Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Bab 90


__ADS_3

Kevin yang tidak menemukan sang istri di kamar mereka, bergegas keluar kamar. Dia berlari menuruni anak tangga untuk mencari sang istri kebawah, hingga dia bertemu dengan Pak Salman.


"Anda membutuhkan sesuatu tuan muda?"


"Kinan dimana Pak?"


"Nona muda ada ditaman belakang bersama nyonya dan Oma Jeny tuan!"


"Terimakasih Pak!" Kevin lebih dulu kebelakang untuk minum. Rupanya dia merasa haus karena berlari tadi. Setelahnya dia ketaman belakang lewat pintu samping.


Sementara di gazebo yang ada ditaman belakang, Kinan sudah duduk manis sembari makan cemilan. Tadi begitu dia turun, dan tidak melihat mommy Cella dan Oma Jeny, dia langsung datang kesini. Karena sudah menjadi kebiasaan, setiap pagi sehabis sarapan, mommy Cella dan Oma duduk santai di gazebo belakang ini. Bahkan saat Kinan ada di paviliun belakang kemarin itu, dia bisa melihat kearah sini, tapi dia tidak mau bergabung. Bukan tidak ingin, tapi dia takut kalau sewaktu - waktu suaminya tiba - tiba pulang dari kantor dan melihatnya ada disana. Bisa - bisa ketahuan kalau dia ada disekitar sini.


Dan disinilah ketiganya sekarang. Sudah ada beberapa cemilan dan minuman untuk menemani acara santai mereka.


"Kok kamu sendiri sayang, bukannya suamimu tidak berangkat kekantor?" Mommy Cella memulai pembicaraan. Dia kaget melihat Kinan datang kebelakang. Padahal Kevin tidak berangkat ke kantor, kenapa Kinan malah kesini, mana sendiri pula, pikirnya.


"Mas Kevin ada di atas mom!" Melihat mommy Cella yang mengerutkan keningnya, Kinan melanjutkan


"Hehehe, tadi Kinan ngerjain mas Kevin mom!"


Mommy Cella mengangguk - anggukkan kepalanya tanda mengerti. Dia tidak mau bertanya, mengerjai seperti apa yang dimaksud menantunya.


"Mommy pikir suamimu mengijinkan kamu datang kesini. Secara dari kemarin sore saja, anak mommy yang bandel itu sudah mengurungmu di kamar."


"Mommy!" Lirih Kinan dengan menundukkan kepalanya, merasa tidak enak sama mommy Cella.


"Kamu dan calon cucu mommy baik - baik saja kan? Anak mommy yang bandel itu nggak main kasar kan? Kalian tidak melakukannya semalaman penuh kan sayang?" Tanya mommy Cella beruntun, pertanyaan yang berniat untuk menggoda menantunya yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


Sementara Oma Jeny menggeleng - gelengkan kepalanya melihat kejahilan menantunya itu.


"Awas saja kalau anak mommy yang bandel itu membuat kamu sampai kecapean. Mommy akan memasukkannya kembali kedalam perut mommy!"


"Siapa yang mau mommy masukkan kedalam perut?" Terdengar suara Kevin dari arah belakang. Kevin langsung duduk disamping sang mommy.


"Panjang umur, orangnya langsung nongol!"


"Aw, aw, aw! Sakit mom!" Kevin menjerit kala mommy Cella menjewer telinganya.

__ADS_1


"Kenapa dijewer sih mom?" Kevin mengusap telinganya yang terasa panas, habis dijewer mommy Cella. Sementara Kinan menjulurkan lidahnya meledek suaminya.


"Kok kamu nggak ada simpatinya sih Ay, pada suami. Mas habis dijewer lho ini. Mommy juga bisa kena pasal, ini termasuk kekerasan tahu mom!" Dengan masih mengusap - usap telinganya, Kevin menggerutu saat melihat istrinya tertawa. Sepertinya mommy Cella menjewernya terlalu kuat.


"Gayamu kena pasal, mau mommy tambahin. Lagian salah sendiri mengurung menantu mommy. Kamu tidak mengerti bagaimana perasaan mommy. Memangnya hanya kamu yang kangen pada Kinan, mommy juga kangen pada menantu dan calon cucu mommy. Tapi kamu dengan seenaknya mengurungnya semalaman." Suara mommy Cella terdengar bergetar, wajahnya pun terlihat sedih, pura - pura sedih lebih tepatnya. Sepertinya akting mommy Cella beberapa hari ini, sudah melekat dalam dirinya. Hingga sampai saat ini, dia masih mengerjai anaknya.


Kevin yang melihat sang mommy sedih, langsung memeluk mommynya. Dia merasa bersalah karena telah membuat mommynya sedih. Tanpa dia tahu, kalau mommy Cella tersenyum dalam pelukannya. Membuat Kinan dan Oma terkekeh geli. Kevin tidak melihatnya, karena posisi Kevin yang membelakangi mereka.


"Maaf iya mom, seharian ini mommy bisa bebas berduaan dengan menantu mommy!"


"Benarkah?" Mommy Cella melepaskan pelukannya.


