
Sudah beberapa menit, mommy Cella belum menjawab pertanyaan anaknya.Dia masih diam sambil memikirkan kata-kata apa yang pas untuk menasehati anaknya.Karena semua ucapannya tadi kurang enak untuk didengar.
"Begini ya,nak.Memang sudah seharusnya kamu itu menjaga dan memperlakukan Kinan dengan baik.Karena Kinan itu istrimu.Tanpa kami minta pun,itu sudah menjadi tanggung jawabmu nak.Bagaimana perasaan Kinan tadi,saat mendengar kamu ngomong kayak gitu.Bahkan sampai kamu ulangi beberapa kali,kalau kamu memperlakukan Kinan dengan baik,sesuai dengan permintaan dan keinginan kami.Sakit nak dengarnya, mommy saja sakit hati dengarnya,apalagi Kinan. Kamu memperlakukan dia dengan baik,tapi bukan dari ketulusan hatimu.Tapi karena permintaan orang tuamu."
"Apa kamu ngak mikirin perasaan Kinan gimana?Sudah tanggung jawabmu,nak, membahagiakan istri dan anakmu.Maka mommy minta, jangan ulangi lagi ngomong seperti itu.Bahkan selama tiga bulan kami tinggal,pernah ngak kamu bawa istrimu keluar rumah.Ngak ada kan,kamu malah mengurungnya dirumah."
"Kevin ngak ada mengurungnya,mom! Bah...." Mommy Cella mengangkat tangannya,agar Kevin tidak melanjutkan ucapannya.
"Mommy belum selesai bicara,ada saatnya kamu untuk bicara.Oke...kamu bilang tidak mengurungnya,itu benar.Maksud mommy kamu ngak mau ajak dia keluar, untuk sekedar cuci mata.Atau paling ngak ajak kemana gitu.Ketaman,ke mall atau cuma keliling - keliling saja pun bisa,tanpa keluar dari dalam mobil.Biar menantu mommy ngak merasa jenuh dirumah terus.Kan sudah mommy bilang dari awal,perasaan ibu hamil itu harus dijaga.Usahakan membuat dia bahagia,karena itu berpengaruh pada kandungannya."
"Dan kalau keadaannya dibalik,gimana? Kinan melayani kamu dan juga menyediakan semua kebutuhan kamu dengan baik.Tapi itu semua dia lakukan hanya karena permintaan seseorang.Bukan karena keinginannya sendiri,atau karena sudah menjadi kewajibannya sebagai istri.Gimana perasaan kamu,saat mengetahui kalau apa yang dia lakukan atas permintaan seseorang.Pasti sakit hati kan? Seperti itu juga yang Kinan rasakan,saat mendengar ucapan kamu tadi,nak."
__ADS_1
"Karena itu,jalanilah rumah tanggamu dengan benar.Dalam artian dari hati yang tulus dan keinginanmu sendiri,tanpa ada embel-embel permintaan siapapun.Mommy jadi ragu akan satu hal.Karena kami sudah ada dirumah ini,maka kamu akan melupakan tanggung jawabmu. 'Orang tuaku kan sudah ada dirumah, berarti sudah ada yang memperhatikan dan menjaga Kinan' Jangan sampai ada pemikiran seperti itu nak.Jangan karena kami sudah datang,maka sikapmu akan kembali ke awal.Memang kami juga tetap akan memperhatikan istrimu.Karena dia adalah menantu kami,dan juga calon ibu dari cucu kami.Tapi perhatian kami berbeda dengan perhatian kamu, sebagai suami dan ayah dari anak yang ada dikandungannya.Kamu paham kan,nak,dengan semua penjelasan mommy?"
"Tanamkan dalam pemikiran kamu,kalau kamu bisa menjadi suami dan ayah yang hebat untuk keluargamu.Masa memimpin perusahaan besar dengan banyak karyawan kamu bisa.Tapi membawa keluargamu menjadi keluarga yang bahagia kamu tidak bisa? Mommy tahu,kalian menikah karena apa.Tapi masa kebersamaan kalian dalam tiga bulan ini tidak menimbulkan rasa apa - apa.Ngak mungkin kalian berdua mati rasa kan?" Mommy Cella terkikik geli.
"Ayo... sekarang mommy pengen dengar pembelaan kamu.Mommy berikan kamu waktu untuk bicara."
