
Sementara daddy Marvin dan mommy Cella masih menunggu apa yang akan diucapkan oleh sang menantu.Mereka berdua juga ikut penasaran.
"Kalau tidak......." Kinan masing menggantung ucapannya,dia juga melihat wajah tegang kedua mertuanya, membuat Kinan menahan tawanya.
"Kalau tidak apa,sayang.Jangan buat mommy penasaran gini." Akhirnya mommy Cella menyahut,merasa gregetan,karena menantunya tidak segera melanjutkan ucapannya.
"Kalau tidak,tidak ada lagi kesempatan kedua,ketiga dan selanjutnya.Bahkan Kinan yang akan pergi sendiri,tanpa melibatkan daddy dan mommy.Kinan akan mencari kebahagiaan diluar sana.Pasti banyak diluar sana yang mau sama Kinan,dan mau menjadi ayah dari anak ini." Kinan mengelus perutnya dengan pelan.
"Atau ngak,Kinan akan minta salah satu teman mas Kevin yang waktu datang kepernikahan itu.Kinan yakin salah satu dari mereka,pasti ada yang mau membawa Kinan jauh dari sini."
"Jangan sembarang ya kamu meminta salah satu sahabatku itu menjadi ayah dari anakku.Aku adalah ayah dari anak itu.tidak ada yang bisa menggantikanku." Tanpa sadar Kevin meninggikan suaranya.
"Lihat kan,baru Kinan kasih kesempatan,tapi mas sudah meninggikan suara kepada Kinan.Pada hal belum ada hitungan jam,gimana nantinya.Mungkin mas akan melakukan kekerasan juga.Sepertinya Kinan akan menarik kembali ucapan Kinan untuk memberikan kesempatan untuk mas Kevin.Kinan akan membatalkan kesempatan itu." Ucap Kinan dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.Bahkan matanya sudah berkaca-kaca.Pada hal dia sudah mati - matian menahan tawa, melihat wajah tegang Kevin.
Makanya jangan main-main sama aku,tuan muda.Hehehehehe.....
"Maaf....habisnya kamu sembarangan saja mau cari ayah untuk anakku.Apa lagi meminta salah satu dari sahabatku.Sementara masih ada aku,ayah kandungnya.Maafkan aku yang tidak sengaja meninggikan suaraku.Maafkan aku juga atas semua ucapanku diawal tadi.Kamu maukan memaafkan aku,dan memulainya dari awal.Aku janji akan merubah semua sikapku."
Kinan masih belum memberikan jawaban apa pun.Sementara daddy Marvin dan mommy Cella juga kaget melihat Kevin yang minta maaf kepada menantunya.Biasanya Kevin tidak akan mau minta maaf,karena dia merasa tidak pernah salah.Tapi ini,dengan mendengar menantunya akan pergi meninggalkannya,Kevin sudah langsung minta maaf.Berarti sudah fix,anaknya itu sudah mencintai sang menantu.Bahkan anaknya takut kehilangan Kinan.Hanya saja anaknya tidak sadar,atau sudah sadar tapi tidak mau mengakuinya.
"Tidak mas,sepertinya Kinan berubah pikiran.Kinan tidak akan memberikan kesempatan itu untuk mas."
"Kenapa? Apa kamu tega memisahkan anak dari ayahnya.Dan apa selama tiga bulan kebersamaan kita,tidak ada sedikitpun perasaan yang kamu miliki untukku?" Kevin berusaha ngomong sepelan mungkin.
"Untuk apa Kinan mencintai mas Kevin.Sementara mas Kevin sendiri tidak mencintai Kinan! Sepertinya Kinan tertarik dengan salah satu teman mas yang waktu itu."
"Siapa bilang aku tidak ada rasa,aku mencintaimu,Kinan."
"Benarkahhh......" Kinan menatap Kevin dengan mata berkedip - kedip dan tersenyum manis. Membuat Kevin langsung tersadar,dan gelagapan dan juga menjadi salah tingkah.Entah kenapa dia selalu bertingkah konyol dihadapan Kinan.
Sementara daddy Marvin dan mommy Cella juga senyum - senyum, melihat menantunya itu.Mereka yakin sang menantu sengaja menjebak anaknya dengan kata - katanya itu tadi.Dan ternyata berhasil,anaknya langsung mengucapkan sesuatu yang diinginkan sang menantu.Meskipun mungkin anaknya tidak sadar dalam mengucapkannya.
"Mommy senang banget,ternyata anak mommy sudah mencintai istrinya.Memang harusnya seperti itu."
"Apaan sih mom,siapa juga yang mencintainya.Kevin tadi hanya salah ngomong.Sudahlah Kevin mau keruang kerja dulu." Kevin sudah berdiri dan bersiap meninggalkan ruang keluarga.Tapi tidak jadi saat mendengar suara mommynya.
__ADS_1
"Siapa yang menyuruh kamu pergi.Duduk, masih ada yang mau mommy bahas.Dan mommy ngak mau menunda - nunda lagi."
"Ada apa lagi sih,mom." Tanya Kevin, setelah dia duduk kembali.
"Selamat iya,nak.Akhirnya kamu bisa mencintai istrimu." Lagi - lagi mommy Cella masih menggoda anaknya. "Iya....iya...kamu tidak mencintai Kinan." Ucap mommy Cella cepat,saat melihat anaknya mau membantah ucapannya.
