Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Part 43


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan oleh Al,sudah memasuki gerbang mansion.Seperti permintaan sang daddy,hari ini Kevin pulang cepat dari kantor.Memang tidak terlalu cepat,tapi juga tidak terlalu malam.Bisa dibilang,senja menyapa,saat dia tiba didepan mansion.


Begitu mobil berhenti,Al langsung keluar membuka pintu samping untuk Kevin. "Saya pulang kerumah dulu tuan.Nanti malam saya datang lagi".Ucap Al saat Kevin sudah keluar dari dalam mobil.


"Hemmmm......Hati - hati". Kevin menepuk bahu Al, sebelum dia masuk kedalam rumah.


" Iya tuan".Al menundukkan kepalanya.Setelah Kevin masuk,Al bergegas masuk kembali kedalam mobil.Dia duduk dibalik kemudi.Lalu dia menjalankan mobilnya dan keluar dari gerbang.Dia akan pulang kerumahnya untuk mengambil keperluannya selama tinggal dikediaman keluarga William.Meskipun sudah ada beberapa pakaiannya disana.Tapi dia perlu mengambil beberapa barang yang dia butuhkan.


Sementara Kevin, langsung naik kelantai dua.Begitu masuk kamar,dia melihat istrinya sedang duduk dimeja rias.


"Sudah pulang mas".


"Hemmm......". Kevin hanya berdehem.Lalu dia mengeluarkan ponsel dan dompetnya dari kantongnya,dan meletakkannya diatas nakas.Setelah itu dia berjalan menuju kamar mandi.


Tahu kalau suaminya mandi,Kinan menyudahi kegiatannya.Dia pun beranjak dari duduknya,dan masuk keruang ganti.Dia akan menyiapkan baju ganti untuk suaminya.Setelah memilih mana yang cocok untuk sang suami,dia membawanya keluar dari ruang ganti,dan meletakkannya diatas ranjang.Setelah itu,dia memilih turun kelantai bawah.Lebih baik dia keluar,dari pada dia didalam kamar,dan melihat suaminya pakai baju.


Tidak berapa lama,Kevin sudah turun kelantai bawah.Dia duduk disofa yang berhadapan dengan yang diduduki oleh Kinan. "Kamu sudah makan?". Tanya Kevin pada Kinan.


"Belum mas".


"Lebih baik sekarang kita makan.Setelah itu,kita perlu bicara".


"Mau bicara apa,mas!".

__ADS_1


"Nanti juga kamu tahu".Ujar Kevin,sambil berlalu menuju meja makan.


Kinan pun mengikuti langkah suaminya.Dia pengen cepat selesai makan.Karena dia cukup penasaran dengan apa yang mau dibicarakan oleh suaminya.Tiba dimeja makan, terlihat diatas meja sudah tersedia makanan untuk makan malam mereka berdua.Kinan mengambil piring dan mengisinya dengan nasi.


"Mas mau lauk apa?",tanya Kinan.Karena diatas meja ada tiga macam lauk.


"Yang itu saja". Jawab Kevin menunjuk daging rendang yang ada di mangkuk.


Kinan pun mengambil beberapa potong.Karena potongan dagingnya tidak terlalu besar.Dia juga menambahkan sayur.Setelah itu dia meletakkan dihadapan sang suami.Lalu dia mengambil untuk dia sendiri.Mereka berdua makan dengan keheningan.Hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu,yang sesekali terdengar.Setelah acara makan malam keduanya selesai, keduanya langsung masuk kamar.Seperti ucapan Kevin tadi,kalau ada hal yang mau dia bicarakan.


Dan disinilah keduanya sekarang.Duduk berhadapan diatas ranjang.Kevin lebih memilih duduk diatas ranjang,dari pada duduk disofa.Sudah lebih lima belas menit keduanya duduk,tapi tidak ada yang memulai untuk bicara.Kinan sampai salah tingkah,duduk dihadapan suaminya.Gimana tidak salah tingkah,dari tadi suaminya menatapnya terus.


"Sebenarnya mas mau ngomong apa sih.Kalau tidak ada,lebih baik aku tidur.Atau ngak,aku mau turun kebawah lagi".Ucap Kinan,yang sudah merasa bosan menunggu suaminya untuk bicara.


Kevin menarik nafas panjang,dan mengeluarkannya secara perlahan. "Aku mau minta maaf".


"Dari kemarin aku belum minta maaf dengan benar,atas apa yang aku lakukan kepadamu beberapa waktu yang lalu.Aku akui,aku salah,sudah merenggut hal berharga yang kamu miliki secara paksa.Dan setelah kejadian itu,aku tidak berusaha untuk mencarimu.Dan saat kejadian malam itu membuahkan hasil,aku malah meragukannya dan mengatakan hal yang menyakiti hatimu.Untuk itu,maukah kamu memaafkanku?.Aku tahu, kesalahanku begitu banyak dan fatal,dan susah untuk dimaafkan.Tapi aku berharap kamu mau memaafkanku.Dan maukah kamu menjalani pernikahan ini dengan serius,dan memulainya dari awal.Bukan hanya untuk anak yang ada dikandunganmu,tapi untuk kita".Ucap Kevin sambil memegang kedua tangan Kinan.


