Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Tragedi Bianglala


__ADS_3

Tiba-tiba saja Rian datang untuk menahan tangan Alya, saking kagetnya karena Alya yang tengah bertengkar dengan seseorang, ketika ia tidak bersama dengannya. Semua mata dan fokus sejenak memandang ke arah mereka yang bertengkar, sehingga membuat Rian tersadar dengan apa yang terjadi pada istrinya tersebut.


“Jangan berantem, Al!” ujar Rian menahan Alya, tetapi tak membuat amarah Alya pada Syara menjadi surut. Alya justru sengaja melakukannya, agar Syara bisa menerima batunya dari semua yang Syara lakukan padanya.


“Lepasin gue, Yan! Argh!!” teriak Alya, yang berusaha untuk meronta dari tangan Rian yang menahan Alya dengan sangat kencang.


Rian tak sengaja memandang ke arah mereka, yang ternyata adalah orang yang sangat ia kenal. Sosok Syara dan juga Bram, yang dulu pernah ada di saat tragedi itu terjadi, membuat Rian sama sekali tidak bisa melupakan mereka.


‘Kenapa mereka bisa kenal sama Alya? Kenapa mereka malah bikin masalah sama Alya?’ batin Rian yang merasa sangat heran ketika menyadari bahwa mereka adalah Bram dan juga Syara.


Sementara itu, Bram memandang bingung ke arah Syara yang masih kesakitan karena mendapatkan pukulan dari Alya itu, “Ayo pergi sekarang!” bentaknya, sembari menarik tangan Syara untuk pergi dari sana.


Syara berusaha melepaskan tangannya dengan kasar, “Jangan halangin gue! Biar gue kasih pelajaran cewek sampah kayak gini!” teriak Syara, membuat Alya seketika terobsesi kembali untuk menghajarnya.


“Oh ... lo kurang gue hajar?! Sini!!” ujar Alya, yang langsung melepaskan dirinya dari tangan Rian yang menahannya.


Karena merasa tertantang, tenaga Alya mendadak berubah dua kali lipat lebih besar daripada sebelumnya. Itu sukses membuat Alya terlepas dari tangan Rian, dan langsung mengejar ke arah Syara berada.


“Sini lo kampret!!” teriak Alya yang berlarian ke arah Syara.


Rian mendelik kaget, karena ternyata tenaga Alya sangatlah besar jika ia merasa tertantang.


“Alya!!” pekik Rian, yang lalu berlarian juga ke arah Alya berlari.


Melihat kedatangan Alya di hadapannya, Bram yang khawatir terjadi sesuatu pada wanitanya, segera menarik tangan Syara dengan sekuat tenaga, sampai membuat Syara agak melayang mengikutinya. Hal itu ia lakukan, agar Syara terlepas dari seseorang yang berusaha untuk mencelakakannya itu.

__ADS_1


“Ayo ikut!” bentak Bram, yang langsung menarik tangan Syara untuk pergi dari sana.


Karena melihat Alya yang datang dari arah belakang mereka, Bram tidak bisa menuju ke arah keluar dari wahana tersebut. Mau tidak mau, Bram menarik tangan Syara untuk menuju ke arah ruangan bianglala. Mereka memasuki ruangan tersebut, walau belum memiliki tiket sekalipun.


Sang penjaga menghadang di hadapan mereka, berusaha meminta tiket yang harusnya sudah mereka beli sebelumnya.


“Tiketnya mana?”


“Nanti gue bayar! Minggir!” bentak Bram, yang sudah terlanjur panik dengan keadaan.


Bram menarik tangan Syara dengan kasar, untuk mengajaknya masuk ke dalam wahana bianglala tersebut. Mereka berhasil masuk ke dalamnya, dan menghindari Alya yang sanga bar-bar baginya.


“Setidaknya aman untuk sementara waktu,” gumam Bram, yang merasa sangat tenang karena Alya yang sudah tertinggal di bawah sana.


