
Cukup lama keduanya berpelukan,Kinan juga membalas pelukan suaminya.Tapi lama - kelamaan membuat dia merasa sesak,karena Kevin lama - lama memeluknya terlalu kuat.Membuat Kinan mendorong badan sang suami.
"Kenapa" Tanya Kevin heran
"Mas meluknya kekencangan,sesak tahu." Kinan mengerucutkan bibirnya. Membuat Kevin mengecupnya kilat.
"Mas....." Kinan memukul bahu suaminya pelan,karena merasa kaget dengan apa yang dilakukan sang suami. "Oh iya,mas ngak kerja?"
"Nanti berangkat jam sepuluh."
"Ohhh....... Pantesan mas pakai baju santai."
"Memang sengaja tadi minta jemput jam sepuluh sama,Al.Karena mau bahas yang tadi itu.Ngomong - ngomong,ternyata kamu pintar masak juga ya.Tadi malam itu masakan kamu enak.Kapan - kapan kamu masak lagi dengan menu yang beda ya?"
"Kenapa sekarang mujinya,tadi malam mas diam saja."
"Tadi malam kan sudah banyak yang muji.Kalau tadi malam aku ikut muji juga,kamu malah semakin sombong." Sahut Kevin santai.
"Ishhhhh......Sebenarnya Kinan sering masak tahu,mas.Bahkan buatin kopi untuk mas pun,Kinan sering.Mas Kevin saja yang ngak tahu.Karena pas mas datang kemeja makan,semua sudah ada diatas meja."
"Masa sih? Pantes kadang rasa masakannya beda.Kopinya juga rasanya beda.Aku pikir bibi Surti yang mencoba resep baru.Terus kenapa kamu ngak pernah kasih tahu,kalau kamu yang masak sama bikinin kopi?"
"Mas ngak pernah tanya.Lagian kalau Kinan kasih tahu,yang ada mas Kevin mikir kalau Kinan pamer dan mau menarik perhatian mas."
"Iya juga sih."
"Tuhhh...kan....." Lagi - lagi Kinan mengerucutkan bibirnya.Tapi dia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya,saat melihat suaminya mendekatkan wajahnya.
Membuat Kevin terkekeh. "Gerakanmu cepat juga."
"Ke bawah yok,mas.Ngak enak sama yang lain,kita dikamar terus."
"Ngak papa, mereka pasti ngerti.Lagian tadi mas sudah kasih tahu mommy,kalau kita akan lama diatas.Karena ada yang mau dibahas.
__ADS_1
"Ngapain lagi kita dikamar,kan yang mau dibahas sudah selesai."
"Mas pengen berduaan saja sama kamu." Membuat Kinan memicingkan matanya. "Kenapa? Kamu ngak suka berduaan sama mas disini?"
"Bukan ngak suka,mas.Tapi heran saja, biasanya kalau mas menyebut diri mas, biasanya bilangnya 'aku'.Kenapa sekarang jadi beda,tadi pas pertama mas ngomong gitu,kirain mas salah sebut.Tapi kali ini mas juga mengulanginya."
"Pengen saja."
"Yakin?" Membuat Kevin menganggukkan kepalanya. "Tapi Kinan suka deh,cara mas ngomong itu.Gemes banget dengarnya tahu ngak,mas juga terlihat imut."
Kevin mengalihkan pandangannya kearah lain.Tiba - tiba wajahnya terasa panas.Bisa - bisanya dia salah tingkah didepan istrinya.
Mas,coba lihat kearah sini." Dengan refleks,Kevin kembali melihat kearah Kinan. Mas sakit ya,kok wajah mas Kevin merah sih?" Kinan menempelkan punggung tangannya ke kening sang suami.Kinan tersenyum kecil,karena dia tahu kenapa wajah suaminya merah.
Bisa juga tuan muda aneh ini salting.Hehehe
"Mas tidak demam kok,tapi kenapa wajah mas merah ya." Tanya Kinan polos.
"Mas tidak apa-apa.Sekarang bisa bahas yang lain?"
"Ceritakan semua tentang kamu, semuanya tanpa terkecuali."
"Tanpa Kinan ceritakan pun,pasti mas sudah tahu semua hal tentang Kinan.Bahkan hal sekecil apa pun,mas pasti sudah tahu."
"Kalau,mas tahu,ngak mungkin,mas tanya." Ujar Kevin santai.
