
Saat ini mereka sudah berkumpul didepan rumah.Disana sudah menunggu pak Sony, supir yang akan mengantarkan mereka ke bandara.
"Maafkan mommy ya,sayang.Mommy tidak bisa mengajak kamu untuk ikut.Kamu jaga kandungan kamu baik - baik ya,sayang.Kalau kamu butuh apa - apa,atau pengen sesuatu kamu boleh ngomong sama pak Salman atau bi Surti.Atau bisa juga kamu langsung minta sama suamimu".
"Kamu juga,Vin.Kalau nanti menantu mommy minta sesuatu,kamu harus turuti.Awas kalau ngak.Mommy tidak mau kalau nanti calon cucu mommy sampai ngences.Kalau ngidamnya tidak keturutan.Kamu juga pasti ngak mau kan,kalau calon anakmu sampai ngences.Jadi selagi mampu dan tidak membahayakan,kamu harus menuruti semua permintaan menantu mommy".
Kevin memutar bola matanya malas.Mendengar penjelasan sang mommy. "Lebih baik mommy berangkat,Kevin bosan lihat mommy disini".Sahut Kevin santai.
"Dasar anak bandel.Bisa - bisanya kamu bilang bosan lihat mommy".Ucap mommy Cella sembari menjewer telinga anaknya.
"Adaawww.....sakit mom".
"Syukurin..... siapa suruh jadi anak bandel".
"Sudah mom,lebih baik kita berangkat sekarang". Daddy Marvin menengahi perdebatan antara istri dan anaknya.
"Kamu jaga istrimu,Vin.Selama kami pergi,usahakan jangan pulang malam.Meskipun banyak pelayan dirumah,kamu tetap harus memperhatikan Kinan.Pekerjaan penting,tapi keluarga juga jauh lebih penting". Daddy Marvin menepuk bahu anaknya.
"Hemmmmm.....". Kevin hanya berdehem sebagai jawaban.
"Daddy, mommy dan juga oma,hati - hati ya".Ucap Kinan dengan mata berkaca-kaca.Meskipun baru kenal dan tinggal beberapa hari dirumah ini, bersama mereka,tapi kalau ditinggal seperti ini, membuatnya sedih.
"Kalian juga baik - baik dirumah ya.Yang akur dirumah,jangan berantem". Ucap Oma Jeny.
Setelah salaman dan pelukan, ketiganya pun masuk kedalam mobil.Kinan melambaikan tangannya sampai mobil yang membawa mereka keluar dari gerbang.
"Mereka cuma liburan.Bukan pergi untuk berperang.Ditinggal gitu saja nangis,dasar cengeng". Ucap Kevin saat melihat ada air mata di pipi Kinan.
"Isshhhh....".Kinan mendelik mendengar ucapan Kevin.
"Ayok masuk,aku mau sarapan.Habis itu berangkat kekantor".Ucap Kevin sambil berlalu masuk kedalam rumah.
Kinan menghapus air matanya.Dan mengikuti suaminya masuk kedalam rumah.
"Bikinin kopi ya bi".Kevin meneriaki bi Surti,sambil berjalan menuju meja makan.
"Biar aku aja yang bikin,mas". Sahut Kinan.
"Tidak usah.Biar bibi aja yang bikin.Kamu duduk saja.
__ADS_1
Kinan menggendikkan bahunya.Dia sudah berbaik hati menawarkan,tapi suaminya tidak mau.Iya sudah.Akhirnya dia mengambil piring dan mengisinya dengan nasi goreng dan memberikannya kepada Kevin.Lalu dia mengambil untuk dirinya sendiri.Mereka sarapan dalam diam.
Tidak lama,bibi Surti datang. " Ini kopinya tuan". Bibi Surti meletakkan segelas kopi untuk Kevin dan segelas susu untuk Kinan.
"Terimakasih iya,bi".Ucap Kinan disela -sela makannya.
"Sama - sama nona".
Setelah acara sarapan selesai,Kinan mengantar Kevin kedepan.
"Selamat pagi tuan,nona muda".Sapa Al,yang sudah menunggu didepan rumah.
"Selamat pagi kak,Al.Kinan yang menjawab.Sementara Kevin hanya diam saja.
"Aku berangkat dulu.Kamu hati - hati dirumah".
"Harusnya yang hati - hati itu,mas Kevin,bukan aku". Sahut Kinan.
Membuat Al tergelak.Tapi dia langsung menutup mulutnya,saat Kevin menatapnya dengan tatapan mata yang tajam.
"Kan dirumah juga kamu harus hati-hati".Ucap Kevin ketus.
"Iya mas".
***
Sementara diperusahaan Williams Company Corp.Tepatnya diruangan Kevin.Kevin dan Al lagi duduk berdua disofa.Kevin menyandarkan punggungnya kesadaran sofa, sembari memejamkan matanya.
