
Cahaya matahari yang masuk melalui celah - celah jendela kamar, membuat Kinan dengan perlahan membuka matanya. Setelah nyawanya terkumpul, Kinan mengalihkan pandangannya kearah jam. Sudah jam setengah tujuh. Lalu Kinan beralih kesamping, berniat untuk membangunkan sang suami. Tapi bukannya membangunkan, Kinan justru memandangi wajah sang suami yang masih tertidur pulas.
Jari - jari lentiknya menelusuri wajah suaminya, mulai dari kening sampai ke bibir sang suami. Jari Kinan berhenti tepat diatas bibir suaminya, dia menyentuh bibir itu dengan gerakan lembut. Wajah Kinan mendekat untuk mendaratkan satu kecupan singkat di bibir suaminya. Dan ketika Kinan menjauhkan wajahnya, Kinan membelalakkan matanya melihat kedua mata suaminya sudah terbuka. Dengan perlahan Kinan mundur dan membalikkan tubuhnya kearah yang berlawanan, membelakangi suaminya. Ditariknya selimut sampai menutupi kepalanya. Kinan sungguh malu karena aksinya ketahuan.
Bagaimana kalau mas Kevin menganggap aku mesum. Kenapa juga tadi mengecupnya.
Kinan merutuki dirinya yang telah lancang mengecup bibir suaminya. Tanpa Kinan tahu, kalau suaminya lebih parah dari situ, kalau Kinan sudah tidur.
Melihat tingkah istrinya, membuat Kevin terkekeh pelan. Ditariknya selimut yang menutupi kepala istrinya, dia mendekat dan memasukkan tangannya kedalam selimut. Dan memeluk tubuh sang istri dari belakang, mendaratkan ujung dagunya dipuncak kepala sang istri.
"Masa segitu doang, lagi dong!" Tadi Kevin langsung terbangun saat merasakan ada tangan nakal yang bermain diwajahnya.
Sementara Kinan bergeming dengan bibir yang sudah sepenuhnya tersenyum.
Kevin memejamkan matanya sembari menikmati harum tubuh istrinya yang dia rindukan. Hingga beberapa detik berlalu, terdengar hembusan nafas suaminya yang sudah kembali teratur. Yang menandakan suaminya sudah tidur kembali. Kinan mengerutkan keningnya.
Kok mas Kevin tidur lagi, apa mas Kevin tidak berangkat ke kantor.
Tapi Kinan tidak membangunkan suaminya. Dia ingat dengan ucapan mommy Cella kalau suaminya susah tidur beberapa hari ini. Dia membiarkan posisi mereka seperti itu hingga beberapa saat. Setelah merasa tidur suaminya sudah pulas, barulah Kinan dengan perlahan mengubah posisinya. Setelahnya dia turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Mumpung suaminya masih tidur, Kinan ingin berendam lama. Setelah mengisi bathtube, Kinan membuka pakaiannya dan masuk kedalam bathtube.
Hampir satu jam Kinan menghabiskan waktu untuk berendam. Karena merasa airnya sudah dingin, Kinan menyudahi acara berendamnya. Setelah membilas tubuhnya dan memakai jubah mandi, Kinan masuk ke ruang ganti. Kinan mengambil sebuah daster warna mocca. Selesai memakai baju, Kinan juga sekalian memilih baju untuk suaminya berangkat kekantor dan membawanya keluar dari ruang ganti.
"Eh, mas sudah bangun?" Begitu Kinan keluar dari ruang ganti, Kinan melihat suaminya sudah duduk diatas ranjang sambil memegang ponselnya.
__ADS_1
"Tetap ditempatmu, Ay!" Kinan yang mau bertanya, tidak jadi karena suaminya mengangkat tangannya untuk menyuruhnya diam. Membuat Kinan mengerucutkan bibirnya. Sementara Kevin tergelak melihat tingkah istrinya. Selang beberapa detik, Kevin yang sudah selesai mengotak - atik ponselnya, meletakkan ponselnya kembali keatas nakas dan menghampiri sang istri yang masih cemberut.
Tanpa aba - aba, Kevin mengecup bibir istrinya kilat. Kinan yang mau protes, menelan kembali ucapannya karena suaminya sudah membungkam bibirnya kembali. Kali ini bukan hanya kecupan, Kevin menciumnya dengan dalam, memasukkan lidahnya dan mencari lidah sang istri yang kemudian digigitnya dengan lembut. Membuat Kinan tanpa sadar m******* dalam ciuman mereka. Hingga beberapa saat Kinan yang sudah tidak kuat, menepuk dada sang suami, mengisyaratkan agar sang suami berhenti.
Kevin yang merasakan istrinya hampir kehabisan nafas, melepaskan ciumannya dan berlari menuju kamar mandi. Tapi sebelum masuk kamar mandi, Kevin berbalik dan mengatakan
"Yang kamu pegang itu, ganti saja dengan baju santai, Ay. Hari ini mas tidak ke kantor! Kamu tidak usah turun, bentar lagi Pak Salman akan mengantar sarapan ke atas!" Tanpa menunggu jawaban sang istri, Kevin masuk kamar mandi dan menutup pintu.
