
Pagi ini Kinan dan Kesya berjalan mengelilingi taman yang ada di belakang mansion. Dokter menyarankan Kinan untuk banyak jalan pagi agar memudahkan jalan lahir. Seperti ucapan Kevin sebelum berangkat ke Bali, kalau dia meminta Kesya untuk tinggal sementara di mansion. Jadi tadi malam Kesya datang ke mansion, setelah Kesya pulang kuliah. Jadilah dia menemani Kinan jalan pagi.
Biasanya Kevin, mommy Cella atau Oma Jeny yang bergantian menemani Kinan jalan pagi. Bahkan daddy Marvin pun pernah sekali, ikut serta dalam menemani Kinan. Berhubung Kesya ada di mansion, akhirnya Kinan memilih Kesya untuk menemaninya jalan pagi ini.
"Jalanmu lambat banget sih Kin?" Celutuk Kesya di sela perjalanan mereka.
Kinan menghentikan langkahnya.
"Namanya lagi hamil besar, mana kembar pula. Pertumbuhan mereka pun sangat baik, hingga aku hampir tidak bisa menopang mereka berdua!" Ujar Kinan dengan sebelah tangan menopang pinggangnya dan sebelahnya lagi mengusap perutnya.
Kesya memperhatikan penampilan Kinan dari atas sampai ke bawah. Lalu mengangguk-anggukkan kepalanya. Memang sangat terlihat jelas perut Kinan semakin besar. Kesya yakin kalau berat badan Kinan bertambah hampir tiga kali lipat dari sebelum Kinan hamil. Bahkan kaki Kinan juga semakin membengkak. Bentuk tubuh Kinan terlihat sangat bulat, mirip seperti.....
Kesya menggelengkan kepalanya, jangan sampai Kesya keceplosan mengatai bentuk tubuh Kinan. Bahaya kalau ibu hamil di sampingnya ini ngamuk.
"Kamu kenapa geleng kepala Sya? Pasti kamu mau bilang kalau aku gendut kan, pasti mau bilang aku jelek kan?"
Tuh kan, udah keluar tanduknya.
"Nggak!" 'Nggak salah lagi maksudnya'. Kesya melanjutkan dalam hati. Tentu saja Kesya tidak berani berkata langsung. Ibu hamil satu ini lagi sensi, jangan sampai bikin dia bad mood, yang nantinya bisa berakibat fatal.
"Bilang 'iya', juga nggak papa kok. Emang kenyataannya aku gemukan, semenjak hamil!"
"Jadi benaran nih, aku bisa bilang ge......"
"Tentu saja tidak boleh!" Sambar Kinan cepat.
"Hanya aku yang boleh bilang gemuk, yang lainnya nggak boleh!"
__ADS_1
"Dasar bumil!" Keduanya saling pandang dan tergelak bersama. Lalu keduanya melanjutkan langkahnya. Hingga beberapa menit, setelah merasa cukup dengan jalan paginya, Kinan dan Kesya memutuskan untuk menyudahinya. Kesya juga harus berangkat kerja. Setelah masuk kedalam, Kesya langsung bergegas membersihkan diri. Setelah selesai bersiap dan sarapan, Kesya pamit pada orang rumah.
Kesya akan diantar oleh pak Sony sampai ketempat kerja. Padahal, Kesya sudah bilang naik taksi saja, tapi mommy Cella memaksa, supaya dia diantar oleh supir keluarga William.
"Terimakasih iya pak!" Ucap Kesya, begitu mobil sudah tiba di hotel Will's, tempat kerja Kesya.
"Sama-sama nona. Boleh minta no telepon nona Kesya?" Melihat Kesya yang mengerutkan keningnya, Pak Sony melanjutkan...
"Maaf nona! Maksud saya, supaya nanti saya lebih gampang untuk menghubungi nona di jemput jam berapa. Karena tadi nyonya besar menugaskan saya untuk mengantar jemput nona Kesya berangkat kerja atau pun ke kampus.
Setelah bertukar no telepon dengan Pak Sony, Kesya turun dari mobil.
Kesya harus berjalan beberapa meter untuk sampai ke tempat tujuan. Karena sebelumnya Kesya sudah meminta Pak Sony untuk menurunkannya sedikit berjarak dari depan hotel. Kesya yakin sedikit, banyak orang yang kerja di tempat ini, pasti mengenal mobil keluarga William tersebut. Dan Kesya tidak mau menjadi bahan omongan rekan kerjanya kalau ada yang melihatnya turun dari dalam mobil itu.
Dengan santai Kesya berjalan dan sesekali bersenandung kecil. Kesya tidak tahu kalau semua gerak-geriknya, mulai dari mansion sampai masuk ke hotel di pantau oleh orang lain. Dan bisa saja habis ini, Kesya dalam bahaya. Bahkan orang yang memantau itu, ikut masuk ke dalam hotel. Entah apa yang diucapkannya pada salah satu resepsionis, hingga resepsionis itu memberitahukan nama Kesya dan pekerjaannya. Dan setelah mendapatkan informasi yang dia cari, orang itu pergi meninggalkan hotel. Sekarang dia akan melaporkan informasi yang dia dapatkan pada bosnya.
Orang itu menepikan motornya ditempat sepi, supaya tidak ada yang mendengar pembicaraannya dengan sang bos.
