Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Part 56


__ADS_3

Baru saja Kesya selesai membersihkan ruangan Kevin. Karena waktu yang diberikan Kevin hanya lima belas menit, jadilah Kesya hanya membersihkan seadanya saja. Yang penting washlap yang dia bawa melewati semua benda-benda yang ada diruangan ini. Biarkan saja tuan Kevin marah, siapa suruh kasih waktu terbatas untuk membersihkan ruangan sebesar ini, pikirnya. Sebenarnya ruangan ini tidak ada debu sama sekali. Kesya yakin kalau tuan Kevin hanya berniat mengerjai Kesya saja. Meskipun Kevin tidak datang setiap hari kesini, tapi ruangan ini setiap hari, selalu dibersihkan. Waktu Kesya tadi datang kembali keruangan ini, Kevin dan Al langsung keluar. Dan akan datang kembali, lima belas menit lagi, untuk mengecek pekerjaan Kesya. Kevin juga berpesan,kalau Kesya tidak boleh meninggalkan ruangan ini, meskipun pekerjaannya sudah selesai. Kesya harus tetap menunggu Kevin diruangan ini.


Karena tidak tahu mau ngapain, akhirnya Kesya memilih duduk selonjoran dipojokkan.Dia mengambil ponselnya, dan berniat mau mengubungi Kinan.


📲 Tutt....tutttt...tutttt


"Selamat siang menjelang sore,bumil." Ucap Kesya saat panggilannya sudah diangkat diseberang sana.


"Selamat siang menjelang sore juga, jomblowati."


"Ngak usah bawa - bawa status ya, bumil. Aku lagi bad mood ini, jangan kamu bikin aku semakin bad mood."


"*Ba**d mood kenapa, aunty Kesya*?"


"Karena ulah SUAMIMU!"


"Ini serius apa gimana? Kok jadi bawa - bawa suamiku, Sya?"


"Seriuslah....tadi aku disuruh datang keruangan suamimu.Tahu ngak apa yang suamimu lakukan?"


"Ya ngak tahu lahhh....."


"Aku kan belum selesai ngomong, Kin. Kenapa langsung kamu potong? Ternyata kalian berdua pasangan yang kompak bikin moodku hancur."


"Wahhh....aunty Kesya lagi ngambek nih. Terus kamu diapain sama suamiku, Sya?"


"Katanya aku mau dipecat, tapi sebelum dipecat, aku diminta untuk membersihkan ruangannya, sampai tidak ada debu sedikit pun. Hanya dalam waktu lima belas menit. Gila ngak tuh, ruangan sebesar itu, dibersihkan hanya lima belas menit. Iya udah, asal aku lap aja gitu, lapnya hanya numpang lewat."


"Kenapa kamu dipecat, Sya? Memangnya kamu bikin kesalahan apa, kok langsung dipecat?"


"Suamimu mau balas dendam. Kamu ingat ngak, waktu tuan Kevin dan asistennya datang kerumah kita dulu, waktu itu kan aku nonjok wajahnya. Pada hal kejadiannya sudah berapa bulan yang lalu, tapi balas dendamnya sekarang. Aneh kan suami kamu, Kin!"


"Kapan kamu nonjoknya? Kok aku ngak tahu, Sya."


Kesya menepuk keningnya, dia baru ingat kalau Kinan tidak melihat kejadian itu. Karena Kinan sudah keburu masuk kamar. "Aku nonjoknya ketika kamu sudah masuk kamar, Kin. Habisnya aku kesal, karena tuan Kevin nuduh kamu sembarangan. Beruntung saat itu, aku cuma nonjok."

__ADS_1


Kinan terkekeh diseberang. Tidak percaya kalau Kesya berani bertindak seperti itu.


"Kamu tenang saja, Sya. Aku yakin mas Kevin tidak akan pecat kamu. Terus sekarang kamu dimana?"


"Diruangan suamimulah, katanya aku ngak boleh ninggalin tempat ini, meskipun pekerjaanku sudah selesai."


"Kalau mas Kevin ada disana,berarti mas Kevin ngak langsung kekantor ya, Sya? Karena tadi berangkatnya habis makan siang, katanya mau kekantor. Ternyata malah kesana."


"Namanya juga bos, sesuka hatinya mau kemana. Tapi lihat saja nanti, aku akan kembali balas dendam sama suamimu. Sepertinya mengenalkan satu jurus untuknya tidak masalah. Kamu ngak marah kan?"


"Ngak lah...santai aja kali. Tapi masalahnya, kalau kamu nanti balas dendam, terus suamiku balas lagi, jadinya ngak akan ada habisnya balas dendam kalian. Lama - lama kalian akan jadi musuh bebuyutan." Kekeh Kinan.


