Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Bab 81


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama, mobil yang dikemudikan oleh Al telah sampai didepan mansion. Bahkan mobil belum berhenti dengan sempurna, tapi Kevin sudah buru - buru keluar dari mobil, Al sampai kaget mendengar suara pintu mobil yang dibanting kuat.


"Mom....mommy!" Kevin memanggil mommynya karena tidak melihat mommynya diruang keluarga.


"Kenapa sih Vin? Datang - datang malah teriak!" Mommy Cella datang dari arah kamar. Tadi karena kelamaan menunggu Kevin, mommy Cella memilih masuk kamar.


"Tadi kamu lari - lari, sekarang teriak - teriak. Kenapa? Kamu sudah ketemu sama istrimu? Kenapa pulang, mommy pikir kamu menginap disana menemani istrimu!" Mommy Cella bertanya secara beruntun sembari duduk dihadapan Kevin.


"Gimana mau ketemu, Kinan tidak ada disana. Rumah itu terlihat sepi, tidak ada penghuninya!"


"Eh, maksudnya gimana ini? Mommy nggak ngerti, kamu bilang Kinan tidak ada disana, padahal tadi Kinan pamit mau menginap disana!"


"Itu dia masalahnya mom. Kinan tidak ada disana?" Kevin terlihat antara kesal, marah bercampur jadi satu.


"Barangkali mereka belum nyampe, kenapa tidak kamu tunggu? Siapa tahu mereka mampir dulu ke suatu tempat!"


"Satu jam lebih kami disana mom, tapi mereka tidak muncul juga!"


"Sebenarnya apa yang terjadi sih? Bukannya tadi menantu mommy pergi dengan Kesya? Kenapa pulang - pulang langsung mau menginap dirumahnya sana?" Mommy Cella berusaha setenang mungkin, supaya anaknya tidak curiga.


Kevin mengusap rambutnya kasar. "Tadi kami jumpa dicafe, mom. Ada masalah sedikit tadi disana?"

__ADS_1


"Masalah apa? Kamu berantem dengan menantu mommy?" Suara mommy Cella agak meninggi, membuat Oma Jeny yang baru datang menggelengkan kepalanya. Menantunya ini sudah seperti pemain sinetron profesional yang mendalami perannya.


"Kalian berdua kenapa sih? Kalian hanya berdua saja disini, tapi suara kalian nyampe kemana - mana!" Oma Jeny memilih duduk disamping mommy Cella.


"Ternyata tadi si Kevin dan Kinan berantem, makanya dia pergi dari rumah, ma!" Ujar mommy Cella.


"Berantem gimana?" Oma pura - pura kaget, lalu menatap cucunya meminta penjelasan. Tadi Oma memuji akting mommy Cella, ternyata Oma juga tidak kalah pintar aktingnya.


"Siapa yang berantem sih mom? Kami itu tidak berantem, cuma ada salah paham dikit tadi!"


"Salah paham gimana? Kamu jangan macam - macam iya, Vin. Menantu mommy lagi hamil, dia tidak boleh stres, suasana hatinya juga harus dijaga. Hal kecil saja bisa mempengaruhi kandungannya. Kalau sampai terjadi sesuatu sama menantu dan calon cucu mommy, mommy masukkan kamu kembali kedalam perut mommy!"


"Coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Biar kita tahu, apa masalahnya." Padahal tanpa dijelaskan pun, mommy Cella sudah tahu apa yang terjadi, karena Kinan sudah cerita.Tapi untuk mendukung aktingnya, mommy Cella harus berpura - pura tidak tahu apa yang terjadi. "Kamu juga kesini Al!" Al yang dipanggil, mendekat dan duduk disamping Kevin.


"Jangan diam saja Vin. Ayok jelaskan apa yang terjadi dicafe!" Mommy Cella beralih pada Al, melihat anaknya yang diam saja.


"Kamu pasti tahu apa yang terjadi kan, Al. Kamu pasti disana tadi, coba jelaskan pada mommy, apa yang terjadi? Tidak mungkin Kinan pergi dari rumah tanpa sebab." Al tidak langsung menjawab, dia lebih dulu menatap Kevin, tidak lama Al menyeringai. Dia kan paling senang, melihat Kevin kena marah, maka Al menjelaskan.