"Eh, jangan hari ini deh mom. Aku masih punya urusan dengan menantu mommy yang cantik itu. Besok iya, mommy sama Kinan pergi kemana saja boleh. Mau belanja juga boleh." Kevin langsung meralat ucapannya, begitu dia ingat kalau pembicaraannya dengan sang istri belum selesai.


"Kamu gimana sih, nak, plin - plan banget, sebentar bilang ini, sebentar bilang itu. Tapi nggak papa deh, besok juga nggak papa. Tapi kayaknya hari ini mommy pengen belanja juga. Kalau besok kan lai...."


"Iya, nanti aku transfer, mommy tenang saja!" Kevin tentu paham maksud mommynya. Kadang dia heran melihat mommynya yang seperti tidak punya uang. Padahal direkening sang mommy, uangnya tidak akan habis meski dipakai belanja setiap hari. Belum lagi black card dari daddynya .Tapi dari pada panjang urusannya, mending dia mengalah saja.


"Kamu memang anak mommy yang paling baik, paling ngerti apa yang mommy inginkan!" Mommy Cella menepuk pundak anaknya.


"Hehehe!" Mommy Cella malah cengar - cengir.


"Ayok Ay, kita ke kamar!" Kevin beralih pada sang istri.


"Mau ngapain mas ke kamar, ini masih pagi padahal. Memangnya yang tadi malam masih kurang mas?"


"Apa!" Tentu saja Kevin kaget, dia tidak menyangka dengan jawaban istrinya, yang membuatnya menjadi salah tingkah. Bahkan wajahnya sudah memerah. Bisa - bisanya istrinya mengatakan kalimat seperti itu dengan santai.


"Mommy setuju dengan menantu mommy. Ngapain kalian ke kamar lagi, baru juga kalian dari kamar." Mommy Cella terkekeh geli melihat anaknya yang salah tingkah.


"Ini tidak seperti yang mommy pikirkan. Yang jelas, aku dan Kinan harus bicara sekarang, mom!" Kevin memberi isyarat pada sang istri untuk ikut dengannya.


"Mom, mas Kevin melotot!" Entah kenapa Kinan suka melihat suaminya diomeli oleh mommy Cella. Apa ini juga termasuk bawaan bayi, pikirnya.


"Kevin! Jangan membuat menantu mommy takut iya. Atau mommy tidak ijinkan kamu bawa Kinan!"


"Astaga, melotot gimana sih?" Sepertinya istrinya yang kelewat jahil ini, harus benar - benar dihukum.

__ADS_1


"Kinan istriku sayang, cintaku, calon ibu dari anak - anakku, yok ikut mas, sayang!" Kevin memberikan senyum terbaiknya sembari mengulurkan tangannya kearah sang istri. Membuat yang lainnya tergelak.


"Udah sayang, ikut saja sama suamimu. Siapa tahu suamimu sudah tidak kuat!" Ujar mommy Cella pada Kinan.


Kinan beranjak dari duduknya dan menerima uluran tangan suaminya yang masih mengambang diudara.


"Kami masuk duluan iya mom, oma!" Kinan pamit sebelum meninggalkan gazebo.


"Ingat iya, Vin, jangan buat menantu mommy kecapean!"


"Kecapean apa sih mom, wong kita berdua cuma ngobrol kok!" Tidak mau mendengar omongan aneh sang mommy, Kevin bergegas menuntun sang istri masuk rumah.


"Vin!"


"Apa lagi sih, mom?" Kevin yang sudah menjauh menghentikan langkahnya saat sang mommy memanggilnya. Dia juga membalikkan tubuhnya.


"Jangan lupa transfer!"


"Hemmm!"


"Cucu mama yang beberapa hari ini, seperti tidak ada semangat hidup sudah kembali seperti semula" Ujar Oma Jeny, saat melihat Kevin dan Kinan menghilang dibalik pintu.


"Istrinya sudah pulang, pastilah dia semangat, ma. Tapi sepertinya Kinan belum kasih tahu, kemana dia pergi. Buktinya Kevin tidak ada ngomong apa - apa pada kita!"


"Mungkin itu yang mau mereka bahas sekarang. Apa reaksinya nanti, kalau dia tahu kita terlibat."


"Mama tenang saja, dia tidak akan bisa marah. Kinan pasti punya cara untuk menjinakkan cucu mama itu!"


"Memangnya apaan, cucu mama pakai dijinakkan segala."


"Loh, mama nggak sadar iya, kalau cucu mama yang bandel itu sudah jinak sama cucu menantu mama!" Kekeh mommy Cella.


"Mudah - mudahan mereka bahagia selalu." Tambah mommy Cella.


"Iya, mama juga berharap seperti itu. Perjalanan mereka masih panjang, semoga pondasi mereka kuat. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tidak menutup kemungkinan ada kerikil - kerikil kecil yang akan mengganggu keharmonisan keluarga kecil mereka. Tapi sekecil atau sebesar apapun nanti masalah mereka, mudah - mudahan mereka bisa melaluinya."


Mommy Cella membenarkan ucapan mama mertuanya. Dia hanya bisa berdoa untuk keutuhan keluarga anak dan menantunya.

__ADS_1


__ADS_2