
Sesuai dengan ucapan Kevin tadi,yang mengatakan akan berangkat kekantor habis makan siang.Saat ini Kevin sudah ada di dalam mobil yang dikemudikan oleh,Al.Mereka baru saja keluar dari gerbang mansion.
"Apa masih ada meeting siang ini,Al?" Tanya Kevin yang duduk dibelakang.
"Tidak ada lagi,tuan.Siang ini tuan tinggal menandatangani semua berkas yang ada diatas meja tuan." Sahut Al.
"Kalau begitu,kita ke hotel sekarang."
Ciiitttt......bunyi ban mobil berdecit.Tiba - tiba,Al menghentikan mobil,yang menyebabkan Kevin terlempar kedepan.
"Kau mau mati ya." Kevin mengelus keningnya yang kejedot dengan sandaran kursi depan.
"Maafkan saya tuan." Ucap Al dengan gemetaran.Beruntung jalanan sepi,kalau tidak, mereka bisa kecelakaan. "Saya benar - benar minta maaf tuan,saya tidak sengaja.Tadi saya kaget,saat tuan bilang kita kehotel."
"Kenapa kamu bisa kaget? Memangnya baru kali ini,aku mengajakmu ke hotel?" Ucap Kevin Ketus. Al mencerna ucapan Kevin,benar juga.Dia dan Kevin sering ke hotel Will's,hotel keluarga William.Untuk memantau keadaan hotel.Entah kenapa dia tiba-tiba ngebleng tadi,saat Kevin mengajak kehotel.
__ADS_1
"Maafkan saya tuan."
"Memang apa yang kamu pikirkan saat,aku mengajakmu kesana.Jangan bilang kamu memikirkan yang aneh-aneh." Kevin masih saja ketus. Membuat Al salah tingkah. "Lebih baik kamu cari pacar,Al.Mungkin kamu kelamaan jomblo,makanya pikirannya jadi aneh gitu.Ayok jalankan mobilnya,kamu mau kena tilang,karena parkir sembarang.Untung jalanan sepi,kalau tidak,bukan hanya kita yang celaka.Tapi yang lain juga pasti kena." Al sudah menjalankan mobil kembali,tapi Kevin masih menggerutu dibelakang.
"Maafkan saya tuan." Al memperhatikan Kevin lewat kaca spion yang ada didepannya.Terlihat Kevin masih mengelus keningnya,sepertinya sedikit bengkak dan memar.Melihat itu,Al jadi merasa bersalah.
Tidak lama,mobil sudah memasuki tempat parkir hotel.Mobil juga sudah berhenti,tapi belum ada tanda-tanda mereka berdua untuk keluar dari mobil.Al tidak tahu Kevin tidur atau tidak.Karena,Al melihat posisi Kevin yang bersandar dan memejamkan matanya.Kening Kevin semakin jelas terlihat bengkaknya.Sepertinya tadi kepala Kevin terbentur lumayan kuat.Dengan jahilnya,Al mengeluarkan ponselnya dari saku,dan mengambil foto Kevin.Beberapa foto Kevin sudah ada di ponselnya.Sekarang dia sudah bisa tersenyum,saat ingat kembali kejadian tadi.Pada hal tadi dia sudah ketakutan dan gemetaran.
"Apa yang kamu lakukan,Al?" Tiba - tiba Kevin sudah membuka matanya dan melihat,Al dengan pandangan mata tajam.
"Kenapa berhenti?" Kevin belum tahu, kalau mereka telah sampai.
"Kita sudah sampai,tuan." Sahut Al.Kevin mengedarkan pandangannya ke sekeliling,benar saja, mereka sudah ada diparkiran hotel.
"Kenapa tidak kamu kasih tahu dari tadi."
__ADS_1
"Saya pikir anda tidur,tuan."
"Aku ngak tidur,hanya pejamkan mata saja." Kevin menggelengkan kepalanya,ada apa dengan asistennya hari ini. "Oh iya, suruh gadis itu datang ke ruanganku.Tanyakan pada supervisor yang menangani bagian kebersihan.
"Gadis yang mana tuan?" Al mengerutkan keningnya,karena tidak tahu gadis yang mana yang di maksud Kevin.Dan untuk apa seorang gadis datang keruangan Kevin? Apa dia mau......
Kevin memukul bahu,Al. "Jangan berpikir yang tidak-tidak.Maksudku gadis yang tadi malam datang kerumah,temannya Kinan.Dia masih kerja disini kan?"
"Oohh....." Al langsung ingat gadis yang tadi malam,dia antar pulang. "Untuk apa tuan memanggilnya?" Tanya Al,penasaran.
"Kau akan tahu nanti." Kevin tersenyum misterius dan keluar dari mobil.Tadi malam saat melihat Kesya ada dirumahnya,Kevin baru ingat belum memberikan pembalasan untuk Kesya.Ternyata Kevin masih ingat dengan bogem mentah yang diberikan Kesya padanya waktu itu.Hari ini dia akan memberikan sedikit pembalasan untuk gadis itu.Enak saja gadis itu membuat wajah tampannya bengkak waktu itu.Pada hal kalau tidak melihat Kesya tadi malam,Kevin juga sudah melupakannya.Tapi berhubung tadi malam dia melihat gadis itu,jadi mengingatkannya kembali.
🌻🌻🌹🌹
Jangan lupa dukungannya ya,vote, like dan komen 💕
__ADS_1
Terimakasih 🙏💝