"Ada informasi apa?" Yang diseberang langsung bertanya tanpa basa-basi.
"Saya melihat ada wanita muda keluar dari mansion keluarga William. Saya mengikutinya, ternyata wanita itu pergi ke hotel Will's. Saya juga sudah mencari tahu, namanya Kesya, dia bekerja di hotel Will's sebagai cleaning service, bos. Saya juga sudah mengirimkan beberapa fotonya pada bos."
"Kerja bagus! Cepat kamu eksekusi hari ini juga, aku tidak menerima kata gagal. Atau bayaran kalian tidak akan aku berikan. Jangan tinggalkan jejak sedikit pun. Dan ingat satu hal, jika nanti kalian tertangkap, jangan pernah sekalipun menyebutkan namaku!"
Begitu panggilan berakhir, orang yang dikirimin foto itu membuka Wha****p yang dikirimkan oleh orang suruhannya. Terlihat beberapa foto Kesya disana.
"Tidak sia-sia aku membayar mahal, akhirnya aku tahu siapa istri Kevin. Lumayan! Tapi maaf, karena kamu sudah menjadi penghalang untuk aku kembali pada Kevin, maka aku akan menyingkirkanmu. Hahaha....
__ADS_1
Aku tidak percaya kalau istri Kevin seorang cleaning service. Pasti Kevin tidak mau mengakuimu sebagai istri, pantas saja tidak banyak yang tahu kalau Kevin sudah menikah. Pasti kamu dijodohkan hingga bisa menikah dengan Kevin.
Sungguh malang nasib Kevin, punya istri seperti kamu. Aku sangat yakin kalau Kevin tidak peduli padamu. Buktinya kamu dibiarkan bekerja, mana cleaning service lagi. Tunggu aku, Vin. Sebentar lagi kita akan bersama!" Jessica ngomong sendiri sambil melihat-lihat informasi dan foto-foto Kesya yang ada di ponselnya. Iya, Jessica lah yang membayar orang untuk mencari informasi tentang istri Kevin.
"Ngapain kamu ngomong sendiri kayak orang gila, Jess?" Mitha duduk disamping Jessica.
"Akhirnya aku tahu siapa istri Kevin, Mit. Ini dia orangnya!" Jessica memberikan ponselnya pada Mitha.
"Dan lebih menariknya lagi, wanita itu hanya cleaning service. Kasihan sekali wanita itu, sudah menjadi menantu keluarga William, tapi masih capek-capek kerja. Mending kerjanya bagus. Ini malah......"
"Memangnya kenapa dengan cleaning service? Pekerjaan itu kan halal, dari pada mencuri. Dan soal wanita itu yang kerja, mungkin dia bosan dirumah, makanya cari kegiatan diluar!"
"Tapi nggak harus cleaning service juga Mit. Apa kata orang, kalau mereka tahu, menantu keluarga William seorang cleaning service di hotel keluarga mereka sendiri."
"Bisa jadikan, kalau dia menyamar jadi cleaning service, supaya bisa memantau para pekerja disana!"
Tidak bisa dipungkiri, kalau Mitha juga kaget mendengar ucapan Jessica, tentang istri tuan Kevin. Tapi Mitha yakin tidak sesederhana itu. Pasti ada alasan kenapa wanita itu memilih menjadi cleaning service.
"Bukan menyamar. Tapi Kevin yang nggak mau menerima istrinya, dan tidak mau membiayai kebutuhan wanita itu. Sehingga Kevin membiarkan istrinya cari uang sendiri."
"Dengan kamu mendapatkan informasi tentang istri tuan Kevin, apa yang mau kamu lakukan?"
"Kamu tidak perlu tahu. Hanya dukunganmu yang aku butuhkan. Kalau aku sudah mendapatkan Kevin kembali, kamu juga akan dapat bagian!"
"Maaf Jess, kita memang berteman, tapi kalau kamu melakukan tindakan yang bisa membahayakan nyawa seseorang, aku tidak akan mendukung. Dari awal, aku sudah ingatkan untuk menghentikan semua kegilaan kamu itu Jess. Kamu pikir keluarga William akan diam saja kalau sampai kamu bertindak diluar batas?" Mitha menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir kenapa temannya ini, begitu kekeh untuk kembali pada tuan Kevin. Tidak ingatkah Jessica, kalau dia yang meninggalkan tuan Kevin dulu.
"Aku percaya pada orang-orang itu. Mereka sudah biasa melakukan pekerjaan seperti ini, dan tidak pernah ketangkap. Kali ini pun aku yakin kalau rencana ini pasti berhasil."
__ADS_1
Jessica tidak boleh mundur. Dia harus segera menyingkirkan Kesya, supaya dia bisa kembali pada Kevin. Nanti setelah orang itu membawa Kesya ke tempat yang sudah disediakan, Jessica akan memberikan sejumlah uang dan meminta Kesya untuk meninggalkan Kevin dan pergi jauh dari keluarga William. Kalau perlu ke luar negeri sekalian. Tapi kalau Kesya tidak mau, terpaksa Jessica harus melakukan kekerasan.
Jessica sangat yakin kalau Kesya akan bersedia meninggalkan Kevin, kalau Jessica memberikan banyak uang. Tanpa tahu, kalau orang yang ditargetkan itu bukanlah istri Kevin yang sebenarnya.