Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Part 41


__ADS_3

Kevin beranjak dari duduknya dan mendekati Kinan.Tiba di depan Kinan,dia menempelkan punggung tangannya ke kening Kinan.


Membuat Kinan semakin bingung. "Mas kenapa sih?".


"Tidak apa - apa.Yang penting kamu baik - baik saja kan!". Kevin cukup lega,karena Kinan baik - baik saja.Dia pikir karena mimpi tengah malam tadi, membuat Kinan tidak enak badan.Dan sepertinya,Kinan tidak ingat dengan mimpinya itu.Kemudian Kevin berlalu begitu saja,masuk kamar mandi.


Melihat tingkah suaminya yang agak aneh menurutnya,Kinan menggendikkan bahunya.Dia pun berjalan kemeja rias.Dia berdandan tipis - tipis.Setelah dirasa pas,dia menghentikan kegiatannya.Dia memandang kearah cermin.Cukup puas dan terlihat cantik dan natural.Lalu Kinan masuk keruang ganti,untuk menyiapkan pakaian suaminya.Tiba diruang ganti,Kinan membuka lemari.Dan pilihannya jatuh pada sepasang jas warna hitam dan kemeja warna biru muda.Tidak lupa dia mengambil dasi dan perlengkapan lainnya.


Kemudian dia membawanya keluar,dan meletakkannya diatas ranjang.Belum Kinan keluar dari kamar, pintu kamar mandi sudah terbuka.


Kevin keluar dari kamar mandi,dengan handuk yang melilit di pinggangnya.Beberapa tetes air, meluncur dari rambut sampai membasahi perutnya,yang seperti roti sobek.Kinan sampai meneguk salivanya beberapa kali,karena terlalu fokus pada tubuh suaminya.Sungguh godaan dipagi hari.Tapi tunggu dulu,kenapa dada suaminya seperti merah - merah.


"Sudah puas melihatnya!".


Kinan tidak sadar, kalau suaminya sudah ada didepannya.Lalu Kinan mengarahkan pandangannya kearah lain.Wajahnya sudah merah dan terasa panas,karena ketahuan mengagumi tubuh suaminya.


"Kenapa sekarang kamu malah mengalihkan pandanganmu?. Bukannya tadi kamu sangat menikmatinya!". Kevin semakin menggoda Kinan.Karena Kevin gemas kalau melihat Kinan yang malu - malu.


Sudah kepalang tanggung,Kinan pun mengarahkan pandangannya kearah Kevin kembali. " Kenapa dada mas,merah - merah?.Ucap Kinan pelan.Dia sungguh penasaran karena melihat dada suaminya yang merah - merah.Bukan satu atau dua,tapi banyak.Sepertinya suaminya habis digebukin rame - rame.Yang menjadi pertanyaan,siapa yang berani melakukan itu pada suaminya.Dia tidak tahu,kalau dialah pelakunya.


"Tadi malam ada orang yang menangis sambil memukuliku". Jawab Kevin santai.


"Siapa yang berani memu....." Ucapan Kinan terhenti,saat dia mengingat sesuatu.Dia menundukkan kepalanya.Tidak berani menatap wajah suaminya.

__ADS_1


"Kenapa?. Sudah ingat apa yang kamu lakukan!".


"Maaf mas".Kinan semakin menundukkan kepalanya.Dia pun tidak menyangka, dapat keberanian dari mana tadi malam,dia dengan brutal memukuli Kevin.Tapi kalau dipikir-pikir,itu karena perbuatan Kevin sendiri.Jadi dia pantas mendapatkannya, pikirnya.Hehehe


"Hemmmm.......Tidak apa - apa".


Kinan berniat untuk keluar dari kamar.Karena dia tahu,Kevin akan memakai baju.Baru dia mau melangkah,Kevin sudah menghentikannya.


"Mau kemana?".


"Aku mau kebawah mas!". Dia tidak berani berbalik,tidak kuat melihat Kevin yang telanjang dada.


"Kita turun bareng saja.Dibawah juga pasti sarapan sudah disiapkan oleh mommy".


Kinan membenarkan ucapan Kevin.Karena ini udah mau jam setengah delapan.Pasti dibawah sudah selesai semua. "Tapi mas kan mau pake baju,aku keluar saja ya".Kinan masih membelakangi Kevin.


"Isshhhh.......Lebih baik sekarang mas pake baju.Ngak enak sama yang lain,kalau kita kelamaan nanti ditungguin dibawah untuk sarapan.Aku tunggu didepan".Dengan cepat Kinan melangkah keluar kamar.Lebih baik dia menunggu didepan pintu,dari pada harus melihat suaminya pake baju.


