
Keduanya menuruni anak tangga sambil bergandengan tangan. Beberapa pelayan yang melihat tuan dan nona mudanya berjalan bergandengan tersenyum. Bahkan ada yang tersipu. Pemandangan ini baru pertama mereka lihat. Biasanya kalau tuan dan nona mudanya berjalan, tidak pernah bergandengan tangan seperti itu.
"Selamat pagi semuanya." Sapa Kevin dan Kinan serempak, ketika mereka sudah mendekati meja makan.
"Selamat pagi." Jawab daddy Marvin, mommy Cella dan juga oma Jeny dengan serempak juga.
"Mommy pikir kalian sudah kenyang dengan berduaan terus dikamar. Mommy sampai bosan nungguin kalian. Tadinya kalau kalian ngak turun juga, mommy mau minta pak Salman mendobrak kamar kalian." Omel mommy Cella. Pada hal dalam hati, mommy Cella senang melihat anak dan menantunya datang dengan bergandengan tangan. Berarti hubungan keduanya sudah semakin membaik, pikirnya.
"Apaan sih, mom." Kevin menarik kursi untuk sang istri dan membantunya duduk. Setelah Kinan duduk, Kevin juga menarik kursi untuk dia sendiri. Dengan sigap Kinan mengambil sarapan untuk suaminya dan dirinya. Dan perlakuan keduanya tidak luput dari ketiga pasang mata yang ada disana.
"Daddy, mommy dan oma tidak sarapan?" Tanya Kinan, karena piring ketiga orang itu masih kosong, tidak ada yang mengambil sarapannya. Ketiganya malah terbengong.
"Iya, sayang. Ini mau sarapan kok." Dengan cepat mommy Cella mengisi piring daddy Marvin dan oma Jeny, tidak lupa untuk dirinya sendiri.
"Kirain mommy sudah kenyang lihatin kita makan." Kevin meledek mommynya balik. Membuat mommy Cella melototkan matanya pada anaknya.
"Lanjutkan sarapan kalian. Tidak baik ribut saat makan." Seperti biasa, daddy Marvin menengahi perdebatan antara istri dan anaknya. Setelah itu, tidak ada lagi yang bersuara, kelimanya menikmati sarapan dalam keheningan. Setelah acara sarapan selesai, daddy Marvin dan Kevin berangkat kekantor.
*****
Sekitar jam sepuluh pagi, mommy Cella dan Kinan sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan menu makan siang. Tadi mommy Cella mengajak Kinan untuk ke kantor. Jadi sekalian saja mereka membawa bekal makan siang. Supaya mereka bisa makan siang bersama di kantor. Dan disinilah mereka sekarang, sibuk dengan tugas masing-masing. Kinan sudah berdiri didepan kompor, bersiap untuk menumis bumbu. Menu siang ini, ayam lada hitam dan juga udang pedas gurih. Sementara mommy Cella mencuci sayuran yang akan dijadikan lalapan sebagai pelengkap.
"Memangnya mas Kevin tidak ada makanan khusus yang disukai, mom?" Tanya Kinan pada mommy Cella disela - sela kegiatannya.
"Tidak ada, sayang. Anak mommy itu tidak pilih - pilih makanan. Mana yang menurutnya bisa dimakan dan enak, dia akan makan." Sahut mommy Cella.
__ADS_1
Setelah menghabiskan waktu satu setengah jam, semua menu utama sudah selesai. Sekarang Kinan tinggal menyiapkan menu terakhir sebagai pencuci mulut.
"Itu suara siapa, mom? Sepertinya didepan ramai" Tanya Kinan, ketika dia mendengar suara berisik dari depan.
"Oh...itu mungkin orang butik sudah datang, sayang." Sahut mommy Cella. Kinan mengerutkan keningnya, untuk apa orang butik datang, pikirnya
"Tadi mommy meminta orang butik untuk mengantar baju - baju hamil untuk kamu, sayang. Mungkin mereka sudah tiba, dan pelayan langsung membawanya kekamar kalian. Tadi mommy sudah pesan juga pada pak Salman, supaya baju - bajunya langsung disusun. Kamu tenang saja, semua bajunya sudah dicuci bersih kok. Mommy lihat baju - bajumu sudah mulai sempit. Karena perutmu makin hari kan makin besar, sayang. Seharusnya ini tugas anak mommy, tapi karena anak mommy sedikit lelet, jadi mommy yang siapin." Mommy Cella memberikan senyum pada menantunya, supaya menantunya itu tidak merasa sungkan.