Sementara Kinan yang masih berusaha mengatur nafasnya, mendelik. Dia yang mau protes karena suaminya yang menciumnya secara tiba - tiba dan hampir kehabisan nafas, tidak bisa, karena suaminya malah melarikan diri. Dengan menggerutu, Kinan masuk kembali ke ruang ganti. Memasukkan kembali baju yang dia ambil tadi ke dalam lemari dan menggantinya dengan kaos dan celana pendek. Lalu Kinan keluar dari ruang ganti. Kinan meletakkannya diatas nakas.
Setelahnya Kinan beralih kearah ranjang untuk merapikan ranjang mereka. Hingga beberapa menit sudah rapi, Kinan memindahkan baju suaminya dari atas nakas ke atas ranjang dan bersamaan dengan suara ketukan pintu.
"Ini saya tuan muda!"
Pak Salman yang terkejut saat melihat nona mudanya yang membuka pintu, segera merubah ekspresi wajahnya.
"Selamat pagi nona muda!" Pak Salman menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan dua pelayan yang ada dibelakangnya. "Saya membawa sarapan tuan dan nona muda!"
"Pagi Pak Salman, masuk saja Pak!" Kinan menggeser tubuhnya dari depan pintu, membiarkan mereka masuk kamar. Setelah kedua pelayan meletakkan makanan diatas meja, keduanya menganggukkan kepala pada Kinan lalu keluar.
"Mas Kevin lagi mandi Pak!" Kinan tersenyum kecil, saat dia melihat Pak Salman mengedarkan pandangannya.
"Apa ada yang nona butuhkan lagi?"
__ADS_1
"Tidak ada Pak, terimakasih iya Pak. Pak Salman bisa melanjutkan pekerjaan lain. Nanti kalau mas Kevin butuh sesuatu, pasti menghubungi Pak Salman kembali."
"Kalau begitu saya permisi nona. Selamat menikmati sarapan anda." Pak Salman menganggukkan kepala lalu mundur dan keluar. Tidak lupa dia menutup pintu dengan perlahan.
"Sarapannya sudah diantar iya?" Kevin yang baru keluar dari kamar mandi, bertanya begitu melihat sarapan mereka sudah ada diatas meja. Lalu dia memakai bajunya dengan santai dihadapan istrinya yang membuat Kinan membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju meja rias.
Sementara dilantai bawah, empat orang sudah berkumpul untuk sarapan.
"Mentang - mentang istrinya sudah pulang, langsung main kurung saja. Apa tidak cukup, dari kemarin sore dia mengurung menantu mommy. Masa untuk sarapan saja mereka tidak turun!" Mommy Cella menggerutu di sela - sela makannya.
"Mommy kayak tidak tahu saja, namanya juga lagi melepas rindu. Kalau mommy mau, daddy juga bisa mengurung mommy dikamar, lebih lama dari yang Kevin lakukan!" Daddy Marvin mengedipkan matanya, mencoba untuk menggoda sang istri. Sebagai pria dewasa, tentu daddy Marvin tahu, apa yang dilakukan anaknya pada menantunya. Tapi dia juga harus menenangkan sang istri yang kesal melihat sikap anaknya.
"Apaan sih dad!" Mommy Cella menunduk mengaduk makanannya, supaya mereka tidak dapat melihat wajahnya yang sudah memerah. Meski sudah biasa, mommy Cella selalu tersipu, kalau suaminya menggodanya.
Sementara Al yang tidak mengerti apa - apa mengerutkan keningnya. Daddy Marvin yang menangkap raut bingung Al menjelaskan
"Kinan sudah pulang kemarin sore Al. Memangnya kamu tidak sadar, kenapa Kevin tidak ada saat makan malam tadi malam dan saat ini?" Al mengangguk - anggukkan kepalanya tanda mengerti.
Pantas saja Kevin minta pulang cepat, ternyata istrinya sudah pulang.
Al ingat tingkah Kevin kemarin dikantor, seperti tidak tenang yang akhirnya minta pulang cepat. Bahkan untuk makan malam dan sekarang pun, batang hidungnya tidak kelihatan. Beberapa menit yang lalu pun dia mendapat pesan, kalau Kevin tidak berangkat ke kantor. Dia pikir Kevin lagi tidak enak badan, ternyata karena istrinya sudah pulang. Al menggelengkan kepalanya.
"Tidak seperti apa yang kamu pikirkan Al. Sebenarnya kemarin, Kevin tidak tahu kalau Kinan sudah pulang. Mungkin keduanya sudah ada ikatan batin, hingga Kevin pulang cepat kemarin." Daddy Marvin menjelaskan pada Al.
__ADS_1
Al tersenyum kecil, karena daddy Marvin tahu dengan isi pikirannya. Setelahnya mereka melanjutkan kembali sarapannya. Setelah acara sarapan selesai, mereka kembali ke aktivitas masing - masing.