
Begitu mobil berhenti di depan rumah, Kevin buru - buru keluar. Tadi tidak lama sang istri pulang dari cafe, Kevin langsung menyusul. Dia tidak mau berlama - lama dicafe, sementara nasibnya sedang dipertaruhkan. Meski sahabatnya sudah menahannya untuk tetap tinggal, tapi Kevin tidak peduli. Terserah kalau Kevin dianggap lebay, tapi dia memang tidak bisa tidur terpisah dengan sang istri. Jangan sampai kebiasaannya setiap malam hilang, kalau mereka tidur terpisah. Sungguh Kevin tidak menginginkan itu. Tahukan apa kebiasaannya setiap malam? Dimana sebelum tidur, Kevin selalu melakukan apa saja pada tubuh istrinya, terlebih bagian wajah sang istri tanpa sepengetahuan istrinya.
Saat Kevin masuk rumah, rumah terlihat sepi. Dia berlari kelantai atas, dia membuka pintu kamar perlahan, lalu mengedarkan pandangannya. Tidak ada siapa - siapa disana. Dia melangkah masuk dan menuju kamar mandi lalu mengetuknya.
"Kamu didalam sayang?" Karena tidak ada sahutan dari dalam, dia membuka pintu. Di kamar mandi juga kosong, dia beralih keruang ganti. Sama, disana juga kosong.
"Kamu dimana sih Ay?" Lirihnya, dan keluar dari ruang ganti. Dengan sedikit berlari, Kevin keluar dari kamar dan menuruni tangga.
"Kamu ngapain lari - lari sih, Vin? Kayak dikejar hantu saja!" Ucap mommy Cella yang datang bersama Oma dari arah belakang.
"Kamu itu Cell, mana ada hantu berkeliaran disiang bolong!" Sahut Oma sembari terkekeh kecil.
"Iya habisnya, Kevin seperti dikejar hantu, jalan terburu - buru. Kalau kepleset ditangga, gimana?" Mommy Cella melanjutkan langkahnya menuju ruang keluarga dan duduk disofa, yang diikuti oleh Oma.
"Ada apa Vin, kok lari - larian seperti itu? Apa ada masalah dikantor?" Oma mengerutkan keningnya.
"Aku cari Kinan. Dimana Kinan mom, oma?" Tanya Kevin sambil duduk disamping mommynya. Mommy Cella dan Oma berpandangan lalu tersenyum kecil. Mereka sudah tahu apa yang terjadi dicafe. Tadi pas Kinan tiba dirumah, dia menceritakan semuanya. Tentu saja mommy Cella geram, saat mendengar ada wanita yang mengaku sebagai calon tunangan anaknya. Karena itu, mereka setuju, saat Kinan bilang ingin mengerjai suaminya. Kapan lagi kan melihat Kevin kalang - kabut mencari istrinya.
"Kenapa mommy diam saja, Kinan udah pulang kan mom?" Kevin bertanya kembali, karena mommy dan Omanya hanya diam saja.
"Tadi Kinan udah pulang, tapi hanya sebentar. Habis itu dia pergi lagi dengan membawa tas. Katanya dia mau menginap di rumah lamanya. Kenapa sih nak? Biarkan saja dia menginap disana." Ucap mommy Cella santai. Membuat Kevin membelalakkan matanya. Apa Kinan benaran minggat, pikirnya.
__ADS_1
"Kenapa mommy tidak tahan sih?"
"Memangnya kenapa sih nak? Dia hanya pulang kerumahnya, bukan pergi keluar negeri. Siapa tahu itu bawaan bayi, kalau kamu mau, kamu susul saja kesana? Sebenarnya ada apa sih, kok kamu kaget gitu? Bukannya kamu sudah tahu, kalau dia mau nginap disana. Tadinya mommy tidak mau kalau dia pergi, tapi ketika Kinan bilang kalau kamu udah kasih ijin, mommy bisa apa!
Kamu juga, mau - maunya kasih ijin, kalau sehari, atau seminggu sih, mommy biasa saja. Tapi ini......!" Wajah mommy Cella terlihat sedih, lebih tepatnya sedih yang dibuat - buat. Oma Jeny menggelengkan kepalanya, melihat akting menantunya.
"Tapi apa mom, berapa lama Kinan menginap disana?" Kevin sudah deg - degan, jangan sampai apa yang dia pikirkan terjadi.
"Katanya, Kinan disana sampai dia mau melahirkan!"
"Apa!" Kevin sampai berdiri saking kagetnya.
"Nggak usah teriak, telinga mommy sakit dengar kamu teriak. Sebenarnya ad...." Mommy Cella tidak jadi melanjutkan ucapannya, karena Kevin sudah berlari, sepertinya dia keluar rumah. Mommy Cella dan Oma Jeny saling pandang, lalu tertawa bersama.
