Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Part 53


__ADS_3

Kevin merenungkan ucapan sang istri.Istrinya benar,agar tidak ada lagi rahasia diantara mereka,dan hubungan keduanya juga semakin membaik.Meskipun harus membuka luka lama,dia harus menceritakan masa lalunya.


"Kalau begitu,tunggu sebentar ya,mas akan menghubungi,Al.Biar habis makan siang saja dia datang jemput." Kevin berjalan kearah nakas untuk mengambil ponselnya.Tidak lama Kevin sudah kembali ketempat semula, setelah menghubungi,Al.Tak lupa dia juga menghubungi pak Salman,agar mengantarkan cemilan dan juga minuman kekamar.


"Ayoklah,mas,jangan lama - lama ngomongnya."


Kevin memejamkan matanya sejenak, kembali membayangkan hubungannya dulu. "Mungkin kamu juga sudah pernah dengar,kalau mas dulu pernah punya pacar.Mantan lebih tepatnya.Dulu hubungan kami baik - baik saja,bahkan kami sudah membicarakan tentang pernikahan.Tapi tidak tahu kenapa,tidak ada angin tidak ada hujan,dia tiba - tiba minta putus.Dia bilang merasa bosan,jalan sama,mas.Dia bilang mas tidak mencintainya lagi karena tidak menuruti semua apa yang dia inginkan.Dia pengen liburan kebeberapa negara.Bukan mas tidak mau menurutinya,tapi waktunya tidak ada.Karena mas sibuk dengan urusan kantor.Kebetulan saat itu keadaan perusahaan lagi menurun."


"Sebenarnya bukan menurun,tapi daddy sengaja mengumumkan,kalau perusahan lagi ada masalah.Daddy sengaja melakukannya,agar tahu,siapa - siapa saja teman dan rekan bisnis daddy yang masih setia,saat perusahaan menurun.Benar saja,sebagian teman dan rekan bisnis daddy menjauh,tidak ada yang membantu.Justru mempengaruhi yang lain, supaya tidak ada yang membantu Williams Company.Tapi sebagian ada juga yang bertahan dan tetap setia pada perusahaan.Dan disaat seperti itulah kita tahu,siapa yang tetap setia dan tidak.Termasuk dia yang meninggalkan,mas karena sudah mendapatkan yang baru.Yang katanya jauh lebih kaya dari,mas.Tanpa tahu yang sebenarnya,kalau kekayaan keluarga mas,tidak akan ada habisnya.Bukan lagi untuk tujuan turunan.Tapi sembilan turunan dan sembilan tanjakan.Terus turunan lagi dan tanjakan lagi,sampai capek,tidak akan habis." Kevin terkekeh diakhir kalimatnya.


"Karena itu lah,mas tidak mau merespon,saat ada wanita yang mendekati,mas.Justu mas akan bersikap dingin pada mereka.Karena menurut mas,semua wanita sama saja.Yang hanya menginginkan harta saja.Pada hal kita lagi sayang - sayangnya,tapi langsung ditinggalkan saat si pria sudah tidak memiliki apa-apa."


"Terus kenapa Kinan,mas terima?"


"Karena mas yakin,kamu tidak seperti itu.Awalnya,mas juga punya pemikiran, kalau kamu sama dengan dia.Tapi semakin kenal dan dekat dengan kamu,mas yakin kamu tidak termasuk.Kalau kamu termasuk,sudah dari dulu kamu melakukannya.Pada hal kamu punya peluang besar.Harusnya dengan kehamilanmu itu,kamu bisa memanfaatkan keadaan.Tapi kamu justru diam,dan berusaha menutupinya.Dari situ sudah kelihatan, kalau kamu orang baik."


"Mas tidak tahu saja,kalau Kinan menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya."


"Lakukan saja,mas akan tunggu."


"Pada hal wanita diluaran sana, pendidikannya tinggi juga kaya.Tidak ada apa - apanya dibandingkan dengan Kinan.Masa mas lebih memilih Kinan."


"Untuk apa lagi,mas mencari yang kaya.Tidak perlu mencari yang kaya, karena,mas sudah kaya. Tunggu - tunggu,sepertinya ada yang salah,biasanya orang akan bilang, 'wanita cantik, berpendidikan tinggi dan kaya', tapi kenapa kamu bilang cuma berpendidikan dan kaya' saja?" Tanya Kevin penasaran.


"Kan Kinan sudah cantik mas, kekurangannya hanya tidak berpendidikan tinggi dan kaya saja." Ucap Kinan polos.


"Kepedean banget sih!" Sahut Kevin.


"Bukan kepedean,mas,tapi itulah kenyataannya.Kalau Kinan tidak cantik,ngak mungkin mas klepek - klepek sama,Kinan." Kinan menaik turunkan alisnya,menggoda Kevin.


"Kamu memang tidak mau kalah,selalu saja ada jawaban."

