Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Bab 111


__ADS_3

Pagi hari semua anggota keluarga William sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan.


"Kesya sudah berangkat ke kampus iya Pak Salman?" Tanya Kinan, setelah dia tidak melihat Kesya ada di meja makan.


"Pantesan mommy merasa seperti ada yang kurang, ternyata Kesya yang nggak ada!" Mommy Cella ikut bercelatuk.


"Nona Kesya tadi malam nggak pulang ke mansion nona!" Pak Salman yang berdiri tidak jauh dari meja makan menjawab.


"Apa!" Tentu saja Kinan kaget, mendengar Kesya tidak pulang ke mansion. Padahal mereka sudah sepakat kalau Kesya akan tinggal di mansion selama suaminya diluar kota. Bahkan Kesya sudah setuju memperpanjang waktunya tinggal di mansion setelah Kinan melahirkan nanti. Alasannya, supaya Kesya bisa ikut membantunya dalam merawat anaknya, selain mertuanya. Kinan juga menahan Kesya dengan alasan, hitung-hitung belajar menjadi calon ibu nantinya. Tapi kenapa sekarang Kesya sudah tidak pulang ke mansion, pikir Kinan.


"Apa Kesya pulang ke rumah sana? Tapi kenapa Kesya tidak ada menghubungiku?" Gumam Kinan, seolah bertanya pada dirinya sendiri. Tapi masih bisa di dengar yang lainnya.


"Kamu sudah cek ponsel kamu nak? Barangkali tadi malam Kesya ada telpon atau w*******, tapi kamu sudah tidur?" Mommy Cella yang duduk di samping Kinan, mengusap lengan sang menantu.


"Kayaknya nggak ada deh mom!" Kinan ingat sebelum turun kebawah, Kinan sudah video call dengan suaminya. Selesai video call, Kinan memeriksa ponselnya, tidak ada panggilan atau w******* apapun dari Kesya.


"Mungkin Kesya lupa menghubungimu, nak. Lebih baik sekarang kita sarapan, nanti kita tanyakan Pak Sony, kan dia yang jemput Kesya tadi malam. Atau nggak, kamu bisa hubungin Kesya nanti." Daddy Marvin yang ikut menyimak, menimpali.


Setelahnya mereka semua sarapan dengan hening. Hingga tidak lama acara sarapan selesai. Daddy Marvin yang masih tidak enak badan memilih masuk kamar untuk istirahat. Sementara mommy Cella, Oma dan juga Kinan duduk di gazebo belakang.


"Kenapa tidak di angkat sih?" Gerutu Kinan, yang baru saja menghubungi Kesya. Tadi ponselnya sudah diambilkan sama bi Surti dari kamar.


"Mungkin Kesya sudah kerja nak. Paling juga nanti Kesya hubungin balik. Nanti siang kalau tidak ada juga kabar dari Kesya, biar mommy tanya orang hotel. Pasti dia kerja hari ini. Udah kamu tenang saja, Kesya pasti baik-baik saja."


"Selamat pagi nyonya, Oma, nona Kinan!" Ditengah perbincangan mereka, datang Pak Sony.


"Selamat pagi Pak!" Jawab mereka serempak.


"Pak Sony yang menjemput Kesya tadi malam pulang dari kampus kan? Apa Pak Sony mengantarnya kerumahnya? Kenapa tidak dibawa ke sini Pak, kan Kesya untuk sementara tinggal disini Pak!" Tanya mommy Cella beruntun.


"Nanyanya satu-satu lah Cell, Pak Sony jadi bingung itu mau jawab yang mana dulu." Ujar Oma Jeny, melihat raut bingung Pak Sony.


Membuat mommy Cella cengar-cengir.


"Maaf nyonya, tadi malam saya memang menjemput nona Kesya ke kampus, tapi nona Kesya bilang akan mengerjakan tugas dulu diperpustakaan dengan temannya. Sehingga nona Kesya meminta saya pulang. Nona Kesya juga bilang, akan pulang naik taksi ke mansion."

__ADS_1


"Begitu iya? Tapi Kesya nggak pulang kesini Pak?"


"Maafkan saya nyonya! Apa saya cek kerumah nona Kesya saja nyonya?" Pak Sony yang merasa pekerjaan ini adalah tanggung jawabnya, menawarkan diri untuk pergi kerumah Kesya.


