Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Bab 73


__ADS_3

Kevin membuka pintu secara perlahan, agar tidak menggangu tidur istrinya. Dia yakin sang istri sudah tidur. Kevin berdiri diambang pintu, benarkan, istrinya sudah tidur. Dengan perlahan juga, Kevin menutup pintu. Lalu mendekati tempat tidur, sembari meletakkan dompet dan ponselnya diatas nakas, Kevin memperhatikan wajah istrinya yang lagi tidur.


"Kamu curang Ay, mas ditinggal tidur. Mas udah membayangkan mendapat hadiah besar, ternyata gagal. Salah mas juga sih, pulang malam. Tapi besok mas akan minta double!" Lirih suara Kevin, dia mengecup kening dan bibir istrinya kilat. Lalu merapikan selimut sang istri. Setelahnya Kevin masuk kamar mandi. Dia ingin berendam, untuk menghilangkan rasa lelahnya.


Begitu mendengar suara pintu kamar mandi sudah tertutup, Kinan membuka matanya. Dia menggelengkan kepalanya, sembari terkekeh geli. Sebenarnya dia sudah bangun, ketika mendengar pintu kamar mereka dibuka. Dia sengaja tidak membuka mata, bahkan dia hampir tertawa mendengar ucapan sang suami. Kinan mendudukkan tubuhnya dan turun dari atas ranjang. Kinan awalnya memang sudah menunggu suaminya pulang. Tapi suaminya bilang kalau pulang malam, karena masih ada kerjaan. Makanya Kinan tidur duluan. Kinan mengambil guling dan menyelimutinya.


Kinan masuk keruang ganti, membuka lemari dan mengambil sesuatu dari sana. Tadi siang pas suaminya berangkat kekantor, mommy Cella menanyakan apa yang dibisikkan suaminya padanya. Dan dengan polosnya, Kinan memberitahu mommy Cella. Karena hal itu lah, mommy Cella memberikan yang dia pegang saat ini. Bahkan masih ada beberapa potong lagi yang lainnya. Mommy Cella juga melakukan perawatan khusus untuknya tadi.


Kinan sudah mengganti piyamanya dengan gaun malam dan berdandan sedikit. Ketika melihat tampilannya didepan cermin, sebenarnya Kinan malu melihatnya. Lama dia terdiam didepan cermin. Sekali - sekali menyenangkan suami, pikirnya. Setelah menguatkan dirinya, Kinan keluar dari ruang ganti.


Sementara Kevin yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, melihat kearah sofa. Tidak ada piyamanya disana. Tumben, pikirnya. Kevin mengalihkan pandangannya ke atas ranjang. Selimut yang dia rapikan sampai batas dada istrinya tadi, sudah menutupi seluruh tubuh istrinya, tanpa tahu yang didalam selimut bukan istrinya.


"Nanti kamu nggak bisa nafas, Ay!" Lirihnya, sembari menarik selimut. "Astaga!" Kevin hampir jatuh, karena saking kagetnya. Siapa yang tidak kaget, tadi sebelum mandi, istri tidur disini, tapi sekarang tidak ada, sudah berganti dengan guling. Berpikir kalau sang istri kebawah, Kevin bergegas keluar kamar. Karena panik, dia tidak sadar, yang hanya memakai handuk. Sebelum dia memegang handle pintu, terdengar suara pintu yang lain terbuka. Kevin membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


Kevin membelalakkan matanya, juga terpaku ditempat. Gimana tidak terpaku, dia melihat sosok bidadari dunia ada dihadapannya. Sang istri berdiri didepan pintu ruang ganti, bak foto model. Dengan memakai gaun malam hitam, yang sangat kontras dengan kulit putih mulus sang istri. Ditambah dengan perut istrinya yang membulat, istrinya terlihat semakin sexy.


Sebenarnya gaun malam yang di kenakan istrinya, bukan seperti lingerie biasa yang sangat terbuka. Tapi melihat sang istri dengan berani memakainya, Kevin sangat senang. Rambut istrinya digulung asal, tapi menjadi daya tarik tersendiri, sehingga memperlihatkan leher jenjang sang istri. Sepertinya istrinya juga memakai bedak, meski tipis. Jangan lupakan dengan warna lipstik yang merah menyala, membuat istrinya terlihat seperti wanita dewasa.


Kinan yang ditatap intens seperti itu, sama suaminya, membuatnya salah tingkah. Wajahnya juga terasa panas. Kinan menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya. Kevin melangkah mendekati istrinya.


"Jadi tadi itu, kamu pura - pura tidur, hm?" Kevin mencubit hidung istrinya. Dan mendekatkan jarak, hingga tidak ada jarak dengan sang istri. Kevin mencium bibir istrinya dengan lembut, Kinan juga membalas, hingga beberapa saat, ciuman itu terlepas, saat keduanya merasa kehabisan nafas.


"Kamu sexy sekali, Ay!" Bisiknya dengan suara serak. Kevin yang tidak tahan melihat leher jenjang istrinya, menciumnya dengan mesra. Dapat Kevin hirup wangi parfum sang istri yang sangat lembut. Sekeliling leher istrinya tidak luput dari sentuhan bibirnya, dan terakhir membuat tanda kepemilikan disana. Membuat Kinan tersentak dan mendorong dada suaminya.


"Kenapa disitu sih, mas? Kan malu kalau dilihat orang?" Kinan mengerucutkan bibirnya. Membuat Kevin mengecupnya. Dan langsung menggendong istrinya ala bridal style, lalu membaringkannya diatas tempat tidur. Kevin mengecup kening istrinya.


"Berarti kalau ditempat yang lain bisa kan?" Kevin menyelipkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah sang istri kebelakang telinganya. "Boleh mas minta hadiah mas sekarang?" Suara Kevin semakin serak. Kinan hanya mengangguk sebagai jawaban. Tanpa membuang waktu, Kevin memagut bibir sang istri, yang awalnya lembut semakin lama, semakin menuntut. Tangannya juga tidak mau diam, bahkan Kinan tidak sadar kalau dia sudah tidak memakai apa - apa. Kevin yang tadi hanya memakai handuk, sangat menguntungkankan baginya. Dia langsung menarik handuk yang di pinggangnya dan membuangnya asal.

__ADS_1


Kevin menarik selimut untuk menutupi tubuh polos dirinya dan sang istri. Keduanya baru saja menyelesaikan pergulatan panas mereka.


"Terimakasih Ay," mas senang banget. Kevin mengecup kening istrinya mesra dan mendekapnya.


"I love you!"


"Hemm.....!" Meski keduanya berjarak, karena terhalang perutnya yang membesar, Kinan memeluk dan menyembunyikan wajahnya didada bidang sang suami. Kevin tidak masalah, kalau sang istri tidak membalas ucapannya. Dengan perlakuan sang istri, dia sudah senang. Dia akan sabar menunggu istrinya mengucapkan kalimat itu padanya. Tidak lama terdengar deru nafas istrinya yang teratur, menandakan istrinya sudah tertidur pulas.


"Maaf sayang, udah buat kamu kecapean," lirihnya. Kevin yang juga merasa kelelahan, memejamkan matanya, menyusul sang istri ke alam mimpi.


🌻🌻🌹🌹


Jangan lupa dukungannya ya, like, vote dan komen

__ADS_1


Terimakasih 🙏😃


__ADS_2