Kevin sudah memikirkan ini dari tadi malam,dia akan memulainya dengan Kinan.Meskipun tidak bisa memberikan cinta,tapi dia akan merubah sikapnya kepada Kinan.Biar bagaimana pun, mereka sudah menjadi suami - istri.Dan ada anak yang harus mereka jaga.Kalau pun nanti dia sudah mencintai Kinan,dia berharap Kinan tidak akan meninggalkannya.


"Kamu mau kan memaafkan semua kesalahanku?".Tanya Kevin pada Kinan yang diam saja dari tadi.


"Baiklah,mas.Sebenarnya sebelum mas minta maaf,aku sudah memaafkan dan melupakan kejadian itu.Tapi karena mas sudah mengakui semua kesalahan mas,dan minta maaf langsung,maka aku akan menerima maaf mas dengan ikhlas.Seperti ucapan mas tadi,kita mulai dari awal untuk membina keluarga kecil kita ini".

__ADS_1


"Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat.Meskipun aku tadi bilang, menjalani pernikahan ini dengan serius,kamu tidak akan mendapatkan cinta dariku.Seperti perkataanku hari itu,kalau aku tidak bisa memberikan cinta untukmu".


Baru juga minta maaf,sudah langsung berulah.Dasar tuan muda aneh.Siapa juga yang mengharapkan cintamu.Tapi kita lihat,berapa lama kamu tidak mencintaiku,tuan muda.Jangan panggil namaku Kinan,kalau tidak bisa membuatmu mencintaiku.


"Mas jangan khawatir,aku juga tidak mengharapkan mas untuk mencintaiku.Justru aku berterima kasih,karena mas sudah menerima aku dan janin ini".Kinan mengelus perutnya yang masih rata.


"Baiklah,aku setuju.Karena tadi mas bilang kita akan memulai semuanya dari awal,aku harap,mas bisa merubah sikap mas yang selalu jutek sama aku.Masa aku sudah bersikap lembut,tapi mas selalu jutek.Jadi bisakah mulai saat ini mas merubahnya.Dan ada satu hal yang lebih penting.Meskipun tidak ada cinta diantara kita,aku mohon,tolong jangan pernah mas mengkhianatiku.Kalau mas merasa bosan sama aku,mas bisa langsung ngomong.Biar kita bisa berpisah secara baik-baik". Kinan menatap Kevin dengan mata berkedip - kedip, sembari memberikan senyum termanisnya.


Yang membuat Kevin kaget dan gelagapan saat melihat Kinan mengedip -ngedipkan matanya.Terlihat menggemaskan.Ingin rasanya dia mengurung Kinan saat ini juga.Sebelum pikirannya kemana - mana,dia mengatakan


"Aku akan berusaha.Karena sudah tidak ada lagi yang mau kita bicarakan,lebih baik kita tidur". Setelah mengucapkan kalimat itu,Kevin langsung membaringkan tubuhnya dan membelakangi Kinan.


Pada hal masih ada yang mau Kinan bicarakan pada sang suami.Tapi karena suaminya sudah bilang mau tidur,dia pun membaringkan tubuhnya.Karena dia tidak bisa tidur,dia pun menghadap suaminya.Jadilah dia tidur menatap punggung suaminya.


Ternyata Kevin pun merasakan hal yang sama.Dia tidak bisa tidur, kalau tidak memeluk Kinan.Dengan pelan,dia pun membalikkan badannya.Dia kaget karena Kinan juga belum tidur,dan sedang memperhatikannya. " Kenapa belum tidur".


"Belum ngantuk mas".


"Mau tau caranya biar cepat ngantuk ngak".Tanpa menunggu jawaban Kinan,Kevin langsung menyatukan b******a dengan b**** Kinan.


Tapi Kinan langsung mendorong badan Kevin. "Jangan tuan....jangan...tuan jangan....".


Kevin langsung membawa Kinan kedalam dekapannya. " Aku tidak akan melakukan apa-apa,kamu tidur saja.Maafkan aku". Kevin terus mendekap tubuh Kinan yang berontak. Hingga beberapa saat terdengar deru nafas yang teratur.Menandakan kalau Kinan sudah tidur.Lalu Kevin melepaskan dekapannya.Dia membenarkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Kinan.

__ADS_1


Kevin merutuki sikapnya yang tidak bisa menahan diri untuk mencium istrinya.Tapi dia akan bersabar dan mencobanya dengan perlahan.Agar istrinya terbiasa dan tidak trauma akan sentuhannya.


"Selamat malam,mimpi indah".Ucap Kevin lirih.Dia mencium kening dan bibir Kinan singkat.Kevin kembali membawa tubuh Kinan kedalam dekapannya.Dan memejamkan matanya, menyusul sang istri kealam mimpi.


__ADS_2