
Malam ini Kevin mau mengajak Kinan makan malam diluar. Mommy Cella yang paling heboh ketika tahu, kalau Kevin mengajak Kinan makan malam. Karena hal itu lah, mommy Cella ada dikamar ini sekarang. Dia membantu menantunya untuk merias wajahnya. Gaun yang dipakai Kinan saat ini pun, pilihan mommy Cella. Kini mereka sudah ada dimeja rias. Mommy Cella sudah persis seperti MUA profesional. Entah apa saja yang mommy Cella lakukan pada wajah Kinan. Dia hanya bisa pasrah dengan memejamkan mata, ketika tangan lembut mommy Cella menyentuh wajahnya.
"Selesai......" Seru mommy Cella. " Sekarang kamu bisa buka mata kamu, sayang?" Ucapnya pada Kinan. Dengan perlahan Kinan membuka matanya, dia kaget melihat pantulan wajahnya di cermin.
"Ini benaran Kinan, mom?" Lirihnya. Dia tidak menyangka ibu mertuanya ahli dalam merias wajah. Make up nya sangat natural dan sesuai dengan karakter dan juga sikap Kinan yang kalem.
"Bagaimana sayang?"
"Cantik, mom. Mommy sudah kayak MUA saja. Kenapa tidak mommy saja yang merias Kinan, waktu pemberkatan kemarin, mom?" Celetuk Kinan. Membuat mommy Cella tersenyum.
"Kamu bisa aja, sayang. Udah ah....yok turun. Ntar anak mommy kelamaan nunggunya. Eh... tunggu sebentar, kamu duduk dulu, Mommy lupa sesuatu." Kinan yang sudah mau berdiri dari duduknya, tidak jadi. Mommy Cella mengambil kotak kecil dari atas meja. Tadi dia membawa kotak kecil itu dan meletakkannya disana. Mommy Cella membuka kotak dan mengeluarkan isinya. Sebuah kalung berlian. "Ini untuk kamu sayang." Ucap mommy Cella, sambil memakaikannya ke leher Kinan.
__ADS_1
"Apa ini tidak berlebihan, mom?" Ucap Kinan, ketika kalung itu sudah terpasang dilehernya.
"Tidak sayang, mommy sengaja memberikan ukuran yang kecil. Mommy tahu, kamu tidak suka pakai perhiasan, sayang. Makanya mommy pilih ukuran kecil, bukan mommy pelit atau apa, tapi supaya kamu nyaman memakainya sehari - hari, sayang."
"Kok mommy tahu, kalau Kinan tidak suka pakai perhiasan?" Tanya Kinan heran. Dari kecil Kinan memang tidak suka pakai perhiasan. Bukan tidak mampu beli, meski dulu mereka susah, tapi kalau perhiasan dia punya. Ada alasan, kenapa dia tidak suka memakai yang namanya perhiasan. Dulu waktu dia kelas lima SD, dia pernah dijambret, ketika dia ikut ibunya kepasar. Waktu itu, lehernya sampai luka, karena tergores kalung yang ditarik paksa sama jambretnya. Semenjak itu dia tidak pernah lagi, pakai perhiasan apa pun.
"Apa sih yang tidak mommy tahu, tentang kamu, sayang? Udah ah....yok kita turun."
Kinan berdiri dan mengambil tasnya. Sekali lagi Kinan melihat penampilannya. "Apa penampilan Kinan tidak berlebihan, mom? Mas Kevin cuma ngajak makan malam kan, mom? Kok dandanan Kinan kayak mau kondangan?" Kinan merasa bingung dengan tingkah ibu mertuanya, hanya untuk makan malam, kenapa harus dandan seperti ini, pikirnya.
Sementara Kevin yang duduk diruang keluarga bersama daddy Marvin dan Oma Jeny, mengalihkan pandangannya, ketika mendengar suara langkah kaki menuruni tangga. Kevin sungguh terpukau melihat penampilan sang istri. Bahkan dia sudah berdiri dari duduknya, dia sampai tidak berkedip. Tidak dirias saja, istrinya sudah cantik, apalagi dirias seperti itu. Make up nya tidak berlebihan, bahkan terlihat sangat simpel tapi terlihat cantik, ditambah dengan gaun yang dia pakai, sangat cocok ditubuhnya dengan perut yang membuncit itu. Rambut panjangnya diikat tinggi, tapi disisi kiri dan kanan disisakan beberapa helai, yang dibentuk seperti digulung - gulung gitu, entahlah, Kevin sendiri tidak tahu namanya. Saking terpukaunya, Kevin tidak sadar, kalau mommy dan istrinya sudah ada dihadapannya.
__ADS_1
"Ingat berkedip, nak. Dan mulutnya juga diperhatikan, nanti masuk lalat, kan bahaya." Ledek mommy Cella. Kevin langsung tersadar dan salah tingkah. Membuat daddy Marvin dan Oma Jeny yang ada disana tersenyum.
"Kamu cantik banget, Ay." Kinan yang mendapat pujian dari suaminya, menundukkan kepalanya. Dia tersipu, mungkin wajahnya sudah merah. Tanpa memperdulikan yang lain, Kevin meraih tangan istrinya dan berniat untuk mengecup kening sang istri. Tapi belum juga keinginannya terpenuhi, mommy Cella sudah menjauhkan Kinan dari hadapan Kevin. Membuat Kevin kesal.
"Ngak ada cium - cium ya, nanti make up menantu mommy luntur. Nanti saja setelah acara makan malam kalian selesai." Omel mommy Cella, pada hal dia tahu make up sang menantu tidak akan gampang luntur. "Sana kalian berangkat, keburu menantu dan calon cucu mommy kelaparan."
Tidak mau menunda lebih lama lagi, Kevin segera mengajak sang istri berangkat. Tentunya setelah pamitan pada orang tuanya juga Oma Jeny. Sebelum benar-benar meninggalkan ruang keluarga, tiba - tiba daddy Marvin bercelatuk.
"Jangan buat menantu daddy kecapean ya, Vin."
"Capek apa? Kami cuma makan malam, kalau daddy lupa." Tahu sang daddy mau ngomong lagi, Kevin membawa Kinan pergi. Lagi - lagi daddy Marvin tertawa melihat tingkah anaknya.
__ADS_1
"Mommy senang, melihat hubungan mereka yang semakin hari, semakin baik." Celutuk mommy Cella.
"Setelah ini akan semakin baik lagi." Sahut Daddy Marvin. Membuat mommy Cella dan Oma Jeny mengerutkan keningnya. Daddy Marvin tergelak, melihat wajah kebingungan ibu dan istrinya, tapi dia tidak berniat untuk menjelaskan. "Lebih baik kita juga makan malam." Daddy Marvin beranjak dari duduknya, dengan rasa penasaran, mommy Cella dan Oma Jeny mengikuti dari belakang.