"Nah....ini hal yang paling penting.Apa selama tiga bulan ini kamu membawa istrimu periksa kandungannya kedokter,nak? Karena saat kita telponan, mommy selalu lupa untuk menanyakannya?" Tanya mommy Cella kepada Kevin.
Kevin menggelengkan kepalanya.Karena memang,dia tidak pernah membawa Kinan kedokter.Tapi sebelum orang tuanya berangkat,Kinan kan sudah diperiksa dokter.Apa harus tiap bulan periksa, pikirnya.
"Jawab yang benar,nak.Jangan cuma geleng-geleng kepala gitu!"
"Tidak pernah,mom.Kan sebelum kalian liburan,mommy sudah bawa Kinan periksa kedokter kan,mom.Memangnya harus setiap bulan periksa?"
"Biar kita tahu perkembangannya,nak.Makanya tiap bulan harus diperiksa.Memangnya kamu ngak minta untuk dianterin suamimu kedokter sayang?" Tanya mommy Cella kepada Kinan.
"Kinan pernah kok,mom,minta mas Kevin antar kedokter.Tapi waktu itu,kata mas Kevin ada meeting penting dikantor.Jadi mas Kevin tidak bisa antar.Akhirnya Kinan pergi sama bibi Surti,mom.Dan bulan berikutnya,memang Kinan ngak minta lagi,mom.Tapi Kinan tetap periksa kok,mom."
"Kamu dengar sendiri kan,nak.Karena kamu sibuk,Kinan jadi pergi sendiri.Kinan lebih memilih mandiri,karena suaminya terlalu sibuk dengan pekerjaannya.Kamu juga sudah diingatkan,dahulukan keluarga dari pada pekerjaan.Pekerjaan memang penting, tapi keluarga juga jauh lebih penting.Kamu tidak akan bangkrut,hanya untuk ngantar istri kedokter."
"Iya....iya...mulai bulan depan sampai seterusnya,Kevin yang akan antar Kinan kedokter." Sahut Kevin.
"Kartu apa,mom? Mas Kevin tidak ada memberikan kartu apa pun untuk Kinan." Sahut Kinan.
"Astaga,Vin.Kamu keterlaluan banget sih,nak.Meskipun segala kebutuhan rumah ini sudah mommy sediakan,tapi kamu juga wajib menafkahi Kinan,nak.Terus saat periksa kedokter,siapa yang bayarin, sayang?" Tanya mommy Cella pada Kinan.
"Pake uang Kinan,mom."
"Periksanya kerumah sakit keluarga kita kan,mom.Ngapain harus bayar.Itu saja dibuat repot." Sahut Kevin santai.
"Terserah kamulah,nak.Pusing mama jelasinnya.Berikan mommy black cardmu sekarang."
"Ada di dompet,mom."
"Kan tinggal ambil dari dompet,apa susahnya sih!"
__ADS_1
"Masalahnya dompetnya ada dikamar,mom.Tenang saja,besok aku kasih sama mommy black cardnya."
"Daddy rasa sudah waktunya kita istirahat.Kamu ajak istrimu kekamar,Vin.Kalau ada yang mau kalian berdua bahas, sebaiknya besok pagi saja,Vin.Ini sudah jam berapa,tidak baik ibu hamil begadang.Ayok,kita juga harus istirahat,mom.Mommy pasti capek dari tadi ngomel - ngomel." Daddy Marvin pun mengajak sang istri masuk kamar.Kevin dan Kinan pun ikut beranjak.
"Kamu mau kemana?" Tanya Kevin pada Kinan,saat melihat Kinan berjalan kearah belakang.
Kinan menghentikan langkahnya. "Mas duluan saja,Kinan mau kebelakang sebentar."
"Mau ngapain?"
"Kinan mau minum s***,mas." Ucap Kinan,dan melanjutkan langkahnya.
"Ini s***nya,nona.Sudah bibi buatkan." Bibi Surti meletakkan segelas s*** diatas meja makan.Tadinya bibi Surti akan mengantar keruang keluarga.
"Terimakasih ya bi.Oh iya bi,ada roti ngak dikulkas,ngak tahu kenapa,Kinan tiba - tiba lapar." Kinan tersenyum malu.
"Ada kok nona.Nona Kinan mau rasa apa?"
"Yang coklat saja,bi.Tolong bawa kesini ya,bi."
"Iya,nona."
Saat Kinan mau duduk di kursi,dia baru sadar kalau suaminya mengikutinya. "Kok mas malah ikut kesini?"
"Pengen saja" Kevin pun ikut duduk disamping Kinan.
Kinan mengangkat kedua bahunya.Membiarkan suaminya duduk disampingnya.Tidak lama,bibi Surti mengantar pesanan Kinan.
"Terimakasih ya,bi." Ucap Kinan saat bibi Surti meletakkan piring berisi tiga potong roti dihadapannya.
"Sama - sama,nona."
"Mas mau?" Ucap Kinan disela - sela makannya.
"Ngak....cepat habiskan,habis itu tidur.Besok banyak hal yang mau kita bahas."
__ADS_1
"Kenapa ngak sekarang saja,mas."
"Kamu ngak dengar,tadi daddy bilang apa! Ibu hamil itu ngak boleh begadang." Setelah Kinan menghabiskan roti dan s***nya, keduanya pun meninggalkan meja makan.Dan naik kelantai dua, menuju kamar mereka.