"Tadi kami berlima lagi kumpul dicafe yang ada didepan kampus ** mom. Tiba - tiba datang tiga orang wanita yang mendekati kami. Salah satu dari mereka, mengakui Kevin sebagai calon tunangannya. Tapi Kevin diam saja dengan pengakuan wanita itu, bahkan Kevin membiarkan wanita itu menyentuh tangannya dan menempel padanya. Dan semua itu disaksikan oleh nona Kinan. Kami tidak tahu kalau nona Kinan juga ada disana. Saat nona Kinan datang mendekati Kevin, dan mengatakan kalau nona Kinan adalah istri Kevin dan saat ini sedang mengandung anak Kevin, sepertinya wanita itu tidak terima dan hampir menampar nona Kinan. Untung saja nona Kinan bisa menghindar." Al dengan santainya menceritakan semua kejadian dicafe. Tanpa tahu kalau Kevin membelalakkan matanya. Kenapa harus diceritakan yang bagian ditampar itu, pikirnya.


"Siapa orang yang berani menampar menantu mommy?"

__ADS_1


"Wanita itu nona Celine, mom, putri dari tuan Smith!"


"Kamu lagi Vin, mau - maunya hanya diam saja saat ada orang yang mengaku kalau kamu calon tunangannya. Kamu sudah tidak mau bersama Kinan atau gimana? Bukannya hubungan kalian sudah semakin membaik akhir - akhir ini, kenapa sekarang jadi kayak gini? Kasihan banget menantu mommy, tahu gitu tadi mommy tidak akan membiarkan Kinan pergi. Kalau pun dia mau pergi, mommy akan membawa menantu mommy ketempat yang jauh, setidaknya mommy tahu keadaannya kalau kami pergi bersama. Kalau kayak gini kan, mommy tidak tahu apa yang terjadi padanya diluar sana." Wajah mommy Cella terlihat sedih.


"Maaf mom, tadi aku hanya kaget saja dengan apa yang terjadi. Apa mommy tahu, kalau Kinan punya keluarga yang lain, siapa tahu Kinan pergi kesana?" Kevin merasa bersalah karena sudah membuat sang mommy sedih, karena menantu kesayangannya pergi dari rumah, tanpa Kevin tahu kalau mommy Cella hanya akting.


"Kamu itu suami Kinan atau bukan sih? Masa kamu nggak tahu tentang istrimu, tidak mungkin kamu tidak menyelidiki asal - usul istrimu kan? Kamu itu sebenarnya sayang nggak sih sama menantu mommy? Mommy jadi semakin sedih melihat Kinan, ternyata dia punya suami yang tidak tahu apa - apa tentangnya. Dan parahnya lagi, suaminya itu adalah anak mommy sendiri. Kinan itu sebatang kara, Vin. Selama ini dia itu hanya punya Kesya, sahabatnya ditambah dengan keluarga kita tentu saja. Kamu harus cari menantu mommy, nak? Kalau kamu tidak bisa, biar mommy minta daddy yang cari."


"Mommy salah kalau menganggap aku tidak sayang pada Kinan. Justru aku sangat mencintai dan menyayangi Kinan, mom. Tadi aku diam, bukan berarti aku suka wanita itu menempel padaku, aku hanya kaget saja. Mommy tahukan, bagaimana aku selama ini kalau ada wanita yang mendekatiku? Mommy tidak perlu khawatir kalau aku akan berpaling pada wanita lain. Karena hatiku sudah terkunci pada menantu kesayangan mommy. Baiklah aku akan cari Kinan, mom, aku janji akan membawa menantu mommy pulang. Aku juga nggak mau jauh dari istriku, mom. Maaf sudah membuat mommy sedih."


"Iya udah sana pergi, tunggu apa lagi. Ini sudah mau malam, tidak baik ibu hamil berkeliaran diluar sana. Satu lagi, mommy tidak mau wanita yang mengakui kamu sebagai calon tunangannya itu melakukan hal seperti ini lagi. Termasuk untuk wanita manapun."


"Mommy tidak usah khawatir, aku berani jamin, kalau wanita itu tidak akan pernah muncul lagi." Setelah itu Kevin dan Al pamit, tapi sebelum menghilang dari ruang keluarga, Kevin dan Al menghentikan langkahnya saat mendengar suara mommy Cella.


"Jangan lupa cek lagi kerumah sana, siapa tahu mereka sudah ada disana!"


"Iya mom!" Setelahnya Kevin dan Al berlalu keluar rumah.


"Meskipun mommy yakin kalau kamu tidak akan menemukan mereka disana!" Ucap mommy Cella setelah Kevin dan Al sudah tidak terlihat. Lalu Oma Jeny dan mommy Cella saling pandang dan tersenyum kecil.


"Bagaimana aktingku ma, cocok tidak untuk jadi artis?" Kekeh mommy Cella, membuat oma mengangkat kedua jempolnya.

__ADS_1


__ADS_2