__ADS_1


Ditengah - tengah perbincangan mereka berdua,terdengar suara ketukan pintu.


"Ini saya tuan muda,apa saya boleh masuk?" Terdengar suara dari luar,setelah mengetuk pintu.


"Masuk saja,pak." Sahut Kevin dari dalam.Pintu terbuka, menampilkan pak Salman dengan seorang pelayan wanita membawa sebuah nampan berisi minuman dan cemilan.Pak Salman masuk diikuti oleh pelayan tersebut.Setelah meletakkan yang dibawanya keatas meja, pelayan itu keluar, setelah menundukkan kepalanya.Pak Salman mengedarkan pandangannya keseluruh kamar, tidak ada yang aneh.Bahkan tuan dan nona muda duduk berdua disofa.Tadi pak Salman sudah diwanti-wanti oleh nyonya William dari bawah,agar memperhatikan keadaan kamar.


Karena pak Salman merasa semuanya aman,dia pun pamit undur diri. "Kalau begitu,saya permisi tuan dan nona muda." Pak Salman menundukkan kepalanya.


"Terimakasih ya,pak.Sampaikan juga terimakasih Kinan untuk mbak yang tadi.Kinan tadi lupa mengucapkannya." Kekeh Kinan.


"Anda tidak perlu sungkan,nona.Sudah kewajibannya untuk melayani nona." Sekali lagi pak Salman menundukkan kepalanya,lalu keluar dari kamar.Dia menutup pintu dengan sepelan mungkin,agar tidak menimbulkan suara.


"Tahu saja pak Salman,kalau Kinan lagi lapar." Ucap Kinan sambil mengambil sepotong kue yang ada di piring. "Mas ngak mau?" Kevin menggelengkan kepalanya.


"Oh iya,mas,terus mantan mas itu dimana sekarang?" Tanya Kinan disela - sela makannya.


"Mas ngak tahu,dan ngak mau tahu dia ada dimana!"


"Memang ngak tahu,tapi dari kabar terakhir yang mas dengar,dia keluar negeri ikut suaminya."


"Suami? Memangnya dia sudah menikah?"


"Katanya sudah.Bisa kita bahas yang lain?" Bukan Kevin masih mencintai mantannya itu,tapi dia ngak suka kalau harus membicarakan tentang wanita masa lalunya.


"Apa,mas masih mencintainya?"


"Kenapa kamu menanyakan itu?"


"Mas tinggal jawab saja,ya atau tidak!"


"Kami sudah tidak punya hubungan apapun lagi."

__ADS_1


"Jawabannya bukan itu,mas.YA atau TIDAK.Supaya Kinan bisa mengambil sikap."


Kevin mengerutkan keningnya. "Maksud kamu?"


"Makanya mas jawab dulu."


"Mas sudah tidak mencintainya."


"Apa mas yakin? Gimana kalau suatu saat nanti dia datang lagi.Dia minta maaf karena meninggalkan mas,dan minta balikan lagi sama mas?"


"Mau dia datang dan bersujud sekalipun,mas ngak perduli.Karena cinta mas sudah mati untuknya,saat dia pergi meninggalkan mas."


Kinan mengangguk - anggukan kepalanya. "Kalau kayak gini kan jelas.Jadi Kinan juga bisa ambil sikap nantinya."


"Ambil sikap apa sih? Dari tadi,kamu selalu bilang ambil sikap?"


"Tidak menutup kemungkinan,suatu saat nanti dia datang lagi,mas.Tapi karena mas bilang,sudah tidak mencintainya lagi,maka tidak akan sulit untuk mengatasinya.Kalau nanti dia mencoba mengganggu keluarga kita,Kinan bisa melawan atau menyingkirkannya.Jangan saat dia datang,dan Kinan sudah berusaha mempertahankan keluarga kita,tapi mas masih menginginkannya.Kan sia - dia jadinya." Sahut Kinan.


Kevin mengangguk tanda mengerti. "Memangnya apa yang akan kamu lakukan,kalau seandainya dia datang?" Tanya Kevin penasaran.


"Mas ngak perlu tahu,itu rahasia."


"Tadi kita sudah bahas, supaya tidak ada rahasia diantara kita,kan? Kenapa sekarang pake rahasia lagi."


"Kalau rahasia yang ini beda,mas."


"Terserah kamulah,yang penting tidak membahayakan." Kevin membawa Kinan kedalam dekapannya dan mencium puncak kepala istrinya dengan sayang.


"Sekarang sudah berani asal main peluk ya." Sahut Kinan,tapi dia juga menikmatinya.


"Biarinnnn,istri sendiri juga." Keduanya tidak sadar,kalau hubungan mereka saat ini sudah tidak ada lagi jarak.Juga tidak ada lagi kecanggungan diantara keduanya.Bahkan tiga bulan ini,meski hubungan keduanya membaik,tapi tidak sedekat ini.Mungkin benar,kalau mereka berdua belum bisa memahami perasaan masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2