan penjelasan nya.


"iya om, cilla janji akan minum obat dan makan cilla GK mau disini bau obat". ujar cilla dengan polos membuat semua orang tersenyum gemas melihat cara cilla mengekpresikan yang ia rasakan.


"anak pintar". ujar Al mengelus rambut cilla.


"yasudah para pria dewasa nan tampan ini keluar dulu ingin mencari udara segar, Cilla di temani nyonya yang cantik-cantik ini dulu ya, sebentar kok". lanjut Al memberi kode mata kepada Bert, Geof dan Elard.


mereka pun mengerti maksud Al


"Cilla Daddy tinggal sama mommy dulu ya sayang". ucap Bert memberi kecupan manis di pipi chubby Cilla yang di Jawab anggukan kepala oleh nya.


di Kantin rumah sakit


Al dengan sengaja membawa sahabat dan saudara nya ke kantin untuk membicarakan hal penting.


"kok ke kantin? Lo lapar? gue kira lu mau bahas penting". oceh Geof.


"gue juga heran, gue pikir Lo mau omongin sesuatu yang urgent soalnya ekspresi wajah Lo noh seperti mau mati besok". sambung Elard.


"udah puas ngoceh nya tuan tuan?". ketus Al kesal.


"belum". jawab Elard dan Geof serempak.


"diam (bentak Bert memukul meja membuat semua kaget sontak terdiam) duduk,,, Al jelas kan sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan". lanjut nya menatap Al dengan serius.


hening sejenak


Al mengeluarkan amplop putih dari dalam jas putih dan meletakkan nya di atas meja


"apa ini". tanya Bert mengambil amplop itu dan membuka nya.


"bacalah setelah itu kau akan tahu". jawab Al santai sambil meneguk kopi hitam nya.


membaca secara perlahan-lahan, membuat dirinya terkejut bukan main.

__ADS_1


"99,99% Elard Michael adalah ayah biologis nya Cilla Danendra". gumam Bert tidak percaya yang terdengar jelas oleh Elard dan Geof


uhuuukkkkk


membuat Elard dan Geof tersedak


dengan cepat Elard merampas kertas yang di pegang oleh Bert dan membaca dengan teliti.


"ci-cilla anak kandung Ku? benar kah itu? ya Tuhan hadiah apa ini, ini hadiah sangat sangat membuat ku bahagia". ujar Elard sangat bahagia sehingga tanpa sadar menetes kan air mata bahagia.


"pantas saja wajah cilla mirip banget sama wajah Lo ternyata Lo ayah biologis nya". ujar Geof menatap wajah Elard.


"tapi sebentar, gue heran kenapa Lo selama ini GK tahu kalau Lo punya anak? dan kenapa Lo GK nyariin anak lo selama ini? dan Lo kenapa GK bilang sama kita kalau Lo udah punya anak?" pertanyaan yang bertubi-tubi di lontar oleh geof.


"eh lu bisa GK bertanya nya pelan pelan gue bingung mau Jawab dari mana". ketus Geof.


"yudah jelasin kenapa ini bisa terjadi". sela Bert.


"gue juga GK percaya cilla anak gue tapi ternyata dia anak kandung gue, tapi gue GK tahu siapa mommy nya perasaan setiap berhubungan selalu pakai pengaman". jelas Elard.


"coba ingat-ingat Lard 3 tahun silam lu berhubungan Ama siapa dan lu lupa pakai pengaman". sambung Al.


berpikir, mengingat ingat kembali kejadian 3 tahun yang lalu dengan siapa saja dirinya berhubungan.


hampir memakan waktu 1 jam berpikir keras akhirnya Elard mengingat 1 nama.


"angel". lirih Elard.


"angel". ujar mereka bertiga serempak.


"ya angel, kalian ingat tiga tahun yang lalu gue pernah di jebak sama dia di dalam apartemen dan melakukan yang seharusnya GK gue lakukan, tapi apalah daya kejantanan gue di uji man, dan disitu gue lupa pake pengaman apapun gue yakin itu anak gue Ama dia". jelas Elard panjang lebar.


mendengar itu membuat Elard semakin membenci angel, wanita yang rendah rela menjual harga diri nya demi kekayaan dan sekarang darah daging nya sendiri rela ia terlantar kan, pantas saja saat pertama kali aku melihat mata Cilla sangat familiar ternyata memang anak perempuan di masa Lalu ku. batin Bert Menggeram.


siapa sangka ada seseorang yang memata matai dan mendengar perbincangan itu tanpa mereka sadari sembari tadi.

__ADS_1


"jangan di sebarkan dulu tentang ini kita harus mencari bukti yang akurat tentang ini kita tidak boleh gegabah". sela Geof menatap satu persatu sahabat nya yang di Jawab anggukan kepala oleh mereka


__ADS_2