Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Berusaha Melupakan dan Terbiasa


__ADS_3

Karena merasa sudah dijatuhkan harga dirinya, Dion pun memandang Alya dengan sinis. “Oke, gue pergi dari sini! Tunggu pembalasan gue!” ujarnya, sontak membuat Alya memandangnya dengan sangat sinis.


“Gue gak takut anceman lo!!” bentak Alya balik.


Dion mengajak wanita itu untuk pergi dari sana, dan meninggalkan Alya dan Rian. Kini, hanya tinggal mereka saja yang berada di apartemen tersebut.


Karena hari sudah semakin malam, Alya merasa tubuhnya sangat lelah, karena sudah seharian melakukan perjalanan bersama dengan Rian.


Alya memandang Rian, “Ayo gue antar ke kamar lo, habis itu gue mau mandi dan istirahat,” ajaknya, Rian yang tidak tahu apa-apa, hanya mengangguk dan mengikutinya saja.


Alya mengantarkan Rian menuju ke arah kamar yang akan ditempati Rian. Di apartemen itu hanya ada dua kamar, satu kamar untuk Alya, dan satu kamar untuk Dion.


Biasanya, Alya minta ditemani Dion untuk tidur, kalau ia merasa sangat lelah dan ketakutan. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa menemaninya.

__ADS_1


Kini, mereka berada di ruangan kamar yang akan menjadi kamar Rian. Alya menatap Rian, begitu pun Rian yang menatap ke arah Alya.


“Lo isi kamar ini, ya! Barang-barang yang ada di sini, punya Dion. Lo pake aja semuanya yang ada di sini, karena di sini semuanya barang branded,” ucap Alya, Rian menjadi bingung mendengarnya.


“Memangnya boleh gue pake barang-barang ini? Kayaknya barang-barangnya mahal-mahal, gak biasa gue pake barang-barang yang mahal,” ujarnya, Alya memandangnya dengan datar.


“Ini semua dibeli pakai uang hasil keringet gue! Sedangkan uang gaji dia, gak pernah dipake sama sekali, makan aja gue yang bayar,” ujar Alya sembari menarik urat, membuat Rian paham mendengarnya.


“Oke deh, gue pakai barang-barang yang ada di sini,” ucapnya mengangguk setuju mendengarnya.


Alya pun meninggalkan Rian di kamar ini, untuk menuju ke arah kamarnya. Ia membilas tubuhnya, karena merasa tubuhnya sudah sangat lengket.


Sepanjang ia membilas tubuhnya, Alya teringat dengan perkara hari ini bersama dengan Dion. Ia tidak menyangka, kalau Dion akan melakukan hal yang keji seperti itu padanya.

__ADS_1


Bohong kalau Alya tidak merasakan sedih, ketika memergoki Dion yang sedang melakukan sesuatu hal tabu bersama dengan wanita lain.


Walaupun ia sudah menjadi istri dari Rian, tetapi hatinya masih menjadi milik Dion. Ia masih memiliki cinta untuk Dion, karena tak sebentar waktu yang mereka lewati selama ini.


Setelah selesai membilas tubuhnya, Alya pun bersiap untuk beristirahat. Ia mengenakan piyamahnya, dan memakai skincare untuk merawat kulitnya, yang dua hari ini tidak sempat ia rawat karena berada di desa.


Usai mengaplikasikan skincare pada wajahnya, ia pun segera membaringkan tubuhnya pada ranjang tidurnya, dan berusaha untuk melupakan kejadian yang ada bersama dengan Dion.


Alya menghela napasnya dengan panjang, “Lupain semua tentang cowok bajingan itu! Jangan pernah dipikirin lagi tentang Dion! Gue gak mau terjebak dalam luka yang bisa merugikan gue!” gumamnya, yang berusaha untuk membuat dirinya sendiri tegar.


Namun, biar bagaimanapun juga, kebersamaannya dengan Dion tidak bisa dihilangkan begitu saja. Ia tidak bisa secepat itu melupakan kenangan manisnya dengan Dion.


Alya kembali menghela napasnya dengan panjang, “Biasanya Dion yang nemenin gue tidur. Udah dua malam gue sama sekali gak ditemenin Dion,” gumamnya, yang ternyata tidak bisa melupakannya secepat itu.

__ADS_1


Alya berusaha untuk memejamkan matanya, dan memaksanya untuk beristirahat.


***


__ADS_2