
Kini mommy Cella dan Kinan sudah berada disebuah mall terbesar yang ada di ibukota. Tadi mommy Cella mengajak Kinan ke mall, setelah keluar dari kantor.
"Kita mau beli apa, mom?" Tanya Kinan pada mommy Cella. Sudah lima belas menit mereka keliling - keliling, tidak tahu mau beli apa. Kinan hanya mengikuti mommy Cella, kemana mommy Cella melangkah. Begitu juga dengan dua orang pengawal yang mengikuti mereka dibelakang. Hanya bisa pasrah, tidak mungkin mereka protes, bisa hilang nyawa keduanya kalau protes.
"Mommy juga bingung mau beli apa." Sahut mommy Cella sembari tersenyum. "Menurutmu kita beli apa, sayang?" Mommy Cella malah balik tanya.
"Kinan juga ngak tahu mau beli apa, mom. Semua kebutuhan Kinan sudah mommy sediakan." Sahut Kinan pelan. Tentu saja Kinan bingung mau beli apa. Secara semua kebutuhannya sudah disediakan mommy Cella. Dari mulai, pakaian, tas, sepatu, perlengkapan make up dan juga aksesoris lainnya.
"Mommy tahu sekarang, ayok." Mommy Cella menarik tangan menantunya pelan dan masuk kesalah satu toko terbesar yang ada di mall tersebut.
"Kita ngapain kesini, mom?" Tanya Kinan pelan, nyaris seperti berbisik. Dia takut pengunjung lain mendengar ucapannya.
"Mau boronglah, apa lagi."
"Tapi baju Kinan udah banyak, mom. Bukannya tadi orang butik baru ngantar banyak baju untuk Kinan!" Ya, mommy Cella membawa Kinan ketoko perlengkapan wanita dan pria. Semua lengkap disana, jangan lupakan dengan merek dan harga yang fantastis juga.
"Itu beda sayang. Itu kan pemberian mommy. Sekarang kita akan menguras isi kartu suamimu. Kapan lagi kan, kita bisa menguras isi ATM nya. Kamu sudah dikasih kartu sama anak mommy kan, sayang?"
"Sudah mom. Tadi pagi mas Kevin kasih black card sama Kinan."
"Bagus - bagus." Mommy Cella bahkan bertepuk tangan kecil. "Mommy akan memilih beberapa baju hamil, untuk tambahan yang dirumah. Dan juga baju ketika kamu menyusui nanti. Kita juga akan beli tas, sepatu, pokoknya semuanya." Ucap mommy Cella antusias. Kini keduanya sudah ada dibagian baju ibu hamil.
"Kamu pilih saja, mana yang kamu suka sayang."
__ADS_1
"Kinan bingung pilih yang mana, mom. Semua cantik - cantik, jadi bingung pilih yang mana." Sahut Kinan. Mommy Cella berpikir, kalau menantu cantiknya ini, mungkin segan belanja. Maka mommy Cella yang akhirnya bertindak.
"Kalau begitu, biar mommy saja yang pilihkan untukmu." Ucap mommy Cella tegas, tanpa bisa dibantah lagi. Kinan hanya bisa pasrah menuruti keinginan mommy Cella.
"Banyak banget, mom!" Kinan kaget ketika melihat isi trolli yang didorong pengawal, isinya hampir penuh. Itu hanya baju, gimana kalau ditambah yang lain.
"Tidak papa, ayok." Mommy Cella membawa Kinan kebagian tas. Sama seperti tadi, mommy Cella memilih tas yang cocok untuk menantunya. Pandangan Kinan jatuh pada sebuah handbag. Kinan mendekat, kedua matanya melotot, melihat tag harga yang ditempelkan disana.
"Gila.....harga tasnya seharga rumah," gumamnya.
Lebih baik beli rumah, daripada tas sekecil itu.
