Terjerat Cinta Gadis Kecil

Terjerat Cinta Gadis Kecil
Ch. 33: Tetap di Sini


__ADS_3

Delon sibuk memijat kening dan pelipisnya sedari tadi. Rasa lelah tidak bisa disangkal lagi. Menjadi pengganti adik sepupunya di perusahaan membuat pria berambut cokelat keemasan itu nyaris gila lantaran banyak hal harus diurus dan terus menerus ditekan dari sang atasan.


Meski Delon memiliki hubungan keluarga dengan keluarga Pratama, tetapi Pak Bobi tidak pandang bulu. Pimpinan Pratama Group itu tetap akan memberikan tugas setumpuk sekalipun Delon seorang diri dan hanya dibantu satu sekretaris sementara. Bahkan, saking sibuknya, dia sampai tak sempat pulang ke apartemen dan tidur di ruang kerja.


Ponsel di meja bergetar, menandakan ada pesan masuk. Secara malas, Delon membukanya perlahan. Namun, baru beberapa detik dia membaca pesan yang ada, pria berjas cokelat itu buru-buru menyambar kunci mobil dan melangkah tergesa meninggalkan ruangan.


"Tuan El, mau ke mana?"


Pertanyaan dari sekretaris depan ruangannya terabaikan. Delon mendadak tuli dan serius berjalan ke depan. Kaki jenjang berbalut fantofel miliknya mengentak lantai dengan keras.


Selama menuju parkiran, Delon menyempatkan diri menghubungi pihak berwajib agar dapat bantuan. Dia berlari kecil meninggalkan lobi dan langsung memelesatkan mobil menuju titik lokasi yang didapatkannya pada pesan tadi.


"Ze, bertahanlah."

__ADS_1


Di waktu yang sama, si pengirim pesan yang tak lain adalah Zean, tengah berjuang mempertahankan diri dari buruan musuh. Pria itu berniat mengunjungi orang tuanya karena Sally telah senggang usai ujian. Namun, nasib kurang beruntung menghampiri.


Di perjalanan yang awalnya baik-baik saja, tiba-tiba Zean dibuat curiga saat memasuki perbatasan kota C. Dia merasa diikuti satu mobil dengan tiga orang di dalamnya.


Menyadari kondisi pasti tidak baik, Zean segera mengirim pesan pada Delon. Sementara itu, dia harus mengulur waktu dan membawa penguntit ke tempat sepi andai terjadi perkelahian.


"Kak, kok, ke sini? Ini ke mana?" Sally bertanya heran. Jelas dia hafal jalanan arah ke rumah mertua.


Akan tetapi, Zean tak menjawab. Pria itu tetap fokus mengemudi.


"Sa, apa pun yang terjadi nanti, tetap di mobil dan jangan tunjukkan wajahmu."


"Kakak ngomong apa, sih?" Sally menjawab ketus karena masih sebal perkara sepele.

__ADS_1


"Kau lihat di spion itu? Ada mobil mengikuti kita. Dia pasti mengincarku. Jadi dengarkan apa yang kukatakan tadi."


Diliriknya spion terdekat, raut wajah Sally berubah ketika tahu apa yang dikatakan suaminya tadi benar. Gadis itu menoleh dengan gugup. "Kak, siapa mereka?"


"Argh!" Teriakan Sally memenuhi mobil kala mendengar suara tembakan dari belakang. Dia baru bertanya pada suaminya, tetapi sudah dapat kejutan menakutkan. "Kak Ze, ada apa ini sebenarnya."


Bukannya menjawab, Zean justru menghentikan kendaraan. Pria itu melepas sabuk pengaman dan mengubah posisi menghadap Sally. "Tetap di sini, aku akan turun menghadapi mereka. Ingat kataku, apa pun yang terjadi nanti, kau tidak boleh keluar dari sini. Aku sudah menghubungi Elo, tunggu dia datang."


"Tapi, Kak." Sally menahan satu tangan Zean sebelum pria itu benar-benar keluar dari mobil. Ada rasa takut mahahebat yang membelenggu Sally mengenai keselamatan sang suami.


Zean pandangi tangan Sally yang masih mencekal lengannya. Dapat dia lihat jika sang istri begitu ketakutan saat ini. Pria itu memutar badan kembali dan menarik Sally ke pelukan. "Kau percaya padaku, Gadis Kecil?"


Air mata merebak di seluruh bola mata Sally hingga akhirnya berjatuhan tanpa permisi. Antara takut dan enggan melepas Zean, kini perasaannya tengah terombang ambing penuh kecemasan. "Janji padaku kalau kamu akan baik-baik saja, Kak."

__ADS_1


Zean menghela napas. Dia gagal menjalankan perintah sang ayah mengenai larangan membuat Sally menangis. Pria 26 tahun itu memejam sebentar, lalu berkata, "Aku akan baik-baik saja."


Dilepaskannya pelukan sang istri, Zean segera turun dan harus menghadapi musuh-musuhnya. Dia tak lagi bisa melarikan diri karena dua ban belakang mobilnya telah kempes akibat tembakan tadi.


__ADS_2