"Tidak usah Pak, paling juga Kesya sudah berangkat kerja. Iya udah, Pak Sony lanjut aja kerjanya!" Merasa tidak ada lagi yang mau ditanyakan lagi pada Pak Sony, mommy Cella meminta Pak Sony untuk melakukan pekerjaan yang lain.


"Kalau begitu saya permisi nyonya, oma, nona Kinan." Pak Sony menundukkan kepalanya dan berlalu dari sana.


"Kamu sudah dengar penjelasan Pak Sony kan nak. Mungkin tadi malam Kesya ngerjain tugasnya lama, dan karena nggak enak pulang kesini larut malam, makanya Kesya pulang kerumahnya. Mommy yakin, Kesya pasti baik-baik saja. Kamu nggak boleh banyak pikiran, kamu harus tenang dan jangan panik. Karena akan berpengaruh pada kandungan kamu. Bisa-bisa kontraksi pula!" Mommy Cella mengusap-usap punggung Kinan. Berharap menantunya merasa tenang dan tidak berpikiran macam-macam.


Sementara di tempat yang jauh dari kota.


Kesya yang awalnya memejamkan mata, dengan perlahan membuka kedua matanya. Mengerjab-ngerjabkan matanya beberapa saat, dan saat nyawanya sudah terkumpul, Kesya membelalakkan matanya, begitu menyadari kalau posisinya lagi duduk di kursi dengan tangan dan kaki yang terikat.


Kesya mengalihkan pandangannya pada sekeliling, Kesya tidak tahu ada dimana. Meskipun lampu tidak dinyalakan, tapi ruangan ini cukup terang, karena ada cahaya dari celah-celah jendela, sepertinya diluar sudah pagi atau mungkin sudah siang, Kesya tidak tahu.


"Di mana ini? Bukannya tadi malam aku..... Jadi itu bukan mimpi?" Lirih Kesya. Kesya pikir dia mimpi, begitu mengingat kejadian tadi malam.


"Pasti di sapu tangan itu ada obat bius, makanya aku langsung pingsan. Kepalaku pun masih sedikit pusing!" Kesya mencoba menggeleng-gelengkan kepalanya. Berharap sakit kepalanya bisa berkurang.


Kesya mencoba menggoyang-goyangkan tangannya, siapa tahu ikatan tangannya bisa lepas. Tapi usahanya sia-sia, sepertinya mereka mengikatnya dengan kuat.


"Siapa yang membawaku kesini, perasaan aku tidak punya musuh?" Kesya bertanya pada dirinya sendiri.


"Atau ini penculikan?" Entah kenapa ungkapan itu yang terlintas dipikiran Kesya.


"Jadi aku positif nih diculik? Aku pikir hanya di tivi-tivi yang ada penculikan, ternyata akupun mengalaminya langsung. Jangan-jangan penculiknya itu mengira aku anak orang kaya. Mungkin mereka mau minta uang tebusan yang banyak. Dasar penculik bodoh, apa tidak bisa membedakan mana anak orang kaya dan orang miskin?" Kesya malah mengoceh kemana-mana.


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Buru-buru Kesya memejamkan matanya kembali. Kesya tidak mau, orang yang datang itu tahu kalau Kesya sudah sadar. Kesya juga pengen mendengar apa alasan mereka membawa Kesya ke tempat ini.


"Sepertinya dia belum bangun bos?" Ucap salah satu dari ketiga orang yang baru masuk.


"Siram aja, biar dia bangun!" sahut yang dipanggil bos itu. Salah satu dari mereka keluar dan kembali dengan sebotol air. Lalu menyiramkannya ke atas kepala Kesya, membuat Kesya kaget dan membuka matanya.


"Siapa kalian?" Kesya memperhatikan ketiga orang yang ada dihadapannya. Dua laki-laki dan satu wanita. Kedua laki-laki itu berdiri, sementara yang wanita duduk di kursi yang ada di depannya dengan mengangkat sebelah kakinya. Tatapan wanita itu tidak lepas memperhatikan Kesya. Dan Kesya merasa tidak kenal dan tidak ada urusan dengan ketiga orang itu, tapi kenapa mereka mengurungku, pikirnya.

__ADS_1


Ternyata istrinya Kevin tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku. Kalau hanya wanita seperti ini, akan sangat gampang aku singkirkan, pikir wanita yang duduk dihadapan Kesya. Wanita itu berdehem untuk memulai.....


