
pagi nan cerah
sang asisten kepercayaan yaitu Joe, sedang sibuk berbicara di telepon genggam nya yang mengarah kan anak buah nya yang telah dulu sampai di tanah kelahiran sang istri yaitu Indonesia untuk mencari keberadaan cucu dari tuan Raymond Pranda.
"kalian harus dapat informasi dimana nona muda sekarang" ujar nya tegas
"baik tuan kami akan melakukan semaksimal mungkin" jawab salah satu anak buah jeo di balik layar.
"kalau ada masalah hubungi aku segera" kata terakhir sebelum memutuskan teleponnya.
"kenapa hanya mencari yang satunya? sedangkan yang satunya tidak?" ucap istri jeo yang baru saja masuk ke kamar mendengar percakapan sang suami,
sang istri tau bahwa nyonya feren memiliki dua buah hati,
"karena kini mereka sudah terpisah" jawab jeo, sang istri yang mendengar itu hanya mengerutkan alisnya.
"ya satu bersama papa nya di London yang satu lagi Merantau ke Indonesia " lanjut nya mendapatkan anggukan tanda mengerti dari sang istri.
.
.
.
.
tuan paruh baya itu yang tidak lain tuan Raymond Pranda berada di kamar nya sembari meneguk kopi hangat yang ada di atas meja yang berada di sebelah kiri nya,
pria tua itu tampak termenung menatap kosong ke arah luar jendela memikirkan sesuatu sejak tadi entah memikirkan apa.
sesaat kemudian, handphone milik tuan Raymond berdering tanda panggilan masuk. pria paruh baya segera mengambil benda pipi bewarna hitam itu di atas meja di samping kirinya. Di layar handphone tertera nama joe, asisten kepercayaan nya dengan segera ia mengangkat telepon.
"bagaimana sudah ada kemajuan?" tanya tuan Raymond antusias, entah mengapa ada rasa begitu rindu ingin bertemu dengan sang cucu menjadi kebahagiaan yang tak terduga,
jeo mendengar perkataan majikan nya begitu Bingung menjawab apa tapi ia tidak ingin membohongi atau memberi harapan palsu pada pria tua itu
__ADS_1
"maaf tuan mereka baru sampai 2 jam yang lalu kini mereka masih mencari info tentang nona muda" ucap jeo
mendengar jeo membuat nya agak sedih, tetapi ada benarnya tidak mudah menemukan seseorang yang sudah lama berpisah,sudah 24 tahun, ia pun tak tau wajah sang cucu, apakah disana hidupnya layak? apakah makannya teratur? apa tinggal dirumah yang mewah? sungguh banyak pertanyaan yang di benak nya,,,
ada perasaan penyesalan di hati nya terhadap cucu cucu dan anak perempuan nya, karena keegoisan, sakit hati dan balas dendam membuat orang lain harus ikut menderita karena ulahnya sendiri ia tidak bermaksud untuk mengorbankan kebahagiaan anak dan cucunya tapi kehilangan sang istri membuat nya melupakan kebahagiaan orang sekitarnya.
pria paruh baya itu segera berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju kamar feren, ia ingin memberi kabar bahagia kepada anaknya agar feren kembali sembuh ketika mendengar kabar itu.
setiba di depan pintu kamar feren, ia ragu ingin menceritakan kabar itu takut hanya memberi harapan palsu, ia tepis keinginan itu dan memutar haluan nya untuk kembali ke kamar. saat ingin melangkah feren berteriak histeris yang membuat nya mengentikan langkah dan segera masuk ke kamar feren.
"kembali kan anakku, kenapa kalian merenggut bayi ku dia tidak bersalah". teriak feren melempar bantal ke sembarang arah.
"feren sayang, nak tenang... tenang sayang" usaha Raymond memenangkan feren.
"kembali kan anakku,,, ayah mereka mengambil bayi ku dari gendongan ku ayah" teriak nya penuh Isak tangis seraya tangganya bergaya layaknya mengendong bayi.
"ayah aku ingin kedua putri ku ayah, bawa dia kembali!!!" teriak semakin keras dengan menarik kemeja sang ayah.
sebagai sang ayah melihat anak nya begitu tersiksa tanpa ia sadari cairan bening yang membendung itu sudah tidak dapat di tahan yang akhirnya sudah terjun bebas di wajah keriput itu.
"feren berhenti lah, kau jangan menyiksa dirimu lagi nak" ucap ayah mengusap pucuk kepala feren.
"kalian merebut nya dari, apa salah ku hidup bahagia, kenapa kalian kejam pada ku" nangis nya semakin menjadi- jadi.
"cukupp!!" bentak Raymond.
"kenapa!!, kau telah merenggut bayi ku dan memisahkan ku dengan suamiku, apa kau tidak cukup membuat ku menderita, aku gila hidupku tak ada artinya, gara gara ke egoisan mu aku pun menderita apa ayah tau hari hari yang ku lewati begitu menyedihkan, untuk apa aku hidup menderita seperti ini lebih baik aku mati,,, ini semua karena keegoisan AYAH!!" teriak feren nangis sesenggukan.
plaakk!
sebuah tamparan keras mendarat di pipi perempuan stres itu.
Raymond begitu terkejut sedikit bahagia karena berpuluh-puluh tahun baru ini feren di ajak bicara merespon,. biasa nya hanya diam, menangis, teriak. Tapi lihat lah kini ia sudah bisa menjawab bahkan menjelaskan keadaan hati nya.
"ma-maaf kan ayah nak"ujar Raymond hendak memeluk anak nya itu tapi dengan cepat feren mendorong tubuh Raymond hingga mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"aku benci kalian!!! Jangan dekati aku, hiks hiks hiks" feren menangis , lalu tertawa
"hahahha apa kau ingin membunuh ku juga ayah?" tanyanya seraya menangis kembali.
Raymond begitu sesak melihat itu, ia memberanikan diri untuk memberi tahukan bahwa anak nya masih hidup, Raymond maju perlahan-lahan
"feren, anak mu masih hidup" ucap Raymond lembut
srettttt
perkataan ayah seolah membuat beban berat selama ini hilang, lalu feren menatap sang ayah untuk mencari kebenaran nya.
"anak mu masih hidup sayang, kedua putri mu baik baik saja" jelas ayah masih menitikkan air mata nya.
"benarkah" tanya feren tidak percaya yang di Jawab anggukan oleh sang ayah.
"anak ku masih hidup" lanjut nya dengan wajah berbinar-binar.
"iya sayang, anak mu masih hidup cucu ku masih hidup, maka dari itu kau harus sehat agar bisa bertemu dengan anak mu" jelas Raymond sambil mengelus rambut sang anak.
"ayah tidak berbohong" ucap feren memastikan di jawab gelengan.
"aku akan sembuh ayah,,, aku janji aku akan sembuh,, dimana anak-anak ku yah". tanya nya kembali.
"anak mu berada di Indonesia, mereka sedang mencari keberadaan nya, bersabar lah nak" ujar sang ayah di jawab anggukan oleh feren.
.
.
.
.
1 Minggu kemudian...
__ADS_1
Tuan Raymond Pranda yang di kenal sangat kaya ia menyewa psikiater dari luar negeri untuk bisa menyembuhkan buah cintanya, apapun ia lakukan untuk feren dan cucunya, ada perasaan bahagia yang tidak bisa di gambarkan ketika kondisi sang anak sudah MULAI membaik,
kini feren sudah mulai bisa merespon apa yang kita tanyakan, walau pun belum bisa melakukan apa apa , hanya butuh waktu untuk itu proses demi proses di lewati agar feren sembuh total