Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Part 45


__ADS_3

Sudah tiga bulan berlalu,sudah tiga bulan juga Kinan menjadi seorang istri.Kandungannya juga sudah memasuki bulan keempat.Hubungannya dengan suaminya juga semakin membaik.Sampai saat ini, daddy Marvin, mommy Cella dan juga oma Jeny belum pulang dari liburannya.Katanya ketiganya sekalian berkunjung kerumah saudara dari daddy Marvin.Tetapi komunikasi Kinan dengan mertuanya selalu lancar.Selalu memberikan perhatian kepada Kinan, terlebih mengenai kandungannya.Meskipun hanya lewat telepon ataupun video call.


Saat ini,Kinan sedang duduk berdua dengan Kesya digazebo belakang.Iya,tadi Kesya datang berkunjung ke kediaman keluarga William.Kinan merasa senang,atas kedatangan Kesya.Baru hari ini keduanya berjumpa kembali, setelah Kinan menikah.Bukannya Kinan tidak mau jumpa,tapi memang Kesya yang sibuk.Karena Kesya yang sudah mulai masuk kuliah.Belum lagi dia harus kerja paruh waktu.Tapi hari ini,Kesya menyempatkan waktunya untuk bertemu dengan Kinan.Sudah banyak cemilan yang disediakan bibi Surti,untuk menemani obrolan santai mereka.


"Gimana rasanya jadi anak kuliahan,Sya?". Tanya Kinan, memulai obrolan.


"Sama saja sih dengan waktu sekolah.Banyak tugas juga kayak kita dulu.Pertemanannya pun,sama.Ada yang golongan orang kaya dan miskin.Kamu pasti tahulah,dimana - mana hal itu pasti ada.Tapi enaknya,bisa memilih untuk menyesuaikan jadwal kuliah dengan jam kerja,bagi yang kerja,kayak aku ini".


Kinan hanya mengangguk - angguk,tanda mengerti. "Jadi pengen kuliah",ucap Kinan pelan.


"Ngak usah sedih,nanti kalau kamu sudah melahirkan,kamu bisa kok kuliah.Kalau sekarang kan,ngak bisa.Kamu harus fokus sama kandungan kamu.Bukan berarti orang hamil tidak bisa kuliah.Tapi kan kamu belum mulai,lain hal kalau kamu sudah jalani kuliah,tapi ditengah jalan kamu hamil.Maka kamu bisa cuti kuliah.Tapi ini kan sama sekali belum jalan,kita kemarin itu cuma daftar saja.Jadi kalau saran aku sih,lebih baik kamu fokus saja sama kandungan kamu.Setelah nanti kamu melahirkan,baru deh dipikirkan lagi.Lagian ngapain juga kamu kuliah lagi,orang kalau kuliah itu kan biar dapat kerja yang lebih bagus.Uang suamimu kan banyak,ngapain lagi kamu kerja".


"Ngak gitu juga konsepnya bambang.Selain mendapat pendidikan,kalau anak kuliahan itu kan, wawasannya semakin luas.Walaupun sesudah lulus kuliah, banyak orang yang memilih menikah dan menjadi ibu rumah tangga,tapi kan cara berpikir mereka juga beda.Istilahnya apa ya,,, semakin de....".


"Sudahlah....ngapain sih itu dibahas.Mending kita ngomongin yang lain.Biar ngak bikin pusing".


"Ishhhhh.....". Kinan mengerucutkan bibirnya.


Membuat Kesya tertawa.Kesya ngak mau ngomongin tentang kuliah.Karena dia tidak mau membuat Kinan sedih.Yang tidak bisa kuliah karena kejadian yang dialaminya.

__ADS_1


"Oh iya,Kin,kamu masih mual?".


Kinan menggelengkan kepalanya. "Ngak lagi,bahkan semenjak menikah aku sudah ngak mual lagi.Bahkan sampai sekarang aku ngak ada ngerasain apa - apa.Cuma akhir - akhir ini,nafsu makanku nambah.Dan lihat, bentuk tubuhku pun semakin lebar". Kinan juga heran,dia merasa seperti bukan orang hamil.Memang sih menurut yang dia baca,ada juga orang hamil yang tidak merasakan apa-apa.Baru saat kandungannya sudah beberapa bulan terjadi perubahan.Seperti halnya menginginkan sesuatu,atau ngidam.Mudah - mudahan saja,kalau nanti dia pengen sesuatu tidak sulit untuk mendapatkannya.


