
Kinan masih asik melihat cemilan apa lagi yang dia inginkan.Kalau ada yang menurutnya enak,akan langsung dia masukkan kedalam trolli.Ketika dia menoleh,dia kaget melihat trollinya sudah penuh dengan belanjanya.
"Ehh,,maaf mas.Aku akan mengurangi belanjanya.Ini terlalu banyak",ucap Kinan.Tanpa sadar dia menggigit bibir bawahnya,merasa gugup dan tidak enak.Dia terlalu bersemangat,sampai tidak menyadari kalau isi trollinya sudah penuh dengan susu dan cemilan saja.
Kenapa dia menggigit bibirnya lagi.Apa dia tidak tahu,kalau itu terlihat seperti....
Kevin langsung menggelengkan kepalanya,saat pikirannya kemana - mana. " Sudah,tidak papa!.Sudah selesai belum,atau masih ada yang kamu inginkan!.Kalau masih ada,ambil saja.Tapi kalau sudah,aku akan membawanya ke kasir".Sahut Kevin.Dia tidak mau menatap Kinan berlama-lama.Lagian dia juga yakin,kalau mommynya sudah ada disana.
"Sudah kok,mas".
Kemudian Kevin mendorong trolli yang penuh dengan belanjaan Kinan ke kasir.Dan benar saja disana sudah ada mommy Cella. Melihat anak dan menantunya datang, mommy Cella tersenyum.Dia sengaja meminta Kevin dan Kinan berdua,biar hubungan keduanya semakin dekat.Dia juga memperhatikan cemilan yang dibeli Kinan.Semuanya aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.
"Mommy dan Kinan tunggu didepan ya,nak".Ujar mommy Cella santai.
"Terus ini gimana,mom".Tanya Kevin menunjuk dua trolli yang penuh dengan belanjaan.Rupanya trolli yang dibawa Al pun penuh.Entah apa saja yang dibeli sang mommy.
"Iya,kamu lah yang urus,sekalian kamu yang bayarin.Udah ah,, mommy sama menantu mommy mau kedepan". Mommy Cella menarik tangan Kinan pelan, meninggalkan anaknya yang terbengong.
Kevin heran melihat tingkah mommynya yang semakin aneh.Bukan soal membayar belanjaan ini.Bahkan semua isi supermarket ini,kalau dipindahkan kerumah mereka,dia lebih dari mampu untuk membayar.Masalahnya sekarang,mereka harus antri.Sesuatu yang belum pernah dia lakukan selama ini.Beruntung tidak terlalu banyak orang yang antri.Saat tiba giliran nya dihadapan kasir.
"Selamat siang tuan".Wanita tersebut terbengong melihat Kevin.Siapa yang tidak mengenal tuan muda Kevin.Dia baru pertama kali melihat wajah Kevin secara langsung.Bahkan sampai sedekat ini.Membuatnya terpesona dan tidak berkedip saat menatap Kevin.
"Helo nona". Kevin melambaikan tangannya kehadapan wanita didepannya.Sampai membuat wanita tersebut tersadar.
"Apa belanjaan saya sudah bisa dihitung".Ucap Kevin dengan menahan kesal.Dia mau cepat,tapi malah tertahan dikasir, pikirnya.
"Maaf tuan,,,maafkan saya".Dia menunduk malu, wajahnya juga sudah merah.Karena tertangkap basah memperhatikan wajah Kevin.Dengan cekatan,dia menghitung total semua belanjaan dengan dibantu oleh rekan kerjanya.Dadanya masih berdebar kencang,dia tidak berani lagi melirik Kevin.
Setelah selesai membayar,Kevin dan Al pun keluar dari sana.
__ADS_1
"Huffftttt....".Kasir tersebut mengelus dadanya.Merasa lega,karena berhasil menyelesaikan tugasnya meskipun dengan gemetaran.
"Kenapa?".Tanya rekan kerjanya.
"Mimpi apa aku semalam.Hari ini bertemu langsung dengan tuan muda Kevin.Bahkan berinteraksi langsung menghitung belanjaannya".Sahutnya semangat.
"Lebayyyy....".Sahut rekannya,sambil berlalu dari sana.Pada hal dia sendiri pun senang,bisa melihat wajah tuan Kevin secara langsung.
Kita kembali kepada Kevin.
Kevin dan Al mendekati mommy Cella dan Kinan yang lagi duduk santai digerai minuman.
"Kalian tidak mau minum dulu,nak.Atau mau makan dulu".Tanya mommy Cella saat melihat Kevin dan Al datang.