"Biarin saja,kayaknya seru kalau saling membalas. Oh iya, gimana dengan saran aku kemarin. Udah kamu jalankan belum?"


"Belum, tapi sudah aku pikirkan."


"Jangan lama - lama mikirnya,ntar keburu basi."


"Memangnya apaan, bikin basi segala. Oh iya, Sya, gimana tadi malam, waktu diantar sama kak Al?"


"Ishhh....masa kalian ngak ada ngomong apa-apa."


"Mau tahu aja atau mau tahu bangettt. Eh... ngomong - ngomong, suamimu kok lama ya datangnya. Sebentar lagi sudah mau jam pulang ini, suamimu malah ngak nampak batang hidungnya. Jangan - jangan suamimu sengaja mau ngurung aku disini. Lihatkan, belum apa-apa, suamimu sudah cari gara - gara lagi sama aku. Rasanya tanganku sudah gatal, untuk menghajarnya."


"Ngak mungkin suamiku sekejam itu. Paling bentar lagi juga datang."


"Ciee....cieeee. Ada yang bela suaminya nih."


"Apaan sih, Sya."


"Kapan - kapan kita jalan ya, quality time berdua. Kangen nih makan diluar. Sekalian cobain makan dicafe baru."


"Memangnya ada cafe baru, Sya?"


"Ada didekat kampus, desainnya bagus dan enak untuk tempat nongkrong. Katanya makanannya enak-enak, makanya pengunjung ramai setiap hari."

__ADS_1


"Baiklah, nanti kalau kamu libur kerja, kamu kasih tahu aku saja, biar kita bisa jalan."


"Kamu harus ijin sama suamimu. Nanti dia ngomelin aku, karena istrinya aku bawa keluar. Eh..udah dulu ya, Kin, nanti kita sambung lagi." Tanpa mendengar jawaban dari seberang, Kesya langsung mematikan ponselnya, saat mendengar suara pintu terbuka. Lalu Kesya berdiri dan berjalan menghampiri Kevin.


Akhirnya nongol juga. Kenapa ngak sekalian datangnya besok. Dia pikir ngak bosan nungguin dia disini. Untung ada Kinan yang nemanin ngobrol, meski lewat telepon.Kesya


"Sudah kamu bersihkan semuanya?" Tanya Kevin pada Kesya.


"Sudah tuan."


"Yakin? Kalau aku menemukan ada setitik debu yang masih menempel, kamu harus membersihkan semuanya kembali."


"Silahkan anda periksa, tuan." Bukannya memeriksa, Kevin malah duduk di kursi kebesarannya.


"Sekarang kamu bisa keluar dan lanjutkan pekerjaanmu."


"Maaf tuan, saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan saya." Sahut Kesya.


"Kenapa? Kamu mau membantah,benar - benar mau dipecat? Tadinya aku akan mempertimbangkan, kamu dipecat atau tidak. Tapi karena kamu tidak menurut, maka saya terpaksa pecat kamu."


"Tapi ini sudah waktunya pulang tuan. Jam kerja saya sudah habis. Bahkan ini sudah lewat beberapa menit, tuan mengurung saya diruangan ini. Itu namanya tuan korupsi waktu saya. Disini saya dirugikan, karena jam kerja sudah habis, tapi saya masih terkurung diruangan ini, tanpa ada hitungan lembur. Seandainya saya pulang tepat waktu, sudah banyak hal yang bisa saya kerjakan di rumah saya." Kesya tersenyum kecil, saat melihat wajah kaget Kevin.


"Sana kamu keluar." Ucap Kevin ketus. Begitu Kesya keluar, Al tidak bisa lagi menahan tawanya.


"Hahahaha....." Al tertawa terbahak - bahak, melihat wajah Kevin yang sudah merah. Al tidak tahu wajah Kevin merah karena marah atau karena malu.


"Dasar asisten tidak ada akhlak." Kevin melemparkan pena ketubuh, Al. Merasa kesal karena asistennya itu menertawakannya. "Kenapa kamu tidak kasih tahu, kalau sudah waktunya pulang?"


"Kamu kan ngak nanya?" Kekeh Al.


"Gadis itu sama saja dengan Kinan."


"Maksudnya?"


"Mereka berdua selalu membuat aku tidak bisa berkutik. Kamu ngak lihat tadi, aku baru ngomong sedikit, tapi gadis itu sudah ngerocos sampai kemana - mana."

__ADS_1


Al membenarkan ucapan Kevin. Sepertinya gadis itu tidak mudah untuk ditindas. Selalu punya cara untuk menjatuhkan lawan.


__ADS_2