
Pagi hari Kinan menggeliat lalu mengerjabkan matanya,dia merasa ada sesuatu yang menimpa tubuhnya.Dia melihat kebawah,ternyata tangan suaminya yang tengah memeluknya.Disingkirkannya tangan suaminya secara perlahan,agar tidak mengusik tidur suaminya.Tetapi baru saja dia mencoba memegang tangan suaminya,sang suami justru mengeratkan pelukannya.Kevin memeluknya seperti guling.Bahkan Kevin menduselkan wajahnya, diceruk leher Kinan.Yang membuat Kinan merinding,ketika merasakan hembusan nafas Kevin, mengenai leher jenjangnya.
Sekali lagi Kinan mencoba untuk menyingkirkan tangan suaminya dari tubuhnya,namun tetap saja tidak bisa. "Dasar laki - laki,pintar sekali cari kesempatan",ucap Kinan kesal.
Membuat Kevin tersenyum tipis,didalam tidurnya,saat mendengar ucapan istrinya.Sebenarnya Kevin sudah bangun dari tadi,saat merasakan pergerakan,Kinan.Tetapi Kevin enggan untuk membuka matanya.Dia malah mencari kesempatan, untuk memeluk istrinya.
Kinan tidak hilang akal,karena tidak bisa menyingkirkan tangannya,Kinan mencubit perut Kevin dengan kuat.Karena dia sudah merasa kesal dengan sang suami,yang terus memeluk tubuhnya.Yang membuat dia sesak nafas dan susah bergerak.
"Aaadaawwww.....". Seketika Kevin membuka matanya,dan langsung duduk."Kenapa kamu malah mencubit perutku".Ucap Kevin kesal, sembari melihat perutnya yang habis dicubit Kinan.
"Lihat hasil cubitanmu".Kevin mengangkat bajunya,dan memperlihatkan bekas cubitan Kinan.
Kinan pun juga ikut bangun dan duduk.Dia merasa bersalah,karena melihat perut Kevin yang merah,bekas cubitannya.
"Sudah dua kali kamu melakukan kekerasan padaku.Tidak lihat hasil yang kemarin malam saja belum hilang sepenuhnya.Sudah kamu tambah lagi sekarang,mana sakit lagi".Ucap Kevin kesal, sambil mengelus perutnya yang terasa sakit.
"Maafkan aku mas.Habisnya aku ngak bisa nafas karena mas meluknya kekencangan".Ucap Kinan pelan dan merasa bersalah. "Mas tidak mau mamaafkanku?".Tanya Kinan,saat melihat Kevin diam saja.
"Karena perbuatanmu ini,sudah termasuk KDRT,dan bisa dikenai pasal,maka aku akan memaafkanmu,dengan syarat".Kevin menyeringai,dia akan memanfaatkan keadaan.
Kinan merasa waspada.Takut kalau suaminya akan minta syarat yang aneh-aneh. "Emang apa syaratnya mas?".Tanya Kinan pelan, sambil menundukkan kepalanya.
"Syaratnya gampang kok". Kevin semakin menyeringai. "Kamu harus menciumku,atau kalau kamu tidak bisa,biar aku saja yang menciummu.Bagaimana,gampang kan syaratnya".Ucap Kevin santai.
Sudah kuduga,kalau dia akan minta yang aneh-aneh.Licik sekali dia, memanfaatkan keadaan.Lihat senyumnya itu.Ishhh.....
"Apa tidak ada syarat lain mas.Atau mas mau dimasakin makanan enak.Aku pintar masak lho". Kinan mencoba memberikan penawaran.Bukan dia tidak mau mencium,tapi dia tidak tau gimana caranya.Karena sebelumnya dia belum pernah ciuman,selain malam kejadian itu.Itu pun bukan dia yang mencium,tetapi Kevin yang melakukannya secara paksa.
"Syaratnya hanya itu.Kalau soal makanan,ada pelayan yang bertugas menyediakannya.Jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk memasak.Tapi kalau kamu tidak mau sih terserah.Aku juga ngak maksa".Kevin bersiap untuk turun dari ranjang.
"Emang kalau aku tidak mau,mas mau melakukan apa?".
__ADS_1
"Melaporkanmu, mungkin.Atau ngak kasih tahu daddy dan mommy,juga oma.Kalau menantu mereka,tidak sebaik yang mereka pikirkan.Masa baru ditinggal sebentar sama mereka, menantunya sudah melakukan kekerasan,pada anak tersayangnya ini.Bagaimana nanti perasaan mereka,kalau tahu anaknya mengalami KDRT". Kevin membuat mimik wajahnya sesedih mungkin.Seakan mendalami peran,kalau dia adalah korban kekerasan benaran.
Dia terlalu mendramatisir keadaan.Tapi lucu juga wajahnya seperti itu.Bukannya aku merasa takut,tapi pengen ketawa.Dosa nga sih,kalau akau ketawain dia.
Kinan berusaha menahan tawanya,karena wajah Kevin yang dibuat sok imut itu,tidak cocok sama sekali dengan sifatnya,yang terkenal dingin dan kejam. "Baiklah.....,kalau memang syaratnya tidak bisa diganti,aku akan melakukannya".Ucap Kinan dengan berani.