"Benar...kamu jangan diam saja,Vin.Keluarkan apa yang ada didalam hatimu.Kalau memang dalam tiga bulan ini,kamu merasa terpaksa menjalani pernikahan juga memperhatikan Kinan,katakan saja.Mommymu benar, daddy pun berharap kalau waktu tiga bulan yang kalian jalani bersama, membuat kalian semakin dekat.Daddy sangat berharap hubungan kalian ada kemajuan.Ternyata harapan daddy terlalu tinggi.Memang sikapmu berubah,dalam memperlakukan Kinan.Tetapi semua itu kamu lakukan hanya semata - mata karena permintaan kami."
"Karena itu,daddy akan memutuskan untuk membawa Kinan pergi jauh dari kamu.Karena Kinan berhak untuk bahagia.Ngapain dia bertahan dengan seorang suami seperti kamu.Pada hal Kinan sudah menganggap dan memperlakukan kamu sebagai suami dan calon ayah yang sesungguhnya.Tapi kamu malah sebaliknya,kamu memang baik sama dia,tapi bukan dari hatimu.Kamu melakukannya karena permintaan kami." Daddy Marvin pun ikut menyahut saat Kevin diam dari tadi.
Setelah beberapa saat,Kevin pun menyadari kalau dia tidak seharusnya berkata seperti itu.Harusnya dia tidak mengatakan kalau dia memperlakukan Kinan dengan baik,bukan hanya karena permintaan kedua orang tuanya.Jangan sampai daddynya membawa Kinan pergi.Dia tidak akan rela.
__ADS_1
"Maafkan Kevin,dad,mom.Maksud Kevin bukan seperti itu.Mungkin cara penyampaiannya saja yang salah.Selain karena permintaan daddy dan mommy untuk memperlakukan Kinan dengan baik,aku juga ngak terpaksa kok melakukannya.Justru aku senang melakukannya.Jadi Kevin mohon sama daddy, jangan bawa Kinan pergi mom.Karena Kinan istri Kevin dan calon ibu dari anak Kevin."
"Untuk apa Kinan disini,kalau kamu terpaksa memperlakukan Kinan dengan baik.Bahkan kamu tidak sayang dan mencintainya." Sahut mommy Cella.
"Kevin mencin....." Kevin menghentikan ucapannya saat sadar dia mau mengucapkan apa. " Maksud Kevin,Kinan kan istriku,mom.Jadi sudah seharusnya dia ada didekat suaminya.Apalagi dia sedang hamil,ngak baik memisahkan seorang istri dari suaminya,dad,mom.Apalagi dalam keadaan hamil."
Daddy Marvin dan mommy Cella saling pandang,dan terkekeh mendengar ucapan Kevin.
Wah,,,wah,,,tuan muda aneh ini berubah dalam sekejap menjadi tuan muda yang bijak.Hehehe....Kinan
"Mommy pikir kamu sudah mencintai Kinan,nak.Tadinya mommy sudah senang.Tapi mommy akan meminta menantu mommy agar mau memberikan kamu kesempatan.Tapi kalau kamu menyia -nyiakan kesempatan yang ada.Jangan salahkan daddy dan mommy kalau suatu saat akan membawa Kinan dan anakmu ketempat yang jauh.Tempat yang tidak bisa kamu jangkau." Pada hal daddy Marvin dan mommy Cella sengaja mengancam anaknya.Tadinya mommy Cella sangat berharap kalau anaknya akan keceplosan untuk mengatakan kalau anaknya sudah mencintai Kinan.Tapi mommy Cella yakin rasa itu sudah ada, mungkin anaknya saja yang tidak sadar.
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu,sayang? Kamu akan memberikan kesempatan untuk anak mommy yang bandel ini kan? Mommy harap kamu tidak sakit hati atas ucapannya tadi ya, sayang?" Tanya mommy Cella pada Kinan.
Kinan menganggukkan kepalanya.Karena dia melayani Kevin sebagai seorang istri,memang tulus dari hatinya.Meskipun ada satu kewajiban yang tidak dia lakukan,seperti ucapan Kesya tadi siang.Untuk hal itu,nanti dia akan pikirkan. "Kinan akan memberikan satu kesempatan untuk mas Kevin,mom.Semoga mas Kevin mempergunakan kesempatan yang ada dengan baik.Kalau tidak......" Kinan menggantung ucapannya.Dia mengalihkan pandangannya kearah Kevin,dan tersenyum kecil saat melihat wajah Kevin yang terlihat tegang.