Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Part 62


__ADS_3

Tengah malam, tiba - tiba Kinan terbangun karena merasa perutnya keroncongan. Kinan memindahkan tangan suaminya yang membelit tubuhnya. Setelah terlepas, Kinan bangkit dan duduk bersandar dikepala ranjang. Kinan melirik jam dinding, jam setengah dua. "Kok aku dua malam ini selalu merasa lapar, apa ini yang namanya ngidam? Apa kamu lapar, dek?" Tanyanya lirih.


Kinan mengusap perutnya dan mengajak calon anaknya bicara. Dia ingat pesan dokter, yang menyarankan supaya sering - sering mengajak bayinya bicara. Kinan beranjak dari atas ranjang dengan perlahan. Dia tidak mau, pergerakannya mengganggu tidur sang suami. Kinan berjalan mengendap-endap, membuka dan menutup pintunya pun pelan - pelan, supaya tidak menimbulkan suara. Kinan berjalan menuruni tangga dengan pelan, karena pencahayaan yang kurang.Tiba dibelakang, Kinan menyalakan lampu dan bergegas menuju kulkas. Kinan membuka kulkas dan mencari apa yang bisa dia makan. Kinan sampai berjongkok untuk mencari apa yang dia inginkan, tapi tidak ketemu.


"Iyahh, ngak ada, terus makan apa dong?" Dengan berpegangan pada pintu kulkas, Kinan berdiri dengan perlahan. "Kita makan apa dong, dek? "Ahaaaa..... Mommy tahu." Kinan menutup kulkas dan berjalan menuju rak tempat penyimpanan makanan, dia sudah tahu apa yang mau dia makan. Rak pertama tidak ada, tiba dirak kedua, Kinan menemukan apa yang dia cari.


"Kita makan mie rebus saja ya, dek. Ngak papa sekali - sekali." Kinan tahu makan mie instan tidak baik bagi ibu hamil, apalagi seperti dirinya, yang hamil muda. Tapi sekali - sekali bisalah, asal jangan terlalu sering, pikirnya. "Dedek ngak marahkan, kalau kita makan mie rebus. Nanti mommy kasih telurnya dua." Kinan tergelak diakhir kalimatnya.


Kinan segera menyalakan kompor dan mengambil panci kecil untuk memasak mie. Tidak butuh waktu lama, mie nya sudah matang. Kinan memindahkannya pada mangkuk dan membawanya keatas meja makan. Dia juga mengambil buah apel dari kulkas. Sepertinya makan mie rebus dengan dua telur masih kurang untuknya. Tidak lupa dia mengambil segelas air putih.


Kinan sudah duduk dikursi, bersiap untuk menyantap mie rebus buatannya. Ketika suapan pertama masuk kedalam mulutnya, dia mengunyahnya dengan pelan. Dia sampai memejamkan matanya, tidak bisa dia pungkiri, kalau dia kangen sama makanan yang satu itu. Ini pertama kalinya dia makan makanan itu, semenjak ada dirumah ini. Dulu ketika masih tinggal bersama Kesya, mereka berdua sering makan, makanan instan itu. Setelah menelannya, Kinan tidak mau membuang waktu lagi, dia membuka matanya dan langsung melahapnya. Hanya dalam waktu sekejap, Kinan sudah menghabiskannya. Memang tidak ada duanya, kalau makan mie rebus, ditambah dengan dua telur, pikirnya.

__ADS_1


"Kenyang tidak, dek? Belum ya? Tapi ngak ada lagi dek, adanya tinggal buah!" Kinan mengusap perutnya.


"Kamu habis makan apa itu?"


"Uhukkk.....uhukkk" Kinan tersedak, karena pas lagi minum, ketika mendengar suara. Membuat Kevin mempercepat langkahnya dan mengusap - usap punggung sang istri.


"Kenapa bisa tersedak?"


Kevin menarik kursi yang ada disamping Kinan dan duduk disana. "Kamu habis makan apa itu?" Kevin menunjuk mangkuk yang sudah kosong dengan dagunya.


"Makan mie, mas." lirih suara Kinan. Dia takut suaminya marah, habis makan mie.

__ADS_1


"Lain kali kalau lapar, jangan makan mie. Kamu lagi hamil, tidak baik ibu hamil makan mie instan. Jangan biasakan makan mie instan, kalau lapar, makan aja yang lain." Kevin sudah mencari tahu apa saja yang bisa dimakan dan tidak oleh ibu hamil.


"Maaf mas. Dikulkas tidak ada roti, adanya buah. Jadilah Kinan makan mie, dari pada anak mas kelaparan. Semenjak hamil, baru ini kok Kinan makan mie instan."


"Kamu atau si dedek yang lapar?" Kevin menaik - turunkan alisnya menggoda Kinan.


"Dedeknya yang lapar, mas. Ayok mas potong buahnya, Kinan masih lapar. Eh... maksudnya dedek masih lapar." Kinan segera meralat ucapannya. Lalu mengusap perutnya, "Dedek masih lapar kan, dek? Iya katanya, mas."


Membuat Kevin menggelengkan kepalanya. Kevin mengambil pisau dan piring kecil. Lalu memotong buah apel yang ada diatas meja. "Ini dua - duanya dipotong?" Kinan hanya mengangguk, karena mulutnya sudah penuh dengan potongan buah. Tidak butuh waktu lama, dua buah apel sudah habis sama Kinan. Keduanya kembali kekamar.


"Ayok tidur lagi, mas masih ngantuk." Ucap Kevin, ketika keduanya sudah berbaring diatas ranjang. Hanya dalam hitungan detik, suaminya sudah terlelap. Kinan memandangi wajah suaminya. Dengan pelan, Kinan menggerakkan tangannya untuk membelai wajah suaminya. Dia menusuk - nusuk pipi sang suami dengan telunjuknya. Tidak tahu berapa lama Kinan dengan kegiatannya. Dia tertidur dengan posisi tangannya diwajah sang suami.

__ADS_1


__ADS_2