"Jangan - jangan calon anakmu tahu,kalau orang tuanya sudah bersama.Makanya dia ngak rewel".


Mendengar ucapan Kesya membuat Kinan jadi ingat kembali ucapan mommy Cella.Ibu mertuanya itu juga mengatakan hal yang sama tempo hari.Dan sepertinya dia pun percaya sekarang.Melihat dia yang tidak mual dan biasa saja menjalani kehamilannya.Mungkin benar,kalau calon anaknya merasa senang,karena kini dia dan Kevin sudah bersama.


"Hei....kok malah bengong sih!". Kesya menepuk bahu Kinan.


"Kamu bikin kaget saja".Kinan mengelus dadanya.Karena dia benaran kaget.


Ngak mikirin apa - apa. Udah yok,kita makan ini saja".Kinan mengambil kue yang ada dihadapannya.Kesya pun ikut mengambil dan memakannya.


"Oh iya,Kin,boleh aku tanya sesuatu?".Ucap Kesya disela - sela makannya.


"Hemmmm.....kamu mau tanya apa?".


"Gimana ya ngomongnya!". Sepertinya Kesya ragu untuk bertanya,tapi dia juga penasaran.

__ADS_1


"Kamu mau nanya apa sih?.


"Sebelumnya aku minta maaf nih,jika pertanyaanku ini terlalu menjurus ke hal pribadi".Ucap Kesya pelan.


"Tidak apa-apa,Sya. Memangnya kamu mau tanya apa sih,sepertinya serius sekali".Sahut Kinan,yang juga penasaran dengan apa yang mau Kesya tanyakan.


"Hemmmm....gimana ini,kok aku tiba-tiba gugup gini iya".


Membuat Kinan tergelak melihat temannya itu. "Sejak kapan kamu gugup,kalau mau ngomong sama aku,Sya.Lebih baik kamu tarik nafas dulu,terus keluarin.Tarik nafas lagi,terus keluarin,tar....". Kinan tidak jadi melanjutkan ucapannya,karena langsung dipotong oleh Kesya.


"Kamu pikir aku mau lahiran".Ucap Kesya sambil mengerucutkan bibirnya.Awalnya dia mengikuti arahan Kinan,tapi saat Kinan berulang kali ngomongnya,baru Kesya tersadar.


Kinan tertawa melihat wajah cemberut,Kesya. "Lagian kamu aneh.Katanya mau tanya sesuatu,iya udah tinggal tanya saja,apa susahnya sih.Ada - ada saja kamu ini".Kinan menggelengkan kepalanya.Dan masih menertawakan Kesya.


"Nga usah ketawa lagi,aku mau serius nih".Kinan langsung menghentikan tawanya,saat melihat wajah serius Kesya.Dan bersiap mendengarkan apa yang mau ditanyakan Kesya. "Apa semenjak kalian menikah,tuan Kevin sudah pernah meminta haknya sebagai suami?.Atau ngak sebaliknya,apa kamu sudah pernah menjalankan kewajibanmu sebagai seorang istri?".


Kinan terbengong, mendengar pertanyaan Kesya.Tapi tidak lama,Kinan langsung menyahut. "Setiap hari pun aku melakukan kewajibanku.Mulai dari nyiapin pakaiannya sampai menyediakan sarapannya.Walaupun bukan aku yang masak".Ujar Kinan,pada hal dia tahu arah pertanyaan Kesya tadi.


"Isshhhh,bukan itu maksudku.Kamu ngak udah pura - pura tidak tahu".Ucap Kesya kesal.

__ADS_1


Kinan menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban.Selama mereka menikah, keduanya memang tidur diatas ranjang yang sama.Tapi semenjak hubungan keduanya membaik,mereka berdua tidak pernah melakukan kegiatan lebih,dari sekedar berpelukan atau berciuman.Keduanya tidak ada yang menuntut,atau meminta sesuatu yang lebih dari itu.Bukan Kinan tidak mau memberikan haknya sang suami.Dibalik dia yang masih merasa trauma,sang suami juga tidak pernah meminta.Dia tidak tahu,kenapa sang suami tidak pernah memintanya.Apa karena suaminya belum mencintainya atau ada alasan lain.Atau suaminya ingat dengan ucapan mommy Cella.Yang melarang mereka berdua melakukan hubungan suami isteri, karena akan berbahaya dengan usia kandungannya yang masih muda.Atau ada hal lain.


__ADS_2