Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Arogan Dan Kejam
Bab 86


__ADS_3

Ini hari kelima Kinan pergi. Membuat Kevin sedikit khawatir, gimana tidak khawatir, sang istri tidak juga pulang. Yang anehnya, orang tuanya tenang - tenang saja, walau menantunya tidak kunjung pulang. Sempat terlintas dipikiran Kevin, 'apa orang tuanya tidak sayang pada menantu dan calon cucunya', tapi pemikiran itu langsung dia tepis. Tidak mungkin orang tuanya tidak sayang, sementara selama ini mereka memperlakukan Kinan dengan baik. Tapi melihat sikap orang tuanya yang seperti ini, membuatnya bingung sendiri.


Semua tempat sudah didatangi, pencarian juga sudah diperluas, orang - orangnya sudah pergi keluar kota, tidak ada juga. Bahkan orangnya juga sudah mencari tahu, penerbangan keluar negeri, siapa tahu istrinya liburan keluar negeri. Hasilnya tetap sama, dalam satu Minggu ini, tidak ada nama istrinya didaftar penumpang. Entah kemana lagi dia harus mencari istrinya.


Tidak tahu apa yang Kevin rasakan hari ini, hingga dia pulang dari kantor dengan cepat. Sebenarnya tidak bisa dibilang cepat juga, tapi mengingat beberapa hari ini, Kevin selalu tiba dirumah jam sebelas lewat. Tidak seperti hari ini, belum jam lima sore, dia sudah masuk kamar. Tidak lupa dia mengunci pintu, dia tidak mau diganggu oleh siapapun. Dia ingin sendiri malam ini. Tadi dibawah, dia sudah berpesan pada Pak Salman tidak usah dipanggil saat makan malam.


Setelah menyimpan ponsel dan dompetnya, Kevin membuka jas dan dasinya lalu melemparnya ke sofa. Setelahnya dia berjalan menuju kamar mandi. Begitu membuka pintu kamar mandi, Kevin tertegun melihat siapa yang ada dikamar mandi. Kinan yang sedang mengikat tali jubah mandi yang dipakainya juga kaget melihat suaminya.


Iya, Kinan sudah pulang dari tempat persembunyiannya. Tidak bisa dibilang sembunyi sih, karena Kinan masih tinggal disekitar mansion keluarga William. Kinan memilih pulang, karena sudah merindukan suaminya. Kinan tidak mau lagi menyiksa dirinya sendiri dengan berjauhan dengan sang suami. Tadi begitu masuk kamar, Kinan istirahat sebentar, setelahnya barulah dia mandi. Kinan ingin menyambut suaminya dengan penampilan terbaiknya. Tidak tahu kalau yang mau disambut sudah ada dihadapannya.

__ADS_1


"Mas!" Lirihnya.


Mendengar suara istrinya, membuat Kevin tersadar, dan tanpa berlama - lama Kevin bergegas mendekati sang istri dan memeluknya. Kinan juga membalas pelukan suaminya, walau tangannya hanya menyentuh sedikit tubuh suaminya karena terhalang perutnya yang membesar. Keduanya tidak ada yang mengatakan apapun, hanya bahasa tubuh yang menjelaskan betapa keduanya saling merindukan. Bahkan dalam pelukannya, Kinan tidak sadar menitikkan air mata.


Setelah beberapa saat, Kevin mengurangi pelukannya dan menciumi seluruh bagian wajah sang istri. Terakhir, Kevin ******* bibir istrinya dengan rakus. Hingga beberapa detik, ciuman itu terlepas, karena Kinan hampir kehabisan nafas. Kevin mengusap bibir istrinya yang terlihat bengkak karena ulahnya. Selagi Kinan mengatur nafasnya, Kevin beralih keperut sang istri. Mengusapnya beberapa kali dan menciumnya.


"Akh!" Pekik Kinan, saat sang suami menggendongnya. Kevin membawa sang istri keluar dari kamar mandi dan dengan perlahan membaringkannya diatas ranjang.


Sementara Kinan hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah sang suami menghilang dibalik pintu kamar mandi, Kinan turun dari atas ranjang, dan berjalan menuju ruang ganti. Membuka lemari, lalu mengambil baju yang sudah dia siapkan sebelumnya. Jubah mandi yang membalut tubuhnya dia tanggalkan, diganti dengan sebuah lingerie yang cocok dipakai oleh ibu hamil seperti dirinya. Baju ini sengaja Kinan pesan kemarin.

__ADS_1


Setelahnya dia keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju meja rias. Hanya hitungan detik, dia sudah selesai merias diri. Sekali lagi, Kinan mematut kembali tampilannya dicermin. Dia ingin memastikan penampilannya saat ini cukup cantik dan menarik untuk melayani suaminya. Terakhir Kinan menyemprotkan parfum dileher juga pergelangan tangannya.


Kevin yang baru keluar dari kamar mandi segera menghampiri istrinya yang tengah berdiri didepan cermin. Memeluk Kinan dari belakang, tangannya dia gerakkan mengusap perut sang istri, lalu memperhatikan pantulan mereka berdua dicermin sambil tersenyum. Digigitnya cuping Kinan, membuat sang istri m******h. Kini tangannya bergerilya mengesplor d*** istrinya yang semakin membesar dari terakhir kali dia pegang. Kevin juga memberikan tanda kepemilikan dibahu Kinan yang terbuka.


Kaki Kinan mulai terasa lemas, hingga dia memegang pinggiran meja untuk menopang bobot tubuhnya yang mulai sulit dia kendalikan. Melihat sang istri yang mulai sulit berdiri, Kevin langsung menggendong sang istri menuju ranjang. Setelah membaringkan sang istri, Kevin membelai lembut pipi sang istri yang terlihat merona. Kevin akan menunda untuk mengintrogasi istrinya. Banyak hal yang mau dia tanyakan pada sang istri, tapi akan dia tahan dulu untuk sementara. Ada hal yang lebih penting yang akan dia lakukan sekarang ini.


Kevin mulai mengabsen satu persatu bagian wajah sang istri yang dia rindukan dengan mengecupnya lembut. Ketika sampai dibagian bibir, disitulah Kevin memulai aksinya. Memagut lembut bibir Kinan yang semakin lama semakin menuntut. Keduanya berperang lidah hingga beberapa saat. Kevin juga menghisap lidah Kinan dengan lembut, membuat Kinan m******h tak karuan.


Kevin menyudahi sesi ciuman mereka, untuk meloloskan lingerie hitam itu dari tubuh sang istri. Menatap sang istri yang sudah berkabut g****h akibat ulahnya. Hingga membuat Kevin semakin b******h juga. Kevin yang tadi hanya memakai handuk melepas dan membuangnya dengan asal. Kini keduanya sudah sama - sama polos.

__ADS_1


Setelah memastikan posisinya aman untuk sang istri dan calon anaknya, Kevin mencium bibir istrinya, lalu berpindah menyusuri bagian lekuk leher, tangannya juga tidak mau diam.


Malam yang panjang akan mereka lalui setelah berpisah beberapa hari......


__ADS_2