Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Bab 103


__ADS_3

Sudah beberapa menit, tidak ada dari mereka yang bersuara. Mereka larut dengan pikiran masing - masing. Hingga suara wanita itu menarik perhatian mereka....


"Apa kabar, Vin? Lama tidak jumpa, kamu semakin tampan saja. Aku sangat merindukanmu, Vin!" Wanita yang bernama Jessica itu, mencoba memegang tangan Kevin yang ada diatas meja. Tapi Kevin dengan tegas menjauhkan tangannya, membuat wanita itu kecewa dengan sikap Kevin. Meski begitu, dengan cepat Jessica menguasai diri, seolah tidak terjadi apa - apa.


Dia tahu, Kevin pasti marah, karena meninggalkannya dulu. Sekarang dia akan berusaha untuk mengambil hati Kevin kembali. Jesicca sangat yakin kalau Kevin masih mencintainya sampai saat ini. Dia tidak boleh melepaskan Kevin begitu saja, hanya Kevin yang bisa dia harapkan untuk menopang hidupnya yang serba glamor itu. Apalagi dia sudah mendengar kalau ternyata keluarga William tidak pernah bangkrut seperti kabar yang dulu tersebar yang membuatnya langsung meninggalkan Kevin dulu. Bahkan sekarang bisnis keluarga William sudah tersebar dimana - mana.


Sekarang dia hanya perlu mengeluarkan jurus yang biasa dia pakai untuk meluluhkan Kevin. Pasti Kevin bisa dia dapatkan kembali. Dan Jessica yakin kalau dia akan menjadi nyonya muda William. Saat waktu itu tiba, dia akan menjadi wanita yang paling beruntung dan bahagia dengan limpahan harta keluarga William yang tidak akan ada habisnya. Membayangkannya saja sudah membuatnya senyum - senyum sendiri. Jessica tersadar dari lamunannya begitu mendengar pertanyaan....


"Kapan kamu pulang ke tanah air, Jess?" Tanya Devano.


"Dua hari yang lalu, Van!" Memang sudah dua hari dia pulang ke tanah air. Dua hari ini dia sudah mencari tahu kegiatan Kevin, makanya dia bisa tahu kalau hari ini Kevin dan sahabatnya berkumpul di tempat ini.


"Kalian semua apa kabar? Kalian terlihat semakin sukses iya, sekarang?" Jessica mengedarkan pandangannya pada semua sahabat Kevin. Jessica memang mengenal semua sahabat Kevin, karena itu Jessica tidak sungkan pada mereka.


"Seperti yang kamu lihat, kami semua baik." Devano yang menjawab mewakili yang lainnya.


"Bisa kita bicara berdua, Vin? Banyak hal yang ingin aku katakan padamu!" Jessica kembali mencoba untuk menarik perhatian Kevin.


Melihat Kevin yang diam saja, Keanu yang dari tadi memperhatikan tingkah Jessica, bercelatuk...


"Lebih baik kamu cari mangsa lain saja, Jess!" Mendengar ucapan Richard, membuat Jessica mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Aku peringatkan, supaya kamu tidak mengganggu Kevin lagi. Kamu cari saja laki - laki lain yang bisa memuaskan kamu, baik dalam hal uang maupun nafsu gilamu itu!" Tambah Richard lagi. Richard memang sedikit pendiam, dia hanya bicara yang penting - penting saja. Tapi kalau ada yang dia tidak suka, akan langsung to the point, tanpa perlu berbasa - basi.


Sama halnya dengan wanita yang ada dihadapannya ini, Richard harus mengeluarkan kata - katanya untuk menyingkirkan wanita ini. Dari dulu, Richard kurang suka melihat wanita ini, entah apa yang di sukai Kevin dulu, hingga bisa membuat sahabatnya itu mencintai bahkan tergila - gila pada wanita ini. Menurut Richard, wanita bernama Jessica ini sedikit aneh, atau bisa dibilang bermuka dua. Wanita ini bersikap baik hanya di depan Kevin saja, tapi dibelakangnya, tidak bisa diungkapkan dengan kata - kata. Dan Richard tidak mau karena kedatangan wanita ini, akan mengusik keluarga kecil Kevin.


"Kenapa jadi kamu yang repot, Kevin saja tidak keberatan dengan kedatanganku!" Jessica tahu, dari dulu, waktu dia dan Kevin masih menjalin hubungan, Richard tidak pernah menyukainya.


"Kamu senang kan, Vin, kalau aku ada disini? Aku tahu kalau kamu pasti merindukanku, dan aku juga sangat yakin kalau kamu masih mencintaiku. Baiklah, kalau kamu tidak mau bicara berdua saja denganku. Disini pun tidak papa.


Aku minta maaf karena sudah meninggalkanmu dulu, Vin. Aku terpaksa meninggalkanmu dulu. Jadi, karena aku sudah kembali, kita akan memulainya dari awal. Sampai saat ini aku masih mencintai kamu, Vin, aku yakin kamu pun sama. Karena itu, kita akan memulainya dari awal. Aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi!"