Tidak ada salahnya,aku menciumnya.Agar nanti aku tidak takut lagi,kalau suatu saat dia menciumku.
Kinan memutuskan untuk menerima syarat dari sang suami.Meskipun dia tahu,kalau suaminya sengaja minta syarat itu.Tapi menurutnya,itu tidak terlalu buruk.Toh mereka adalah suami istri.Jadi untuk hal yang satu itu,adalah hal yang wajar.Tinggal dia yang akan melawan rasa takut dan traumanya.
"Karena kamu sudah setuju.Maka lakukan sekarang". Ucap Kevin dengan tidak sabar.
"Aku akan melakukannya,kalau mas pejamkan mata".
"Kamu tidak akan mengerjaikukan". Kevin langsung ingat kejadian waktu didepan rumah.
Kinan tergelak,karena tahu arah ucapan Kevin. "Ngak akan,mas.Ngak percayaan banget sih".
Kinan terkekeh melihat Kevin,yang dengan cepat pejamkan mata.Dia masih terdiam, belum melakukan apa-apa.
"Lama banget sih,aku buka mata iya!".Ucap Kevin kesal,dia sudah bosan menunggu.Tinggal cium doang,apa susahnya sih, pikirnya.
"Iya.....iya. Tidak sabaran banget",gerutu,Kinan.Dia mendekatkan wajahnya kewajah sang suami.Dan dengan cepat,Kinan mengecup bibir, suaminya.Hanya mengecup,dan saat,Kinan mau menjauhkan wajahnya,Kevin langsung menahan kepala,Kinan.
Kevin langsung menyambar, bibir Kinan kembali.Dia menggigit bibir Kinan dengan pelan,agar Kinan membuka mulutnya.Dan berhasil,Kinan pun membuka mulutnya.Kevin tidak menyia - nyiakan kesempatan,dia langsung memasukkan lidahnya,dan memainkannya.Dia merasakan tubuh,Kinan yang tegang,tapi dia tidak menghentikan aksinya.
"Emmmppphhhh....".Kinan berteriak dalam ciumannya,dan berusaha menjauhkan tubuh suaminya.Tetapi tidak berhasil,karena Kevin menahan kepalanya.
Setelah merasa,Kinan hampir kehabisan nafas,baru Kevin melepaskan ciumannya.
Kinan menghirup oksigen sebanyak - banyaknya.Karena dia merasa kehabisan nafas.Bersamaan dengan itu,dia menitikkan air mata.
__ADS_1
Kevin membawa Kinan kedalam dekapannya.Dia merasa bersalah melihat Kinan yang menitikkan air mata.Tapi dia harus melakukan itu.Kalau tidak,Kinan akan terus trauma dengan sentuhannya.Setelah merasa tenang,Kevin melepaskan dekapannya.Kevin memegang kedua tangan Kinan.
"Maafkan aku,tapi itu salah satu cara agar kamu terbiasa.Kamu percaya kan,sama aku?".
Lama Kinan terdiam.Setelah itu dia menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu,boleh aku melakukannya kembali". Wah...wahhh..... Ternyata tuan muda satu ini masih terus cari kesempatan. "Tenang saja,aku cuma cium doang,tidak lebih,dan akan lebih lembut dari tadi",ucap Kevin.Dan tanpa menunggu jawaban Kinan,Kevin langsung menyatukan kembali bibir keduanya.Kevin menahan bagian kepala Kinan,lalu menciuminya pelan dan lembut.Meskipun Kinan tidak membalas,tapi Kevin senang karena Kinan sudah tidak setegang tadi.Hingga beberapa detik,ciuman itu pun terlepas.
Kevin menyatukan keningnya ke kening Kinan. "Terimakasih". Kinan hanya mengangguk sebagai jawaban.
***
Setelah beberapa saat, keduanya turun kelantai bawah.Tiba dimeja makan,disana sudah ada,Al.
"Selamat pagi,kak.Tumben kakak ikut sarapan?".Tanya Kinan,karena biasanya,Al akan menunggu suaminya diluar.
"Selamat pagi nona muda.Saya menginap disini nona", jawab Al.
"Ohhh......."
"Aku yang minta dia menginap,selama daddy dan mommy belum pulang".Ujar Kevin.
Kinan hanya mengangguk tanda mengerti.Lalu dia mengambilkan sarapan untuk suaminya. "Kak Al mau diambilin juga".
"Bo........Al tidak jadi melanjutkan ucapannya,saat melihat Kevin menatapnya dengan tatapan mata tajam. "Biar saya saja,nona".
Lalu ketiganya sarapan dalam keadaan hening.Setelah selesai sarapan,Kinan mengantar sang suami sampai kedepan rumah.Sampai mobil keluar dari gerbang,baru Kinan masuk kedalam rumah kembali.
🌻🌻🌹🌹
Jangan lupa untuk dukungannya ya,vote,like dan komen
__ADS_1
Terimakasih 🙏💝