
Pagi hari saat Kinan bangun,dia tidak merasakan ada suaminya.Ternyata benar,saat dia menoleh kesebelah, ranjang disebelahnya sudah kosong.Menandakan kalau suaminya sudah bangun. "Jam berapa ini," gumamnya.Saat Kinan mau mendudukkan tubuhnya,dia dikagetkan dengan suara suaminya.
"Kamu sudah bangun?"
"Maaf mas,Kinan telat bangunnya." Sahut Kinan.Dia menundukkan kepalanya,belum pernah dia bangun telat seperti ini.Bahkan suaminya sudah selesai mandi.Tapi tunggu dulu,kenapa suaminya tidak memakai baju kerja seperti biasanya.Saat ini suaminya justru memakai baju santai,dengan memakai kaos oblong warna hitam dipadukan dengan celana pendek.Untuk memperjelas, sekali lagi,dia melihat penampilan suaminya.Ternyata benar,dia tidak salah lihat,kalau sang suami mengenakan baju santai.
"Lebih baik sekarang kamu mandi,habis itu kita bicara.Biarkan saja ranjangnya seperti itu,biar nanti aku minta bibi yang bereskan." Ujar Kevin saat melihat istrinya mau merapikan ranjang mereka.Kinan pun menurut,dia meninggalkan ranjang begitu saja.Dia berjalan menuju kamar mandi.Kurang lebih tiga puluh menit,Kinan sudah keluar dari ruang ganti dengan mengenakan dress dengan motif bunga,yang panjangnya selutut, berwarna tosca.
Kinan mengerutkan keningnya saat melihat diatas meja sudah ada sarapan,juga segelas susu dan segelas kopi dan ada juga air putih.Tumben sarapan dikamar, pikirnya.
"Kita sarapan dulu,habis itu baru kita bicara." Kinan pun duduk disamping Kevin,dan mulai memakan sarapannya.
"Tumben sarapan dikamar,mas?" Tanya Kinan disela - sela makannya.Karena baru kali ini mereka berdua sarapan dikamar.
"Ngak papa,mulai saat ini,kita akan sering sarapan dikamar." Kinan hanya mengangguk - angguk, sembari menghabiskan sarapannya.
"Mas mau bicara apa?" Tanya Kinan,sudah lebih lima menit mereka menghabiskan sarapannya,tapi suaminya masih diam.Pada hal suaminya tadi yang bilang mau bicara.
"Kita mau membahas yang tadi malam!"
"Mau bahas yang mana lagi,mas.Bukannya semuanya sudah dibicarakan?"
"Memang sudah,tapi ada beberapa hal yang harus aku luruskan."
"Apa yang mau diluruskan.Memangnya ada yang bengkok,mas." Celetuk Kinan.Membuat Kevin melototkan matanya.
__ADS_1
"Biasa saja kali,mas.Ngak usah melotot gitu." Kekeh Kinan.
"Bisa serius sedikit." Sahut Kevin,dengan kesal.
"Oke..serius." Kinan langsung duduk dengan tegak, sambil melipat kedua tangannya didada. Bukannya langsung ngomong,Kevin malah tertawa.
"Kok malah ketawa sih,mas? Tadi katanya serius, giliran Kinan sudah serius,mas malah ketawa." Ujar Kinan sambil mengerucutkan bibirnya.
Kevin pun langsung menghentikan tawanya. "Maukah kamu menjalani pernikahan ini dengan serius dan memulainya dari awal?" Ucap Kevin sambil memegang kedua tangan Kinan.
"Kalau tidak salah,mas sudah pernah mengucapkan ini.Kenapa sekarang mas mengulanginya kembali?"
"Tentu saja karena tadi malam.Sebenarnya saat dulu aku mengatakan, 'kita mulai dari awal' ,memang itu dari keinginanku sendiri.Tapi karena tadi malam daddy dan mommy bertanya, bagaimana perlakuanku terhadap kamu,selama mereka pergi.Entah kenapa aku malah mengatakan kalau aku menjaga kamu sesuai dengan permintaan mereka.Pada hal maksudku,bukan seperti itu.Kamu pasti paham kan,kamu juga pasti merasakan bagaimana perlakuanku padamu.Itu bukan sikap yang dibuat - buat.Kamu maukan memulainya dari awal lagi?"
Kinan hanya mengangguk sebagai jawaban. "Tapi mas harus ingat,seperti ucapan Kinan tadi malam.Ini adalah kesempatan terakhir untuk mas Kevin."