Keempat sahabat Kevin memasang ekspresi jijik mendengar semua ucapan Jessica. Jessica pikir mereka tidak tahu, alasan apa yang membuat Jessica meninggalkan Kevin dulu. Dan mereka yakin telah terjadi sesuatu di luar sana, sehingga wanita ini pulang. Bisa jadi, suaminya jatuh miskin atau lebih parahnya, suaminya membuangnya, hingga wanita ini kembali. Tentunya wanita ini pasti sudah mendengar kabar kalau keluarga William, tidak pernah bangkrut selama ini. Karena itulah, dia mau kembali pada Kevin.


"Kamu jangan diam saja dong, Vin! Kamu mau kan, memulai hubungan kita dari awal? Aku yakin, kamu masih mencintaiku sampai saat ini, seperti kamu dulu yang sangat mencintaiku! Kamu pasti sudah menunggu kedatanganku!" Jessica menggeser kursinya, supaya lebih dekat dengan Kevin.


"Untuk apa kamu datang kesini?" Tanya Kevin dengan suara dingin. Akhirnya setelah terdiam beberapa saat, Kevin angkat suara.


"Tentu saja untuk menemuimu. Aku bersedia menikah denganmu, Vin, bukannya dulu kita sudah mempersiapkan pernikahan kita? Dan sekarang aku sudah siap untuk menikah denganmu. Bahkan kalau kamu minta menikah hari ini pun, aku sangat bersedia!"


"Aku yang tidak bersedia! Bahkan aku berharap untuk tidak pernah ketemu kamu lagi?"


"Kok kamu gitu sih, sama aku!" Jessica memasang wajah sedihnya, berharap Kevin akan luluh. Namun Jessica salah, bukannya luluh, Kevin semakin jijik terhadapnya.

__ADS_1


"Lagian, bukannya kamu yang meninggalkan aku dulu dan lebih memilih laki - laki kaya itu? Dimana dia, yang kau banggakan itu? Atau kamu sudah dibuang? Lagian aku sudah menikah. Jadi berhenti untuk menggangguku, jangan sampai kamu menyesal. Kamu tidak tahu apa yang bisa aku lakukan, jika kamu masih berani mengusikku. Tapi kalau kamu penasaran, coba saja!"


"Bohong, nggak mungkin kamu sudah menikah!"


"Terserah kamu, mau percaya atau tidak. Aku juga tidak harus melapor, atau minta persetujuanmu, kalau aku mau menikah!"


"Aku yakin kamu bercanda, kamu hanya sakit hati atas perbuatanku dulu kan? Aku mengaku salah karena dulu membatalkan pernikahan kita. Aku buta hingga lebih memilih laki - laki lain daripada kamu. Tapi sekarang aku sudah sadar dan ingin menebus segalanya dengan kembali padamu!"


Kevin mengangkat sebelah alisnya lalu menatap Jessica dengan tajam. Apa wanita ini tidak mengerti bahasa Indonesia. Kenapa dulu aku bisa jatuh cinta pada wanita seperti ini, pikir Kevin.


"Berapa kali lagi aku harus katakan, kalau aku sudah menikah. Kamu nggak lihat ini!" Kevin mengangkat sebelah tangannya, menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


Membuat Jessica kaget, apa Kevin benaran sudah menikah. Tapi dari kabar yang aku dengar, Kevin belum menikah. Mau dia sudah punya istri atau tidak, aku tidak perduli. Yang penting aku harus bisa mendapatkan Kevin kembali, pikirnya.


"Tapi aku masih sangat mencintaimu, sayang!" Ucap Jessica dengan suara yang sengaja dibuat mendayu - dayu.


"Pergilah dari sini, selagi aku bicara baik - baik! Dan ingat semua ucapanku tadi, jangan pernah menggangguku lagi. Hubungan kita sudah berakhir, beberapa tahun lalu, saat kamu memutuskan meninggalkan aku!"


"Tapi Vin....." Jessica menghentikan ucapannya begitu Kevin mengangkat tangannya untuk memintanya diam.


"Pergilah Jess, kalau kamu masih bertahan disini, kamu bisa mempermalukan dirimu sendiri. Devano tidak mau kalau Kevin kehilangan kendali kalau saja, Jessica tetap ngotot.

__ADS_1


Dengan terpaksa Jessica pergi dari sana. Tapi bukan berarti dia akan menyerah begitu saja. Dia akan memikirkan cara, untuk mendapatkan Kevin kembali. Dan yang lebih penting untuk saat ini, dia harus mencari tahu, apa benar kalau Kevin sudah menikah. Kalau memang Kevin sudah punya istri, dia akan mencari tahu siapa yang menjadi istri Kevin. Kalau perlu, dia akan menyingkirkan istrinya itu, supaya dia bisa kembali pada Kevin.


__ADS_2