Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Part 48


__ADS_3

Setelah semua duduk ditempat masing-masing,Kinan mengambilkan makanan untuk suaminya terlebih dahulu. "Mas mau lauk yang mana?" Tanya Kinan pada Kevin.


"Itu saja." Kevin menunjuk pesmol ikan nila.Setelah mengambil makanan untuk sang suami,Kinan juga mengambilkan untuk Oma. "Kalau Oma mau yang mana?"


"Oma mau ayam serundeng itu saja,nak.Sambalnya banyakin ya,oma tergoda dengan sambalnya." Kekeh Oma Jeny. Kinan pun mengambil sesuai permintaan Oma.Setelah itu Kinan mengambil untuk dirinya sendiri.


Sedangkan mommy Cella juga mengambilkan untuk daddy Marvin. "Kalian mau diambilin juga?" Tanya mommy Cella kepada Al dan Kesya.


"Tidak usah,nyonya." Jawab Al dan Kesya serempak.


"Kompak amat." Celetuk Kinan.Membuat yang lainnya tersenyum.Sedangkan Al dan Kesya menundukkan kepalanya.


"Ngak usah malu gitu,sayang.Ayok silahkan kalian ambil untuk kalian." Ucap mommy Cella.Dengan wajah merah,Kesya pun mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk untuknya.Al pun melakukan hal yang sama.


Meraka pun makan dalam keheningan.Karena terlalu menikmati menu yang ada.Yang lain makan dengan lahap,bahkan sampai nambah.Cuma Kinan dan Kesya yang makannya tidak nambah.Kinan dan Kesya saling menatap dan tersenyum.Merasa senang,karena masakan mereka berdua disukai oleh semuanya.


"Sepertinya bibi Surti mengganti resepnya.Walaupun menu ini sering dimasak,tapi kali ini rasanya beda,yang ini lebih enak." Ucap daddy Marvin,saat mereka sudah selesai makan. (Karena tugas utama bibi Surti adalah memasak)


"Benarkan,dad, mommy pikir cuma mommy yang merasakannya.Bahkan kita pada nambah,hanya Kinan dan Kesya yang tidak nambah.Nanti mommy akan minta bibi,kalau mau buat sambil yang kayak gini saja.Ngak usah diganti - ganti lagi.Mommy lebih suka yang ini, meskipun yang biasanya bibi buat enak." Sahut mommy Cella.


"Bukan bibi yang masak nyonya." Terdengar sahutan pak Salman yang berdiri tidak jauh dari meja makan.


"Kalau bukan bi Surti,terus siapa yang masak?Apa ada pelayan baru?" Tanya mommy Cella.


"Semua menu yang ada diatas meja,hasil masakan nona Kinan dan nona Kesya nyonya!"


"Benarkah kamu yang masak,sayang?" Tanya mommy Cella pada Kinan.


"Berdua sama Kesya,mom." Jawab Kinan


"Masakan kalian enak.Maaf ya sayang,mommy pikir ada pelayan baru,makanya tadi ngomong kayak gitu."


"Tidak apa-apa,mom." Jawab Kinan.

__ADS_1


"Benar nona,masakan nona Kinan rasanya luar biasa,enak banget!.Ngalah - ngalahin masakan resto tempat biasa saya dan tuan Kevin makan." Al ikut memuji.


"Kak Al,bisa saja.Tapi harusnya yang dapat pujian bukan hanya aku kak Al.Kesya juga tadi ikut masak,kak."


Al melirik Kesya dan tersenyum kecil. "Tuan Kevin pasti jadi pengen bawa bekal dari rumah setiap hari,kalau sudah tahu masakan nona Kinan seenak ini." Al menaik turunkan alisnya menggoda Kevin.


Kevin melototkan matanya kepada Al. "Kenapa jadi aku yang kamu bawa - bawa.Bilang saja kalau kamu juga mau makan masakan istriku setiap hari."


"Cieee....cieee,istriku nih yee." Al semakin menggoda Kevin.Membuat Kevin terdiam,karena dia tidak sadar mengucapkan kata itu tadi.Tapi memang Kinan istriku kan, pikirnya.


"Kamu ini,Al.Kinan kan memang istrinya.Oh iya,mommy hampir lupa, mommy mau marahin kamu,Vin." Ucap mommy Cella.