"Tidak usah mom.Lebih baik sekarang kita pulang".
Al melajukan mobilnya,keluar dari depan supermarket,menuju kediaman keluarga William.Didalam mobil tidak ada yang bersuara.Sampai tidak terasa mereka telah melewati gerbang mansion.
Begitu mobil berhenti didepan mansion, keempatnya pun keluar dari dalam mobil.Tiga orang pengawal yang berjaga disana,datang mendekat.Saat melihat kode dari Al.Ketiganya segera membawa semua belanjaan masuk kedalam rumah.
"Aku ngak mampir ya,mom".Ucap Kevin tiba - tiba.
"Ngak makan siang dulu". Sahut mommy Cella.
"Tidak usah mom,nanti saja dikantor".Ujar Kevin sepat.
"Iya sudah,kalau gitu.Kalian hati - hati ya".Ucap mommy Cella dan berlalu masuk kedalam rumah.Sementara Kinan masih berdiri disamping Kevin.
"Iya,mom".Lalu dia mengarahkan pandangannya pada Kinan. " Kenapa kamu tidak masuk?".Tanya Kevin,saat melihat Kinan masih berdiri disampingnya.
__ADS_1
"Terimakasih ya,mas,sudah menemani Kinan dan mommy belanja.Sekaligus membayar semua belanjaannya".Ujar Kinan.
"Hemmmm......Sudah sana masuk.Disini panas". Ucap Kevin. Bukannya masuk,Kinan malah pindah posisi berdiri dihadapan Kevin dan mencondongkan wajahnya kewajah Kevin.Dengan refleks,Kevin memejamkan kedua matanya.
Kinan tersenyum melihat Kevin yang pejamkan matanya.Dia berdiri disana beberapa detik.Setelah itu,dengan santai dia pergi meninggalkan Kevin yang masih memejamkan mata.Sepanjang jalan kedalam rumah,dia terkikik geli.Saat melihat Kevin yang tiba - tiba pejamkan mata.
Apa dia pikir,aku akan menciumnya.Issshhh,,pede sekali dia
Sementara Al yang melihat itu, tertawa terbahak-bahak.Berharap banget bosnya itu mendapat ciuman disiang hari ini.
Setelah mendengar suara ketawa Al.Kevin pun membuka matanya.Tidak ada lagi Kinan didepannya.Dia juga melihat sekeliling,tidak ada juga.Seketika wajahnya merah karena malu.
Jadi dia hanya mengerjai ku.Bisa - bisanya aku tertipu.
Kevin merutuki dirinya yang bertingkah konyol.Entah kenapa tadi dia langsung pejamkan mata,saat Kinan berdiri dihadapannya.Sialan banget sih wanita itu, pikirnya.Dia pun buru - buru masuk kedalam mobil.Dan menutup pintu mobil dengan kuat.
Al masih memegangi perutnya,karena kebanyakan tertawa.Dia tadi lupa mengambil foto Kevin.
"Kamu masih mau disini atau berangkat kekantor,Al".Ucap Kevin ketus,saat melihat Al masih berdiri didekat mobil.
Al pun langsung masuk dan duduk dibelakang kemudi.Dengan masih menyisakan tawa,dia melajukan mobil keluar dari gerbang mansion.Mereka harus cepat tiba dikantor.Ada banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan.Sepanjang perjalanan,keduanya tidak ada yang bersuara.Sampai tiba di gedung Williams Company Corp.Begitu mobil berhenti,Kevin langsung turun.Al pun buru - buru mengejar Kevin sampai masuk kedalam lift.Keduanya tiba dilantai,dimana ruangan mereka berada.Kevin keluar dari lift,dan langsung menuju ruangannya, diikuti oleh Al.
Bukannya duduk dikursi kebesarannya,dia malah duduk disofa. "Arrrgggghhhhh....". Teriak Kevin,sambil mengacak-acak rambutnya dengan kasar.Dia tidak tahu apa yang dia rasakan.Dia kesal karena berharap Kinan akan menciumnya.Atau kesal karena sudah bertingkah konyol.
Al yang duduk didepan Kevin,malah tertawa terbahak-bahak.
"Tertawa saja terus,Al.Lama - lama aku pecat juga kamu".Ucap Kevin ketus.
Al langsung menghentikan tawanya. " Lagian tuan ada - ada saja.Dimana tuan muda Kevin,yang selama ini terkenal dengan wibawanya".Sahut Al.Al menggelengkan kepalanya.Heran melihat tingkah sahabat sekaligus bosnya itu.
__ADS_1