
Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya Rian sudah selesai di-make over. Semua mereka kerjakan, dari mulai hair style, OOTD, dan juga make up.
Walaupun Rian bisa merias wajahnya sendiri, tetapi riasannya masih belum terlalu professional seperti yang salon ini kerjakan.
Rian berdiri ling-lung, melihat ke arah kaca yang sangat besar di hadapannya. Ia merasa riasan ini terlalu berlebihan, untuk orang yang sederhana seperti dirinya. Baju bermerk, make up professional, sampai aksesoris yang dipilihkan Alya semuanya sudah sangat berlebihan menurut Rian.
‘Ini gue?’ batin Rian, menganga di hadapan cermin besar itu.
Sang pelayan bernama Beiby itu menyeringai puas, karena ia sudah bisa membuat Rian menjadi seorang yang berbeda dari sebelumnya. Kini, Rian benar-benar bak idol Korea, karena memang kulit putihnya dan juga mata sipitnya, yang sangat mendukung untuk berdandan seperti ini.
“Sempurna ....” Sang pelayan menepuk tangannya, memberi penghargaan atas kerja kerasnya sendiri.
Di sana, Rian masih saja ling-lung memandangi dirinya di hadapan cermin. Ia merasa sangat aneh, dengan dandanan yang dilakukan pelayan itu, yang benar-benar sangat mengubah style-nya.
__ADS_1
‘Walaupun make up, tapi gak jadi kayak Rina. Ini beneran make up yang bikin orang jadi ganteng,’ batin Rian, yang benar-benar tidak menyangka bisa setampan ini, ketika diberi sedikit sentuhan oleh MUA.
Karena sudah terlalu lama membuat Alya menunggu, Rian tidak bisa melakukannya lebih lama lagi. Ia menemui Alya, yang sedang menunggu di kursi tunggu.
Karena tidak ingin identitasnya terbongkar, Alya tidak mau melakukan treatment di salon ini. Apalagi berita hengkangnya Alya, sudah beredar luas di sosial media. Ia tidak ingin mereka tahu, kalau ia kembali bersama dengan seorang pria asing, yang mengaku sebagai suaminya.
Rian kini berdiri di hadapan Alya, yang sedari tadi hanya sibuk bermain handphone-nya. Merasa ada yang memperhatikannya, Alya langsung mendonggakkan kepalanya, untuk melihat siapa yang sudah memperhatikan di hadapannya.
Matanya membulat, karena ia melihat dandanan Rian yang sangat berbeda dari biasanya. Ia benar-benar menjadi bak idol Korea, karena dukungan riasan dan juga aksesoris pilihannya itu.
Sudut pandangnya berubah 180 derajat, tentang Rian yang kenyataannya adalah seorang waria. Ia sampai melupakan status Rian, yang pernah menjadi seorang waria.
‘Kenapa auranya jadi berubah banget, sih? Kenapa dia dandan, tapi gak jadi kayak cewek yang waktu itu gue liat?’ batin Alya, yang masih berpikir tentang perubahan drastis sosok Rian yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Wajah Rian memerah, karena merasa sangat malu mendapatkan tatapan Alya yang aneh itu.
“Kenapa? Jelek, ya? Gue hapus deh kalau gitu--”
“Gak! Awas kalau sampai lo hapus!” pangkas Alya, sontak membuat Rian mendelik kaget mendengarnya.
Pandangan mereka bertemu pada satu titik, dengan mereka yang sama-sama saling memandang untuk sejenak.
Alya sangat tidak menyangka, kalau Rian akan menjadi tampan seperti sekarang ini. Ia jadi merasa canggung, ketika menatap Rian seperti ini.
Tak hanya Alya, Rian pun merasakan hal yang sama dengan yang Alya rasakan. Ia merasa sangat canggung, ketika ia menatap ke arah Alya.
Rian menelan salivanya, “Emang gue cocok pakai style begini? Apa terlalu berlebihan?” tanya Rian.
__ADS_1
Alya menatapnya dengan tegas, “Lo cocok pakai style begini. Jangan pernah ubah style lo!”
***