
"Kalau boleh aku memberikan saran,ada baiknya kalian mendekatkan diri,satu sama lain.Karena kegiatan itu,wajib dilakukan.Sekarang hubungan kaliankan sepasang suami istri.Kegiatan tersebut juga bisa membuat rumah tangga kalian semakin harmonis.Bukan berarti kegiatan itu menjadi tolak ukur, untuk menjadikan keharmonisan dalam berumah tangga.Maksudku dengan melakukan hubungan suami istri,kalian akan merasa saling memiliki dan saling mengerti satu sama lain.Tapi ingat satu hal, kalian berdua harus melakukannya dengan didasari cinta dan kasih sayang.Jangan hanya berlandaskan nafsu semata.Aku yakin,kamu pasti sudah jatuh cinta kepada suamimu kan?.Siapa sih yang tidak bisa dengan cepat mencintai laki - laki seperti tuan Kevin.Meskipun terkenal kejam,tapi dia tampan dan berwibawa.Diluaran sana banyak wanita yang tergila-gila pada tuan Kevin.Masa kamu yang sudah menjadi istrinya,dan berinteraksi dengannya setiap hari tidak jatuh cinta.Bahkan kalian tidur satu kamar,dan satu ranjang pula".
Kinan hanya tersenyum kecil.Dia tidak tahu sudah mencintai suaminya atau tidak.Tapi dia selalu merasa deg - degan saat berada didekat sang suami.
"Aku tahu awal kalian menikah,karena suatu insiden.Tapi untuk sekarang ini, keadaan sudah berubah.Aku juga yakin,kalau saat ini kalian sudah saling mencintai dan saling menyayangi.Tapi mungkin kalian belum ada yang menyadarinya.Jadi bangunlah komunikasi dengan menggunakan seluruh anggota tubuh yang kalian miliki.Mungkin awalnya kamu akan langsung mengingat kejadian waktu itu,tapi bukankah kamu sudah melupakannya.Dan kalau tidak dimulai,kapan traumamu itu akan hilang!". Kesya memberikan saran dan penjelasan yang banyak untuk Kinan.Sebenarnya tanpa Kesya tanyakan pun,dia sudah yakin kalau Kinan dan suaminya belum melakukan hubungan itu.Dia hanya memperjelas saja,makanya dia tanyakan langsung pada Kinan.
Sementara Kinan hanya mengangguk - anggukkan kepalanya,tanda mengerti. "Baiklah,Sya,nanti aku akan pikirkan.Dan terimakasih banyak atas sarannya".
"Maaf iya,Kin.Aku bukannya sok pintar atau apa,tapi menurutku tidak salah kalian melakukan itu.Karena kalian sudah menjadi suami istri,jadi sah - sah saja kalau melakukannya.Sebenarnya sudah dari kemarin - kemarin aku pengen ngomong.Setiap kita ngobrol atau video call,pengen bahas itu.Tapi setelah aku pikirkan lagi,ada baiknya ngomong langsung.Jadi aku harap kamu tidak tersinggung dengan semua ucapanku tadi".
"Iya,,iya.Aku ngak tersinggung atau sakit hati kok.Justru aku berterimakasih sama kamu,sudah memberikan masukan untukku.Itu artinya kamu perduli dan sayang padaku.Dengan kamu mengatakan itu,bisa jadi membuat hubungan aku dan suamiku lebih baik lagi.Justru aku bangga punya teman sebaik dan seperhatian kamu.Hingga hal seperti ini pun bisa kamu pikirkan.Pada hal kamu belum menikah.Bahkan masih jomblo lagi,tapi sudah mengerti untuk urusan seperti itu".
"Sialan banget sih!. Kalau mau muji,iya muji saja,ngak usah ngomongin jomblo". Kesya mengerucutkan bibirnya.
"Tolong iya,bahasa dijaga.Jangan mengucapkan kata-kata kasar atau mengumpat didepan calon anakku.Aku ngak mau anakku mendengar kata-kata kasar meskipun masih didalam kandungan".Kinan terkekeh, sembari mengelus perutnya.
"Sorry aku lupa.Maafkan auntymu yang cantik jelita,baik hati dan tidak sombong ini iya,sayang".Kesya merasa bersalah dan ikut mengelus perut Kinan. "Sudah mulai kelihatan juga keras iya,Kin".Mata Kesya membulat terkesima,saat mengelus perut Kinan.
Membuat Kinan juga ikut tersenyum dan juga senang, melihat Kesya yang masih mengelus perutnya.