"Apa Kinan boleh bertanya sesuatu,mas?"
"Kamu mau tanya apa?"
"Apa mas Kevin telah menyayangi dan mencintai Kinan?" Tanya Kinan dengan serius.
"Aku tidak tahu,Yang jelas untuk saat ini,aku tidak ingin jauh darimu.Aku juga merasa nyaman,saat berada didekatmu." Sahut Kevin.
Membuat Kinan mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
"Kalau pertanyaannya dibalik,gimana?"
"Tinggal balik saja,mas.Tapi hati - hati balikinnya,entar minyaknya muncrat." Sahut Kinan dengan tersenyum geli.
"Memangnya gorengan." Kevin melepaskan tangan Kinan,lalu menyandarkan punggungnya kesadaran sofa.
"Eh....mas tahu gorengan juga.Memangnya mas suka gorengan juga?"
"Kok malah bahas gorengan sih?"
"Iya juga ya." Kinan terkikik geli.
"Kamu belum jawab pertanyaan yang tadi?" Ujar Kevin.
"Pertanyaan yang mana lagi,mas?"
"Sudahlah...lupakan saja.Intinya Kita akan memulai dari awal.Dan aku minta sama kamu, supaya kamu bersikap santai saja.Meskipun aku suamimu,kamu bisa anggap aku sebagai temanmu, tempat untuk berbagi cerita.Aku tahu, meskipun kamu menyiapkan semua kebutuhanku,tapi aku tahu,kamu kadang merasa takut dan canggung saat berduaan sama aku.Karena itu,cobalah bersiap tenang dan santai.Kalau ada yang tidak kamu suka dari sikapku,bisa langsung kamu kasih tahu.Agar aku bisa memperbaiki nya.Aku juga akan melakukan hal yang sama.Mungkin selama tiga bulan ini,kita belum mengeluarkan semua sifat kita yang sesungguhnya"
"Karena itu,mulai sekarang jangan ada diantara kita yang merasa tak enak atau canggung lagi.Kita jalani saja apa adanya dengan sifat kita yang sebenarnya.Jangan berusaha menjadi orang lain,agar dianggap hebat atau pintar oleh pasangannya.Kamu setujukan,dengan apa yang aku ucapkan?" Tanya Kevin pada Kinan.
"Iya,mas,Kinan setuju dengan semua yang mas ucapkan.Apa itu artinya,mas akan meminta hak,mas?" Kinan langsung menutup mulutnya,entah kenapa dia menanyakan hal itu.Apa karena dia ingat dengan ucapan Kesya itu?.
"Salah satunya itu,karena sudah sewajarnya aku memintanya.Tapi kamu ngak usah takut,aku tidak akan memintanya,kalau kamu belum siap.Aku akan siap menunggu, meskipun aku mati - matian menahannya.Kamu pikir dengan tidur sambil memelukmu setiap malam,aku ngak pengen.Sebenarnya dari awal aku pengen minta.Tapi aku tidak mau membuat keadaan semakin kacau.Aku akan memulainya dengan perlahan.Sama halnya dengan berciuman,awal - awal kamu trauma kan? Tapi sekarang sudah ngak lagi,bahkan kamu sudah pintar membalasnya." Kevin menaik turunkan alisnya,menggoda Kinan.
"Apaan sih,mas." Kinan mengalihkan pandangannya kearah lain,dengan wajah merona.
__ADS_1
"Ngak usah malu,memang itu kenyataannya kan? Sama halnya dengan hak tadi.Aku juga akan memulainya dengan perlahan.Lagian sekarang kamu masih hamil muda kan? Kata mommy belum bisa berhubungan saat hamil muda.Jadi sekarang sudah selesai ya,kita sudah damai.Kalau kamu mau sesuatu,kamu bisa langsung ngomong sama aku.Jangan lagi merasa takut,atau sungkan.Karena aku adalah suamimu.
"Iya,suamiku.Mas juga sama,kalau mas ada yang tidak suka dengan sifat Kinan,mas bisa langsung ngomong." Kevin mengangguk lalu memeluk istrinya dan mencium puncak kepala sang istri.Mungkin Kevin atau bahkan mereka berdua belum bisa memahami perasaannya.Yang jelas saat ini Kevin tidak mau jauh dari Kinan.Apa lagi tadi malam,saat Kinan mengatakan akan pergi membawa anaknya.Terserah mau bilang dia kalah,karena dulu pernah mengatakan tidak akan pernah mencintai Kinan.Yang penting dia tidak mau kehilangan Kinan dan anaknya.