
“Halo, Alya. Lama tidak berjumpa,” sapa balik sutradara, membuat Alya tersenyum mendengarnya.
Sutradara itu melirik ke arah Rian, dengan pandangan yang seperti sangat tertarik. Karena melihat penampilan Rian yang bak idol Korea, ia pun menjadi sangat tertarik dengan sosok Rian yang ada di sebelah Alya.
“Ini ....” Sutradara menunjuk ke arah Rian.
Alya tersenyum, “Oh, kenalin. Ini manajer saya yang baru, Pak. Namanya Rian. Saya sudah gak pakai Dion lagi, karena ada masalah internal,” ucapnya menjelaskan.
Mereka saling berjabat tangan, membuat Rian merasa sangat senang bisa berkenalan dengan sutradara di film yang Alya bintangi.
“Saya Rian, Pak,” ujarnya, yang berusaha untuk memperkenalkan dirinya sendiri.
Mereka melepaskan tangan mereka yang sebelumnya berjabat, dan saling memandang satu sama lain.
Pandangan sutradara itu sangatlah tajam, ia senang bisa melihat sosok Rian yang terlihat memiliki aura bintang itu.
__ADS_1
Sutradara tersenyum sangat senang, “Wah ... kamu ketemu sama Rian ini di mana, Al? Saya suka banget sama look-nya dan juga passion-nya,” ujarnya, Alya tersenyum tak enak di hadapannya.
“Memangnya ada apa, Pak? Jangan bilang ... Bapak suka sama Rian?” bidiknya, sang sutradara pun mendelik kaget mendengarnya.
“Gak gitu, dong! Bukan suka cinta, tapi suka karena dia punya penampilan dan aura yang bagus kalau jadi seorang bintang,” bantah sang sutradara, membuat Alya hanya bisa diam mendengarnya.
Rian menyeringai, “Ah, Pak sutradara bisa aja,” ujar Rian dengan malu-malu.
“Bener! Kamu mau gak, ikut main film sama kita? Kebetulan kita lagi cari pemeran utama yang cocok buat film baru kita,” ujarnya, sontak membuat Alya kaget dan memandangnya dengan sinis.
Alya bukan seperti Dion, yang memanfaatkan orang lain hanya untuk alasan finansial. Ia tidak bisa seperti itu pada Rian, dan ia tidak mau mengeksploitasinya.
Sutradara yang sudah tahu watak asli Alya, mendadak mengurungkan niatnya untuk mengajak Rian menjadi salah satu artisnya.
Sutradara itu hanya memandang kecut ke arah Alya, lalu segera mempersiapkan untuk memulai jalan cerita.
__ADS_1
“Sudah, 10 menit sebelum tag!” teriak sutradara, membuat Alya mendelik kaget mendengarnya.
’10 menit? Gue belum ganti baju dan touch up, dia bilang 10 menit?!’ pekik Alya dalam hati, yang merasa sangat kesal mendengar ucapan sang sutradara itu.
“Alya siap-siap! Baju ada di ruangan kamu!” ujar sutradara tersebut, membuat Alya semakin mendelik saja.
“Siap, Pak!” teriak Alya, yang langsung masuk ke dalam ruangannya untuk berganti baju.
Rian memandangnya dengan bingung, karena ia tidak mengerti alasan Alya menolak tawaran syuting untuknya.
‘Kenapa ditolak?’ batin Rian, yang berpikir hanya supaya bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Dari arah sana, seorang wanita memandang Rian dengan tatapan yang sangat dalam. Ia merasa sangat senang bisa melihat Rian di lokasi syuting ini.
‘Oh ... jadi itu yang lagi deket sama si anak magang itu?’ batinnya, yang merasa sangat tertarik dengan sosok Rian yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
‘Kok dia bisa sih, dapet manajer yang ganteng kayak cowok itu?’ batinnya lagi, yang merasa sangat iri dengan apa yang sudah Alya miliki.