"Kamu pasti bingung kenapa bisa ada di tempat ini. Perkenalkan, namaku Jessica sekaligus mantan kekasih dari suamimu Kevin. Tapi meskipun mantan, kami masih saling mencintai."


Sejak kapan aku punya suami? Tunggu, dia bilang Kevin? Jangan bilang kalau Kevin yang dimaksud wanita ini adalah suaminya Kinan.


"Aku tahu, kamu dan Kevin sudah menikah. Dan sekarang, kamu sudah menjadi istrinya Kevin. Dan aku juga tahu kalau orang sepertimu mau menikah dengan Kevin karena mau uangnya saja. Karena itu, aku ingin membuat kesepakatan denganmu. Aku akan memberikan sejumlah uang untukmu, dengan syarat, kamu harus meninggalkan Kevin dan pergi dari keluarga William. Kalau perlu kamu pergi ke luar negeri. Karena aku akan kembali pada Kevin, aku yakin Kevin menolakku karena kamu."


Jadi orang ini mengira kalau aku istrinya tuan Kevin. Dapat informasi dari mana sih orang ini. Tapi ada untungnya juga, aku yang diculik orang ini. Bagaimana kalau Kinan yang diculik dengan kondisi hamil besar. Bisa-bisa Kinan langsung kontraksi, dan keponakanku akan lahir sebelum waktunya. Aku tidak akan membiarkan keselamatan Kinan dan keponakanku terancam. Lebih baik aku ikuti dulu permainan orang ini, sembari memikirkan cara untuk melarikan diri. Enak saja mau menyingkirkan Kinan. Tidak segampang itu marimar.


"Memangnya situ sudah bertemu dengan suamiku?" Kesya sengaja menekan kalimat terakhirnya. Dan dalam hati, Kesya meminta maaf pada Kinan, karena mengatakan Kevin sebagai suaminya.


Membuat Jessica mengepalkan tangannya. Suamiku! Memuakkan! Tapi Jessica berusaha bersikap biasa, demi tujuannya.


"Aku sudah bertemu dengannya, tapi dia tidak mau kembali padaku. Dan aku memakluminya, karena kami baru bertemu kembali, setelah lama berpisah. Tapi aku yakin, kalau dia masih sangat mencintaiku dan mau kembali padaku. Karena itu, selagi aku minta baik-baik, kamu harus segera meninggalkan Kevin."


"Kalau aku tidak mau!"


"Terpaksa aku harus menggunakan kekerasan. Kamu lihat kedua laki-laki itu!" Jessica menunjuk kedua orang suruhannya itu dengan dagunya.


"Kamu tidak mau kan, kedua orang itu memper******, dan videonya aku berikan pada Kevin. Aku yakin, begitu melihat video itu, Kevin dan orang tuanya pasti langsung mengusirmu dari kediaman mereka tanpa mendapatkan apa-apa. Tapi kalau kamu setuju dengan kesepakatan yang aku tawarkan, kamu masih bisa mendapatkan uang yang banyak."


Tubuh Kesya menegang, membayangkan kedua laki-laki itu, memp*********. Tapi Kesya tidak boleh menunjukkan kalau dia takut. Dia harus berani menghadapi orang yang ada dihadapannya ini.


"Pikirkan tawaranku dengan baik. Waktumu hanya sampai siang nanti, jika kamu menolak, kamu pasti tahu apa resikonya kan?" Jessica bangkit dari duduknya dan menghampiri Kesya. Sekali lagi dia memperhatikan Kesya, kelebihan Kesya hanya lebih muda saja. Selebihnya, Jessica merasa jauh diatas Kesya dan lebih pantas mendampingi Kevin.


"Kalian jaga dia dengan baik, jangan sampai kabur. Nanti siang aku balik lagi!"


"Beres bos!"


Setelahnya, ketiga orang itu meninggalkan Kesya. Begitu pintu tertutup, Kesya menarik nafas dalam-dalam.


Aku harus bisa keluar dari sini, sebelum mereka datang lagi. Jangan sampai mereka melakukan hal buruk padaku. Sekarang aku harus berusaha melepaskan tali ini.


Kembali Kesya menggoyang-goyangkan tangannya. Hingga beberapa saat, bukannya ikatannya lepas, tapi tangan Kesya terasa pegal dan perih. Mungkin tangannya ada yang luka karena gesekan tali. Kesya berhenti sejenak, untuk memulihkan tenaganya. Nanti akan dia coba kembali.

__ADS_1


__ADS_2