Sementara itu, Alya baru saja sampai pada wahana bianglala. Ia telambat masuk satu pintu dari mereka, sehingga membuatnya kesal karena hal itu. Rian juga baru sampai di sana, dan berusaha untuk menahan Alya kembali.


“Lepasin!” ujarnya, lalu masuk ke dalam wahana tersebut. Alya memandang ke arah petugas tersebut, “Jalan sekarang!” suruhnya, membuat Rian mendelik kaget dan segera memasuki wahana tersebut bersama dengan Alya.


Mereka kini sudah masuk ke dalam wahana bianglala, dua pintu dari Bram dan juga Syara. Alya tak terima, dan akan mengejar mereka sampai ke mana pun mereka pergi. Rian merasa sangat takut, karena ia kembali masuk ke dalam bianglala yang sudah membuat kesan buruk di dalam hidupnya. Ia tidak tahu akan kembali menaiki bianglala ini lagi, sama seperti saat terjadi tragedi sebelumnya.


‘Duh ... kenapa malah naik bianglalal lagi? Gue jadi inget terus kejadiannya!’ batin Rian, yang hanya bisa memegangi pegangan yang ada, agar tidak terjadi sesuatu padanya yang sedang menahan rasa takutnya itu.


Beberapa saat setelahnya, biang lala ini terhenti pada posisi Alya dan Rian yang berada di paling atas bianglala. Syara dan Bram berada dua tingkat di bawah setelah mereka, membuat Alya bisa dengan mudah mengamati mereka dari arah atas.


Alya memandang sinis ke arah mereka, “Eh lo cewek sampah! Sini lo kalo berani!” teriak Alya, yang berdiri di paling ujung dekat pintu ruangan bianglala tersebut, membuat wahana tempatnya berada yang goyang karena langkah kaki Alya yang sembarangan saja.

__ADS_1


Syara tak terima mendengarnya, “Lo pikir gue takut sama lo?! Sini!” bentak Syara, semakin membuat Alya tertantang karenanya.


“Wah ... gak bisa dibiarin!” gumam Alya, yang lalu menoleh ke arah sebelahnya yang ternyata terdapat dua buah botol minuman yang masih berisi setengah air.


Dengan emosi yang meledak-ledak, Alya mengambil dua botol bekas pengunjung sebelumnya, lalu ia membuka pintu wahana tersebut untuk melemparkan botol tersebut kepada Syara.


Melihat kelakukan Alya yang membahayakan keselamatan mereka, Rian mendelik kaget karena Alya yang seperti tidak punya akal sehat, yang sudah berani membuka pintu dari wahana tersebut. Hal itu bisa membahayakan nyawa Alya dan juga nyawa orang lain yang ada di wahana itu.


“Ahh!!”


Semua orang berteriak histeris, saking kagetnya melihat kepala Alya yang terlihat dari dalam pintu wahana tersebut. Alya sama sekali tak menghiraukan, dan malah berfokus kepada Syara untuk melemparkan kedua botol bekas berisi air tersebut.


“Cewek sampah!” teriak Alya, sembari melemparkan botol itu.


PLUK!


Satu pukulan saja berhasil membuat goyang wahanya yang dinaiki Bram dan juga Syara, sontak membuat mereka ketakutan karena wahana mereka yang goyang itu.


“Ahh!” teriak Syara yang merasa ketakutan karenanya.


Semua mata memandang ke arah mereka, karena merasa khawatir dengan mereka yang sedang berada di dalam bianglala dan juga berada di atas ketinggian. Mereka sangat khawatir, kejadian beberapa tahun lalu sampai terulang lagi.


Alya mendelik sinis ke arah mereka, “Mampus lo cewek tengik! Salah sendiri, udah buat gelang nyokap gue rusak!” teriak Alya yang sangat senang, bisa membuat mereka ketakutan seperti itu.


Alya bersiap untuk melemparkan botol kedua kepada mereka, “Rasain nih!” teriaknya, dengan sedikit usaha yang agak bersemangat daripada sebelumnya.

__ADS_1


Alya melemparkan botol tersebut ke arah mereka, dengan keadaan yang sangat emosi.


“Ahh!!”


__ADS_2