Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Part 57


__ADS_3

Sudah jam sepuluh malam, saat Kevin tiba dirumah. Tadi sore setelah dari hotel Will's, Kevin dan Al masih mampir kekantor.


"Selamat malam tuan." Sapa pak Salman sembari menundukkan kepalanya.


"Hemmm....." Kevin memberikan tas kerjanya pada pak Salman, dan berlalu masuk kedalam rumah, yang diikuti oleh pak Salman dari belakang.


"Aku akan langsung kekamar, pak Salman istirahat saja."


"Baik, tuan, selamat istirahat." Pak Salman menunggu Kevin masuk kedalam kamar. Setelah Kevin sudah memasuki kamar, pak Salman berlalu menuju ruang kerja Kevin, untuk menyimpan tas kerja Kevin.


Begitu memasuki kamar, terlihat Kinan sudah tertidur pulas diatas ranjang. Kevin meletakkan dompet dan ponselnya diatas nakas. Lalu Kevin berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri. Tidak butuh waktu lama, Kevin sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, dan handuk kecil ditangannya untuk mengeringkan rambutnya. Kevin berjalan kearah sofa, karena disana sudah tersedia piyama tidurnya. Sepertinya istrinya sengaja menyiapkan baju ganti untuknya. Setelah selesai mengenakan piyamanya, Kevin mengeringkan rambutnya. Setelah merasa rambutnya sudah kering, Kevin melempar handuknya keatas meja. Lalu Kevin naik keatas ranjang.


Kevin mencium semua bagian wajah sang istri, dan yang terakhir bibirnya. Kevin ******* bibir Kinan, dan menggigit bibir Kinan dengan lembut. Tidak mau kalau aksinya ketahuan, Kevin segera menyudahinya. "Pulas banget sih tidurnya, sampai diapa - apain saja tidak bangun, gumamnya, sembari mengelus bibir Kinan yang terlihat bengkak akibat ulahnya barusan.


Kevin beralih keperut Kinan yang sudah terlihat sedikit membuncit, dan mengelusnya. "Halo nak, baik - baik diperut mommy ya. Selamat malam, selamat bobo anak daddy." Kevin memberikan kecupan tiga kali disana. Sebelum Kevin tidur, sekali lagi dia mengecup kening dan bibir istrinya. "Selamat tidur istriku." Hal itu adalah kegiatan Kevin setiap malam, sebelum dia tidur. Kegiatannya yang tidak diketahui oleh sang istri. Kemudian Kevin memperbaiki selimut sang istri.Kevin memejamkan matanya untuk tidur, sembari memeluk istrinya.


*****


Tengah malam, Kinan terbangun karena merasa lapar. Dengan perlahan, Kinan memindahkan tangan Kevin yang ada diatas perutnya. Setelah itu dengan perlahan juga, Kinan turun dari atas ranjang, supaya tidak menggangu tidur suaminya. Setelah memakai sandalnya, Kinan keluar dari kamar. Kinan menuruni anak tangga dengan perlahan, karena cahaya yang minim. Karena hanya beberapa lampu yang dibiarkan menyala. Tiba dibelakang, Kinan menekan saklar lampu dapur, lalu menuju kulkas dan membukanya. Kinan mencari apa yang sekiranya bisa dia makan.

__ADS_1


"Untung masih ada ini," gumamnya sembari mengeluarkan roti tawar dan selainya. Tidak lupa, dia membuat segelas susu, dan membawanya ke meja makan. Kinan mengambil dua lembar roti dan mengoleskan selainya. "Mommy yang lapar atau kamu nak," ucap Kinan disela - sela makannya. Dia juga mengelus perutnya. Semenjak hamil, baru kali ini Kinan bangun karena lapar tengah malam seperti ini.


"Apa yang kamu lakukan disini?"


"Astaga...." Kinan mengelus dadanya, karena kaget. "Bisa ngak sih mas, kalau datang itu kasih tanda. Bikin orang kaget aja," gerutu Kinan.


"Kasih tanda, gimana?" Kevin menarik kursi dan duduk disamping Kinan.


"Tanda apa kek, udah tahu ini tengah malam, malah nongol tiba - tiba. Kinan pikir tadi ada hantu."


"Memangnya ada hantu seganteng ini!"


"Ganteng banget malah. Kamu lapar atau gimana? Ngak biasanya kamu bangun tengah malam." Kevin memperhatikan Kinan yang masih asik memakan rotinya.


"Anak mas yang lapar." Kinan menunjuk kearah perutnya.


"Anakku atau mommynya yang lapar?"


Membuat Kinan cengar-cengir. "Dua - duanya, mas mau?" Ucap Kinan. Kevin menggelengkan kepalanya, dia ngak biasa makan tengah malam.

__ADS_1


"Kok mas bangun?" Tanya Kinan, disela - sela makannya.


"Gimana ngak bangun, guling hidup mas ngak ada." Jawab Kevin santai. Kevin memang terbangun karena merasakan tidak ada istrinya disebelahnya. Dia pikir sudah pagi, tapi ketika dia melihat jam, masih jam dua dini hari. Dia pikir Kinan dikamar mandi, Kevin menunggu hampir sepuluh menit, tapi Kinan tidak juga muncul, Kevin pun memeriksa kamar mandi. Ternyata kamar mandinya kosong. Kevin langsung panik, dia sempat berpikir kalau istrinya pergi meninggalkannya. Tapi saat melihat ponsel dan barang Kinan yang lain masih ada, dia merasa lega. Kevin pun memutuskan untuk mencari istrinya dibawah, barang kali istrinya haus atau apa. Dan ternyata benar, Kinan ada didapur, dan asik makan roti dimeja makan.


"Sembarangan aja bilang guling hidup."


"Memang iya kan? Cepat habiskan, habis itu kita istirahat."


"Hemmmm....." Tidak lama Kinan sudah menghabiskan empat potong roti dan segelas susu.


"Tunggu disini, biar mas saja yang simpan." Kevin membawa piring dan gelas kotor bekas Kinan ke wastafel. Lalu menyimpan sisa selai kedalam kulkas. Rotinya sudah habis dimakan sama Kinan, yang tersisa hanya selainya saja. Setelah mematikan lampu dapur, Kinan dan Kevin kembali ke kamar mereka.


Tiba dikamar, Kevin membawa Kinan keatas ranjang. "Ayo tidur lagi, masih bisa beberapa jam lagi tidur." Kevin membantu membaringkan tubuh Kinan dan menarik selimut sampai batas dada sang istri.


"Tapi Kinan belum ngantuk, mas."


"Terus kamu mau ngapain jam segini. Tidur lagi saja, sini mas peluk, biar kamu cepat tidur."


"Itu sih maunya, mas." Tapi Kinan membiarkan Kevin memeluknya. Tidak lama sudah terdengar hembusan nafas suaminya yang teratur, menandakan suaminya sudah tidur. Sepertinya sang suami sudah menahan ngantuk saat dibawah tadi. Kinan juga ikut memejamkan matanya, mencoba untuk tidur kembali.

__ADS_1


__ADS_2