"Biarin saja ma, bukankah lucu melihat Kevin kebingungan seperti itu. Mendengar cerita Kinan tadi, salah Kevin juga. Bisa - bisanya ada wanita mengakuinya sebagai calon tunangannya, tapi Kevin diam saja. Keluarlah tanduk bumil!" Kekeh mommy Cella.
"Toh Kinan kan nggak kemana - mana, ma. Dia masih ada didekat kita." Iya, Kinan tidak pergi kerumahnya yang lama. Dia bersembunyi disalah satu kamar di paviliun belakang, tempat para pelayan tinggal. Kesya juga ikut menemani Kinan disana.
"Lagian gemas tahu ma, melihat Kevin kebingungan, apalagi nanti dia tidak akan menemukan Kinan dirumah sana, pasti dia frustasi." Lagi - lagi, mommy Cella terkekeh.
"Kamu itu, suka banget lihat anak susah."
__ADS_1
"Kapan lagi ma, bisa ngerjain Kevin. Setelah wanita itu meninggalkannya, hidup Kevin selama ini terlalu monoton, hanya tahu kerja dan kerja. Baru setelah menikah dengan Kinan, Kevin berubah menjadi manusia normal!"
"Maksudmu cucuku orang...."
"Bukan seperti yang mama pikirkan. Tanpa aku jelaskan, mama pasti paham maksudku. Contoh kecilnya, selama ini mana pernah dia kepasar. Tapi kemarin, saat istrinya minta, dia langsung nurut. Bukan hanya belanja, bahkan masak juga dia lakukan dan rela kena cipratan minyak. Hal yang selama ini tidak pernah dia lakukan."
Oma Jeny membenarkan ucapan menantunya. Tidak bisa dipungkiri, kalau pengaruh Kinan sangat besar pada Kevin. Dalam artian yang positif. Meski pernikahan mereka terjadi karena suatu hal dan diawal pernikahan Kevin tidak langsung menerima pernikahannya, tapi belakangan ini hubungan keduanya sudah lebih baik. Bahkan Kevin sudah menjelma menjadi suami siaga yang siap menuruti keinginan istrinya yang lagi ngidam.
"Mama jangan banyak pikiran. Kita nikmati saja drama pasangan suami istri itu, anggap saja hiburan. Kita tunggu saja, pasti sebentar lagi Kevin balik lagi, kasih tahu kalau istrinya tidak ada disana."
"Mama hanya kasihan melihat Kevin. Capek - capek cari istrinya, padahal istrinya ada disini. Berapa lama Kinan disana?"
"Sekali - sekali tega pada cucu sendiri ma. Bukan kejam atau apa, hal ini bisa menjadi penguat untuk hubungan keduanya nantinya." Melihat Oma Jeny mengerutkan keningnya, mommy Cella melanjutkan.
"Saat mereka berjauhan, mereka akan sadar, seberapa penting peran pasangan diantara keduanya. Mereka akan sadar, kalau mereka tidak bisa jauh dari pasangannya. Dan untuk kedepannya, kalau mereka sudah bersama kembali, Kevin tidak akan macam - macam lagi. Jika dia tidak mau hal ini terjadi lagi, dia akan berjanji tidak akan membuat kesalahan sekecil apapun begitu juga dengan Kinan. Karena mereka sudah merasakan bagaimana hidup berjauhan dengan pasangan. Dengan begitu, hubungan mereka akan semakin kuat, mereka sudah tahu bagaimana mempertahankan keluarganya dari gangguan orang luar." Oma Jeny mengangguk - anggukkan kepalanya tanda mengerti, meskipun dia tidak rela membuat cucu kesayangannya itu kebingungan mencari istrinya.
"Iya udah, mama mau istirahat dulu!" Oma Jeny beranjak dari duduknya.
"Mama nggak mau menunggu Kevin? Paling bentar lagi dia balik lagi!"
"Nggak, nanti mama malah keceplosan melihat wajahnya." Oma Jeny berlalu menuju kamarnya
__ADS_1
Sementara mommy Cella terkekeh. Dia tahu mama mertuanya tidak akan tega pada cucunya. Sebenarnya dia pun tidak tega, tapi demi mewujudkan keinginan menantunya yang mau mengerjai suaminya, dia harus ikut akting. Dan kalau dipikirkan lagi, sepertinya lucu dan gemas melihat anaknya yang biasanya tenang dan datar saja, frustasi karena istrinya menghilang. Mommy Cella juga sudah menghubungi daddy Marvin untuk ikut terlibat.