"Mau marah kok bilang - bilang.Lagian mommy mau marah kenapa lagi.Selama kalian pergi,Kevin sudah menjaga Kinan dengan baik, sesuai permintaan kalian." Kevin tidak habis pikir,entah apa lagi kesalahannya kali ini.


"Tanpa kami min....."


"Maaf nyonya,kalau saya memotong ucapan nyonya." Ucap Kesya tiba - tiba


"Kenapa nak?" Tanya mommy Cella.


"Oh iya,benar juga.Tolong kamu antar Kesya sampai kerumahnya iya,Al.Kasihan sudah malam,pulang sendirian." Ucap mommy Cella kepada Al.


"Tidak usah nyonya,Kesya bisa pulang sendiri kok."


"Tidak apa-apa,sudah sana kalian berangkat,keburu malam." Mau tidak mau,Kesya pun menurut,dan berdiri dari duduknya bersiap untuk pergi.


"Tidak mau cicipin pudingnya,non Kesya." Ucap bibi Surti yang datang bersama seorang pelayan,dengan membawa puding yang sudah dipotong - potong dan ditempatkan di dalam beberapa tempat lengkap dengan garpu kecil.


"Tidak usah bi." Sahut Kesya.


"Bawa keruang keluarga saja,bi.Kita juga mau pindah kesana.Biar ada tenaga saat memarahin Kevin nanti." Mommy Cella melirik anaknya yang sudah berwajah masam. "Oh iya,bikin saja sebagian di kotak makan kecil itu pudingnya.Biar Al dan Kesya bisa makan dijalan." Ujar mommy Cella.Memang dari tadi mereka semua masih duduk dimeja makan.Tapi tenang saja,atas meja sudah dibersihkan sama pelayan kok.Mereka semua pun meninggalkan meja makan,dan berpindah keruang keluarga.


Dan disini lah sekarang mereka,duduk diruang keluarga.Al dan Kesya sudah berangkat,sedangkan Oma Jeny memilih untuk istirahat duluan.Tinggallah daddy Marvin, mommy Cella juga Kevin dan Kinan.

__ADS_1


"Ini ngak ada yang mau diomongin nih,kalau ngak ada Kevin mau keruang kerja.Masih ada beberapa kerjaan yang mau Kevin bereskan." Ucap Kevin,karena sudah hampir sepuluh menit mereka duduk.Tapi tidak ada yang bicara,malah kedua orang tuanya asik makan puding.


"Sabar napa!.Ini enak banget lho,kamu pasti nyesal kalau ngak ikut makan." Ucap mommy Cella disela -sela makannya.Membuat Kevin memutar bola matanya malas.


"Puding ini juga kamu yang masak,sayang." Tanya mommy Cella pada Kinan.


"Iya mom." Kinan juga ikut mencicipi beberapa potong.


"Mmmm....enak." Mommy Cella mengangkat jempolnya.Kinan hanya tersenyum,merasa senang karena mertuanya juga menyukai puding buatannya.


"Mas ngak mau." Kinan menawarkan sang suami.


"Ngak,masih kenyang."


"Ngak usah ditawarin,sayang.Kalau sudah habis,baru dia nyesal." Sahut mommy Cella.


"Kenyang banget," mommy Cella mengambil tissue dan membersihkan mulutnya.


"Bagaimana keadaan perusahaan,Vin." Tanya daddy Marvin.


"Aman dad." Daddy Marvin mengangguk - angguk.Dia tidak akan meragukan kinerja anaknya.


"Kalau perlakuanmu pada menantu mommy selama kami tinggal,gimana?" Mommy Cella ikut menyahut.


"Baik kok,mom.Pulang kantor pun sore hari,paling kalau ada pekerjaan mendesak baru pulang malam.Itu pun ngak terlalu malam,kalau mommy tidak percaya,mommy bisa tanyakan pada menantu mommy."


Mommy Cella menatap Kinan, membuat Kinan menganggukkan kepalanya.Tanda membenarkan ucapan suaminya.


"Jadi kenapa tadi mommy bilang mau marahin Kevin.Sementara Kevin sudah mengikuti semua permintaan daddy dan mommy untuk menjaga Kinan dan memperlakukan Kinan dengan baik.Bahkan sikap Kevin sudah Kevin perbaiki,tidak cuek dan ketus lagi.Itu kan yang daddy dan mommy inginkan?"


🌻🌻🌹🌹


Jangan lupa dukungannya ya vote,like dan komen

__ADS_1


Terimakasih 🙏💝


__ADS_2