Tiba - tiba datang seorang pelayan menghampiri mereka.
__ADS_1
"Ada apa mbak?".Tanya Kinan,saat pelayan tersebut sudah ada dihadapan keduanya.Memang Kinan memanggil mbak,sama beberapa pelayan yang ada di kediaman keluarga William.Yang umurnya tidak terlalu tua.
"Maaf nona muda.Tuan dan nyonya besar juga Oma sudah pulang.Dan menunggu nona muda diruang keluarga".
"Oh iya!. Syukurlah kalau mereka sudah pulang.Ayo,Sya,kita masuk".Kinan sangat antusias untuk bertemu dengan kedua mertuanya juga Oma Jeny.
"Aku pulang saja iya,Kin.Aku ngak enak ketemu sama mertuamu". Kesya tentu saja menolak untuk ketemu dengan tuan dan nyonya William.Bukannya apa - apa,tapi dia merasa segan saja.
"Ngak papa, mertuaku baik kok.Kan mertuaku juga sudah kenal sama kamu,begitupun sebaliknya.Kamu pun sudah mengenal mertuaku,udah ayo". Kinan menarik tangan Kesya agar ikut masuk,dan Kesya hanya bisa pasrah saat Kinan menarik tangannya, untuk ikut menemui mertuanya.
"Mommy....". Teriak Kinan,saat dia sudah hampir sampai diruang keluarga.Kinan tidak sadar,jalan cepat - cepat,dan hampir berlari.
"Pelan - pelan saja jalannya,sayang.Ingat kamu lagi hamil". Ujar mommy Cella saat melihat menantunya dengan jalan cepat seperti itu.Dia pun berdiri dan merentangkan kedua tangannya, untuk memeluk menantunya.
"Loh.....kok malah nangis,sayang". Ucap mommy Cella,saat merasakan bahu sang menantu bergetar.Dan juga terdengar isakan lirih,dia pun mengelus - elus punggung sang menantu dengan sayang.Mommy Cella membiarkan menantunya meluapkan apa yang dirasakan menantunya.Setelah sang menantu merasa tenang, mommy Cella mengurai pelukannya.Masih ada sisa air mata diwajah cantik sang menantu.
"Kenapa sayang.Apa anak mommy yang bandel itu, bertingkah dan tidak memperhatikan kamu dan juga kandunganmu,selama kami tinggal pergi?".Tanya mommy Cella, sembari menghapus air mata Kinan dengan tissue yang disodorkan oleh Oma Jeny.
Membuat Kinan menggelengkan kepalanya.
"Terus apa yang membuat kamu menangis,sayang?".
__ADS_1
"Kinan kangen sama mommy". Jawab Kinan pelan.Membuat yang lainnya tertawa.
"Astaga,sayang.Mommy pikir karena apa.Mommy juga kangen kok sama menantu mommy ini". Mommy Cella kembali memeluk sang menantu. "Maaf iya,sayang,kami perginya lama.Kami ngak akan pergi - pergi lagi kok,sampai kamu melahirkan".
"Jadi cuma kangen sama mommy saja nih,daddy sama Oma ngak!". Daddy Marvin pura - pura sedih.
Kinan pun melepaskan diri dari pelukan mommy Cella dan berjalan menghampiri daddy Marvin. "Kinan juga kangen sama daddy". Kinan memeluk daddy Marvin sebentar.Daddy Marvin membalas dengan mencium puncak kepala sang menantu.Lalu Kinan beralih kepada Oma Jeny. "Kinan juga kangen sama oma".Kinan memeluk Oma Jeny.
"Bagaimana keadaan calon cicit oma,nak?".Tanya Oma Jeny saat mereka sudah duduk.
"Baik kok,oma".Sahut Kinan, sembari mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
"Kamu belum ada ngidam,sayang?".Tanya mommy Cella.
"Ngak ada mom,ngak tahu kalau nanti".
"Pada hal mommy sudah membayangkan kalau Kevin kalang kabut,saat kamu minta sesuatu.Harusnya kamu pura - pura ngidam saja,sayang.Minta saja apa yang kamu mau,biar dia yang cari.Kalau ngak,kamu minta dia untuk melakukan apa,gitu!".Ujar mommy Cella.
"Kenapa sekarang mommy senang banget ngajak Kevin ribut".Daddy Marvin menggelengkan kepalanya,merasa heran dengan sang istri yang akhir-akhir ini suka cari gara - gara pada anaknya.
🌻🌻🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukungannya ya vote, like dan komen.Hadiahnya juga boleh.
Terimakasih 🙏💝