"Bohong,dari awal pasti mas sudah meminta asisten mas untuk mencari tahu semua tentang Kinan,kan?".
"Walaupun mas sudah tahu, tidak ada salahnya kalau kamu kasih tahu lagi secara langsung."
"Ngak ahh.Kinan saja yang tanya sama mas Kevin."
"Mau tanya apa?"
__ADS_1
"Kenapa orang - orang diluar sana bilang kalau mas itu kejam dan arogan? Tapi kalau Kinan lihat,mas malah orangnya cerewet dari tadi."
Kevin menggendikkan kedua bahunya. "Mungkin mereka sudah melihat bagaimana cara mas memperlakukan rekan bisnis mas yang berbuat curang." Sahut Kevin santai.
"Memangnya mas melakukan apa,sama rekan bisnis mas itu."
"Tidak ada ampun untuk mereka.Bahkan keluarga mereka yang tidak bersalah akan ikut kena imbasnya."
"Termasuk orang yang sudah menjebak mas malam itu?" Tanya Kinan pelan.Kinan menundukkan kepalanya,karena tidak berani menatap wajah suaminya.
"Huffftttt......" Kevin menaik nafas panjang,lalu mengeluarkannya secara perlahan. "Itu lah hal yang paling mas sesali sekarang.Dulu mas meminta Al untuk memberikan hukuman yang ringan saja pada mereka.Karena mas pikir,rencana mereka tidak berhasil.Tanpa perduli,seseorang telah hancur,karena kejadian malam itu.Dan mas baru sadar,kalau kejadian malam itu, sampai membuat kamu hamil.Dan yang lebih membuat mas merasa bersalah dan menyesal,adalah...." Kevin memperhatikan wajah Kinan yang terlihat penasaran karena dia menggantung ucapannya.Karena tidak tega melihat wajah penasaran sang istri,Kevin pun melanjutkan ucapannya.
"Mungkin kamu tidak tahu,malam dimana mas,mencium kamu untuk pertama kalinya sesudah kita menikah,kamu kan berontak dan tidak mau,karena mungkin langsung ingat kejadian itu." Kinan mengangguk tanda mengerti. "Terus pas tengah malam kamu mungkin mimpi kejadian malam itu,sampai kamu mengigau dan badan kamu juga gemataran.Dari situ mas merasa bersalah dan menyesal tidak langsung mencari tahu tentang kamu.Dan mas juga menyesalkan,karena hukuman yang mas berikan bagi mereka yang menjebak malam itu tidak setimpal dengan apa yang kamu rasakan.Makanya sekarang mas sudah meminta Al untuk memantau keluarga itu.Tinggal menunggu saat yang tepat untuk meledakkan bomnya."
"Kok Kinan tidak tahu kalau Kinan mimpi dan sampai ngigau segala."
"Namanya juga mimpi,kadang ada yang diingat ada yang ngak."
"Jadi gara - gara itu,mas jadi berubah baik sama,Kinan?"
"Ngak lah,mas memang sudah merasa nyaman berada didekat kamu."
"Kenapa secepat itu,mas merasa nyaman?Karena Kinan hanya wanita biasa,tidak berpendidikan tinggi dan juga kaya. Sementara selama ini banyak kabar yang beredar,kalau mas selalu bersikap dingin pada wanita yang mencoba mendekati,mas."
"Harus nih,mas jawab."
"Harus lah mas,karena sudah terlanjur kita membahas tentang kita.Supaya tidak ada lagi rahasia diantara kita."
Kevin tidak langsung menjawab,tapi dia mengalihkan pandangan kearah jam yang menempel didinding. "Ini sudah mau jam sembilan,mas berangkat jam sepuluh.Sementara pembicaraan kita ini,sepertinya masih panjang.Gimana kalau nanti malam lagi kita sambung.Kevin mencoba mengulur waktu.Karena pembicaraan ini berhubungan dengan masa lalunya.Yang sudah dia lupakan,tapi istrinya malah ingin membahasnya kembali.
"Kinan maunya sekarang,mas.Biar semuanya selesai sampai disini.Tidak ada nanti malam atau lain kali.Kinan juga tidak mau pembicaraan setengah - setengah seperti ini." Kinan merasa gregetan terhadap suaminya,yang mencari alasan.Apa susahnya menceritakan semua tentang dirinya, pikirnya.
π»π»πΉπΉ
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya vote,like dan komenπ
Terimakasih ππ