Sementara Kevin menggelengkan kepalanya.Dia suka melihat Kinan yang malu - malu seperti itu.Dia tadi sengaja menggoda Kinan.Dia pun memakai baju gantinya.Setelah rapi,dia pun keluar dari kamar.Ternyata benar,Kinan menunggunya diluar.Keduanya pun turun kelantai bawah.Tiba dilantai bawah, terlihat pak Salman,membawa sebuah koper dari kamar Oma Jeny.


"Koper siapa itu pak?". Tanya Kevin penasaran


"Selamat pagi tuan muda,nona muda".Sapa pak Salman sembari membungkukkan kepalanya.

__ADS_1


"Selamat pagi pak Salman." Kinan yang membalas.Sementara Kevin hanya mengangguk.


"Itu koper siapa pak?. Kevin mengulang pertanyaannya.Karena tadi pak Salman belum menjawab pertanyaannya.


"Maaf tuan,ini ko....". Belum sempat pak Salman melanjutkan ucapannya, terdengar suara dari belakang.


"Itu koper Oma,Vin.Hari ini kami akan berangkat keluar negeri.Daddy ada perjalanan bisnis.Sekalian mommy dan Oma ikut,katanya mereka mau liburan". Sahut daddy Marvin.Yang datang bersama mommy Cella dan Oma Jeny.


Kevin menatap ketiganya bergantian.Dia curiga,kalau perjalanan bisnis ini,hanya akal - akalan orang tuanya. "Kok Kevin ngak tahu,kalau saat ini ada perjalanan bisnis keluar negeri!".Tanya Kevin dengan curiga.


"Ehmmmm....." . Sebenarnya urusan bisnis ini,sudah jauh-jauh hari ditunda,Vin.Harusnya ini dilakukan dua bulan lalu.Entah kenapa daddy kemarin itu membatalkannya.Tapi sekarang tidak bisa ditunda lagi,nak.Kemarin pihak sana sudah hubungin sekretaris daddy.Jadi mau - tidak mau,daddy harus kesana".


Daddy Marvin menjelaskan setenang mungkin.Dia tidak mau membuat anaknya curiga.Memang dia ada urusan bisnis keluar negeri.Tapi sebenarnya, tujuan utama mereka bertiga,adalah supaya Kevin dan Kinan bisa lebih bebas.Dalam artian,agar hubungan keduanya semakin dekat dan semakin membaik.Juga agar Kevin bisa lebih bertanggung jawab menjaga Kinan,kalau tidak ada mereka bertiga dirumah.


"Sudah lah,nak.Ini kan bukan pertama kalinya mommy dan Oma ikut daddy.Mommy dan Oma kan sering juga menemani daddy kalau ada perjalanan bisnis keluar negeri,sekalian liburan.Kenapa sekarang kamu, sepertinya protes gitu!.Apa lagi sekarang sudah ada istrimu yang akan mengurus semua keperluanmu.Jadi tidak masalah,kalau kami liburan.Sebenarnya mommy pengen ngajak kamu dan menantu mommy.Tapi kan sekarang menantu mommy lagi hamil muda.Tidak bisa untuk melakukan perjalanan jauh.Nanti kalau kandungan Kinan sudah kuat,kita akan jadwalkan untuk liburan bersama".Ucap mommy Cella.


Kevin hanya mengangguk tanda mengerti.Meskipun dia yakin,kalau orang tuanya sengaja bepergian meninggalkan dirinya dan juga Kinan. "Berapa lama kalian liburan?". Tanya Kevin akhirnya.


"Tidak lama kok,nak.Paling lama dua minggu". Sahut mommy Cella.


"Lebih baik kita berangkat sekarang.Takutnya nanti dijalan macet". Tambah mommy Cella.


"Tidak sarapan dulu,mom?". Ucap Kinan,yang dari tadi diam mendengarkan pembicaraan antara suami dan mertuanya.Sebenarnya dia tidak enak,saat melihat mertua juga oma Jeny pergi.Dia belum terbiasa tinggal berdua dengan suaminya.Meskipun banyak pelayan dirumah.Tapi tidak mungkin Kinan menghalangi mereka.

__ADS_1


"Kami sudah sarapan duluan sayang.Nanti kamu sarapan bareng Kevin ya". Ucap mommy Cella.


Mereka semua pun berjalan menuju keluar rumah.Kevin dan Kinan mengantar kepergian mereka sampai didepan rumah.


__ADS_2