Kinan tidak bisa berkata - kata, Kinan sungguh terharu. Bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Sampai seditail itu ibu mertuanya memperhatikannya. Dia mematikan kompornya sebentar dan bergegas memeluk mommy Cella.
"Terimakasih ya, mom." Ucap Kinan dalam pelukannya.
"Sama - sama sayang." Mommy Cella membalas pelukan menantunya sambil mengusap punggungnya. "Pelukannya sudah ya, lebih baik kamu cepat selesaikan masakanmu, supaya kita tidak terlambat datang kekantor. Takutnya mereka makan diluar lagi, karena tidak tahu, kita akan kekantor membawa makan siang." Kinan melepaskan pelukannya dan kembali kedepan kompor. Dia menyalakan kembali kompornya dan melanjutkan masakannya.
"Akhirnya.....Seru Kinan, sembari menyajikan hidangan terakhirnya. Wangi masakan lezat seketika memenuhi seluruh ruangan. Kinan cukup puas menatap hasil masakannya yang ada diatas meja.
"Baik, Nyonya."
Mommy Cella dan Kinan meninggalkan dapur dan masuk kekamar masing-masing. Begitu tiba dikamar, Kinan langsung masuk kamar mandi. Kinan mengisi bathub, karena dia mau berendam sebentar. Setelah bathub terisi, dengan perlahan Kinan masuk kedalam, setelah lebih dulu membuka semua pakaiannya. Tidak butuh waktu lama, Kinan menyudahi kegiatannya, lalu dia menyambar jubah mandi yang tergantung dan memakainya. Kinan masuk ruang ganti, saat membuka lemari.
"Wow....." Kinan menutup mulutnya, begitu takjub dengan yang ada dihadapannya. Banyak baju hamil yang tergantung, dari baju hamil rumahan, maupun baju jalan. Bahkan baju hamil untuk acara formal pun tersedia. Lengkap dengan sepatu yang nyaman digunakan ibu hamil. Kinan menyapukan tangannya pada baju yang tergantung, bahannya lembut dan pastinya akan sangat nyaman kalau dipake. Mertuanya tidak perlu diragukan lagi tentang pemilihan qualitas barang.
"Mommy Cella is the best," gumamnya. Kinan mengambil sebuah gaun berwarna soft pink, lalu memakainya. Kinan keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju meja rias. Dia menghias wajahnya tipis - tipis. Setelah merasa cukup, dia menyudahinya. Kinan berdiri didepan cermin, sekali lagi dia memperhatikan penampilannya.
"Perfect." Celetuk Kinan. Kinan memasukkan ponselnya kedalam tasnya, tidak lupa dia memasukkan blakcard pemberian suaminya tadi. Lalu dia turun kelantai bawah.
__ADS_1
"Kamu cantik banget, sayang." Ucap mommy Cella ketika Kinan sudah ada dihadapannya.
Membuat Kinan tersipu malu. "Terimakasih, mom. Ini juga berkat mommy yang sudah menyediakan semua kebutuhan Kinan. Bajunya enak dipakai, mom. Lembut lagi. Sekali lagi, terimakasih ya, mom."
"Sama - sama sayang. Mommy senang, kalau kamu suka dengan pilihan mommy, sayang."
"Lebih baik kalian berangkat sekarang, takutnya macet dijalan." Ucap oma Jeny.
"Oma ngak ikut?" Tanya Kinan.
"Ngak nak. Oma dirumah saja."
"Iya udah, yok kita berangkat sayang." Ajak mommy Cella. Setelah mommy Cella dan Kinan pamitan pada Oma Jeny, keduanya pun keluar dari rumah.
"Mommy juga hari ini terlihat cantik." Ucap Kinan ketika mereka sudah tiba didepan rumah.
"Jadi mommy cantik cuma hari ini saja nih." Mommy Cella pura - pura sedih.
"Bukan gitu maksud Kinan, mom. Setiap hari mommy cantik kok." Kinan merasa bersalah melihat mommy Cella yang bersedih.
"Mommy bercanda, sayang. Yok, kita masuk mobil." Keduanya pun masuk mobil setelah pintunya dibuka oleh pak Sony, supir yang akan mengantarkan mereka kekantor.
🌻🌻🌹🌹
Jangan lupa dukungannya ya, vote, like dan komen. Hadiahnya juga boleh.
__ADS_1
Terimakasih 🙏😃