Jiwa missquen Kinan protes. Karena tidak mau melihat tas itu lagi, akhirnya Kinan berbalik arah. Dia hanya melihat - lihat saja. Dia tidak mau mendekat, takutnya dia pingsan ketika melihat harga tas yang lain. Tingkah Kinan tadi, tertangkap pandangan mommy Cella. Mommy Cella menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil melihat menantunya. Mungkin Kinan kaget melihat harga tas itu, pikirnya. Ketika Kinan melangkah agak jauh, mommy Cella berjalan ketempat tas yang dilihat Kinan tadi. Dia pun meminta salah satu SPG untuk mengambilnya. Kembali mommy Cella tersenyum ketika melihat tag harganya. Bagi mommy Cella harga segitu tidak jadi masalah, yang bayar kan pake kartu anaknya.Hehehe
"Kalau dia berani marah, mommy akan pecat dia jadi anak mommy." Sahut mommy Cella asal. "Sudah kamu tenang saja. Mommy yakin anak mommy yang satu itu, tidak akan marah." Mommy Cella mengelus bahu menantunya, untuk menenangkan sang menantu.
Membuat Kinan menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan. "Oh iya, mom, Kinan tinggal sebentar ya." Ucap Kinan tiba - tiba, ketika dia ingat sesuatu.
"Kamu mau kemana, sayang? Apa masih ada yang kurang?"
Kinan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia bingung mau kasih tahu atau tidak.
"Kenapa sayang? Kalau kamu pengen sesuatu, ngomong saja."
__ADS_1
Dengan malu - malu, Kinan berucap. "Kinan mau membelikan dasi untuk mas Kevin, mom." Lirih Kinan. Membuat mommy Cella tersenyum geli.
"Iya udah, ayok mommy temani." Mommy Cella membawa Kinan kebagian perlengkapan pria. "Sekarang kamu pilih, mana yang cocok untuk suamimu." Mommy Cella membiarkan Kinan memilih sendiri. Mommy Cella juga tidak mau ketinggalan, dia juga memilih untuk suaminya. Pada hal dasi sang suami pun tak terhitung jumlahnya dirumah.
Tidak lama Kinan mendekati mommy Cella. "Kinan sudah selesai, mom, kita kebagian kemeja bentar ya, mom." Mommy Cella tidak mendengarkan ucapan Kinan. Mommy Cella fokus kedasi yang ada ditangan menantunya. Bukan soal jumlahnya, tapi ada satu warna yang membuat mommy Cella pengen tertawa.
"Kamu yakin pengen beli warna ini, sayang?" Tanya mommy Cella, sembari memegang salah satunya.
"Jelek ya, mom?" Sahut Kinan pelan, bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Entah kenapa Kinan merasa sedih melihat reaksi mommy Cella. Membuat mommy Cella kelabakan.
"Tidak sayang, bagus kok. Bagus banget malah. Warna itu sangat cocok untuk anak mommy yang tampan itu."
"Benarkan mom, makanya Kinan ambil warna itu." Wajah Kinan langsung berbinar. Diam - diam mommy Cella bernafas lega.
"Bawaan bayi kayaknya," gumamnya sepelan mungkin. "Ayok, katanya mau lihat kemeja juga?" Begitu sampai dibagian kemeja, Kinan bergegas mengambil satu kemeja, sama dengan warna dasi tadi.
"Cuma satu itu saja, sayang?"
"Iya, mom. Sebenarnya kemeja mas Kevin sudah banyak banget kan, mom. Kinan juga yakin, masih ada kemeja yang belum pernah dipakai. Tapi Kinan perhatikan, warna kayak gini belum ada." Kinan mengangkat kemeja yang ada ditangannya. "Tiba - tiba Kinan pengen lihat mas Kevin pakai kemeja warna pink ini, mom." Ya, warna kemeja yang diambil Kinan, warna pink. Sama persis kayak warna dasi tadi.
Mommy Cella mengalihkan pandangannya, rasanya mommy Cella tidak tahan untuk tertawa. Tapi dia tidak mau membuat menantunya sedih. Dia bisa membayangkan, gimana wajah anaknya ketika memakai kemeja itu nanti.
"Kalau sudah selesai, kita balik ke kasir saja ya. Kita udah kelamaan disini. Mommy ngak mau kamu kecapean, sayang." Keduanya berjalan menuju kasir. Ternyata belanjaan mereka sudah hampir selesai dihitung. Selesai semua pembayaran, mereka segara pulang.
__ADS_1