Mereka habis meeting.Tadi diruang meeting Kevin tidak banyak bicara.Al tidak tahu apa yang terjadi.Tapi sepertinya Kevin banyak pikiran.Kalau sudah seperti ini,Al harus bisa memposisikan diri.Dia harus menjadi sahabat bagi Kevin.Agar dia bisa berbicara dengan santai.
"Kamu kenapa sih.Dari tadi aku perhatikan diam saja.Seperti banyak hutang saja".Ujar Al, untuk mencairkan suasana.
Tapi sampai hampir sepuluh menit,Kevin masih tetap diam.
"Saya balik keruangan saya ya,tuan". Al berdiri dari duduknya, bersiap untuk keluar dari ruangan Kevin.
Dan berhasil.Kevin langsung membuka matanya.Dia menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan. "Aku bingung,Al.
"Bingung kenapa?".
__ADS_1
"Tadi malam kan,habis makan malam, daddy meminta aku dan Kinan langsung masuk kamar.Karena aku tidak tahu mau ngapain.Dan Kinan pun sepertinya juga sama.Dan entah karena apa,aku bilang. 'Kamu tidur saja,aku tidak akan memperkosa kamu'. Saat aku bilang seperti itu,dia langsung gemetaran.Sepertinya dia masih trauma dengan kejadian itu.Dan aku pun refleks memeluk dia.Awalnya sih dia berontak,tapi aku tidak mau melepaskannya.Sambil dia pukulin dada aku.Sampai dia kecapean dan tertidur.Aku ngak tahu, kalau dengar kata itu saja,bisa membuatnya trauma".
"Bisa jadi dia trauma.Karena pas dengar kata itu,dia mungkin langsung membayangkan kejadian malam itu.Kamu juga pernah cerita,saat awal kejadian,dia mau bunuh diri.Siapa sih yang baik - baik saja saat dilecehkan seperti itu.Tapi tunggu dulu,tadi kamu bilang,saat kalian berdua dikamar.Emang selama ini, kalian tidak satu kamar!".
"Satu kamar lah.Tapi biasanya kalau aku pulang kerja,dia sudah tidur.Jadi tidak ada interaksi apa - apa.Tidak seperti tadi malam.
"Jadi selama menikah, beberapa hari ini kalian belum malam pertama dong".Al menaik turunkan alisnya, menggoda Kevin.
Kevin melemparkan bantal sofa ketubuh Al. "Kenapa jadi itu yang kamu bahas".Ucap Kevin ketus.
"Heran saja, kalian kan sudah suami - istri.Tidak salah dong,kalau kalian melakukannya".
"Menurutmu,Kinan seperti apa?". Kevin tidak menanggapi ucapan,Al.Dia malah menanyakan hal lain.
"Menurutku dia orang baik.Dan cocok dengan kamu.Cobalah untuk membuka hati untuknya".
"Aku takut,saat aku sudah menyerahkan hatiku padanya,dia akan pergi meninggalkan ku".
"Aku yakin,Kinan bukan orang yang seperti itu". Al tahu,bos sekaligus sahabatnya ini pernah terluka karena cinta.Wanita yang dicintainya hanya menginginkan hartanya saja.Dan pergi meninggalkannya demi laki - laki yang lebih kaya darinya.Dan dampak dari kekecewaan itu, membuat Kevin menjadi dingin pada wanita.
"Baiklah.....,aku akan lihat dulu sampai dimana.Oh iya,Al,mulai malam ini kamu menginap dirumah iya".
"Kenapa?".Al mengerutkan keningnya.
"Tadi pagi daddy dan mommy juga oma pergi keluar negeri.Katanya sih urusan bisnis.Tapi aku yakin,itu cuma alasan mereka saja.Biar aku dan Kinan tinggal berdua dirumah.Dan satu lagi,mulai hari ini atur ulang semua jadwal.Karena mulai hari ini aku tidak boleh pulang malam".
"Kalau mereka saja pergi,agar kalian bisa berdua.Kenapa malah minta aku menginap disana".
"Kamu mau melawan perintah.Mau aku pecat".Kevin melototkan matanya.
"Dikit - dikit pecat.... dikit - dikit pecat". Al langsung lari keluar.Keburu diamuk sama Kevin.
Setelah Al keluar dari ruangan.Kevin beranjak dari duduknya menuju kursi kebesarannya.Dia harus menyelesaikan pekerjaannya,agar tidak sampai malam pulangnya.Jangan sampai orang tuanya ngamuk,saat tahu kalau dia pulang malam.
π»π»πΉπΉ
Dukung terus cerita ini ya.
Jangan lupa vote,like dan komen.
__ADS_1
Hadiahnya juga bolehπ
Terimakasih πππ