Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Ketahuan


__ADS_3

Seseorang membuka pintu, dan berdiri di hadapan Alya dan juga Rian. Ya, orang tersebut adalah Dion. Ia mendelik kaget, karena ia melihat keberadaan Alya di hadapannya saat ini.


‘Kenapa ada dia? Harusnya dia datang besok, bukan?’ batin Dion, yang mendelik kaget karena melihat kedatangan Alya bersama dengan orang asing itu.


Alya mendelik kaget, karena ternyata Dion keluar dari apartemennya dengan bertelanjang dada, dan hanya memakai celana pendek saja. Ia tidak pernah melihat Dion yang hanya berpakaian seperti ini sebelumnya. Ia mendelik, tak tahu harus berkata apa.


“Dion ...,” gumam Alya, yang merasa bingung harus berkata apa.


Tak hanya Alya, Rian pun merasa bingung karena ia yang baru saja bertemu dengan Dion. Ia tidak tahu, apakah Dion terbiasa memakai pakaian seperti ini di hadapan Alya, atau baru kali ini saja.

__ADS_1


‘Dia biasa begini di depan Alya?’ batin Rian, yang juga merasa bingung melihat penampilan Dion yang terlalu terbuka.


Dari arah dalam apartemen, muncullah seorang wanita yang hanya membalut tubuhnya menggunakan handuk. Rambutnya terlihat sangat basah, dengan air yang mengucur dari sana.


“Siapa, Sayang?” tanya wanita itu, yang lalu mendelik ketika melihat Alya yang berada di hadapan mereka saat ini.


Alya juga mendelik di hadapannya, karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Dion berani membawa seorang wanita masuk ke dalam apartemen, yang ia beli menggunakan uang hasil ia bekerja keras. Tak habis pikir, kenapa Dion bisa berbuat seperti itu.


“Al, ini gak seperti yang lo pikirin--”

__ADS_1


“Bulshit!” pangkas Alya dengan kasar, “jadi selama gue gak ada, kalian asik mesra-mesraan di apart gue?” Alya memandang keduanya dengan sinis.


Melihat Alya yang sepertinya sangat emosi, Rian merasa sangat kasihan dan tidak ingin sampai Alya melakukan hal buruk lagi, seperti saat ia bertengkar dengan Syara dan juga Bram.


“Al, udah ... jangan emosi. Jangan begitu,” ujar Rian, berusaha untuk membuat Alya tenang.


Karena ia sudah menangkap dengan mata kepalanya sendiri, kelakuan bejat yang dilakukan Dion, Alya sama sekali tidak bisa tenang. Hatinya terbakar, membuat emosinya terus keluar saking kesalnya ia melihat Dion berselingkuh di depan matanya.


Alya memandang sinis ke arah Rian, “Gak emosi gimana? Begitu gimana? Wajar gak sih, kalau gue marah-marah sama orang yang gak tau diri, dan gak tau terima kasih begitu? Dia udah gue kasih kerjaan, dia udah gue percaya buat kelola keuangan gue. Dia udah gue kasih tempat tinggal, dan ternyata dia bawa ****** ke apartemen yang gue beli pakai duit hasil keringet gue! Gak tau diri! Gak tau terima kasih!” bentaknya, walaupun tanpa memandang ke arah Dion, tetapi sudah bisa membuat Dion terpojok.

__ADS_1


Dion merasa tertekan, dan tak tahu harus mengatakan apa. Ia mengalihkan pandangan ke arah Rian, dan berhasil memikirkan topik untuk mengalihkan kesalahannya.


“Oh ... jadi lo pergi dua hari kemarin, itu karena pengen ketemuan sama cowok ini, hah?” bidik Dion dengan sinis, berusaha untuk membalikkan keadaan.


__ADS_2