Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Karma Pelakor


__ADS_3

Mendengar tuduhan Dion, Alya yang sedang emosi, seketika menoleh dan memandangnya dengan sinis. Ia tidak habis pikir, kalau ternyata Dion masih bisa berniat untuk membalikkan keadaan, yang semula adalah salahnya, menjadi salah Alya.


Alya tersenyum kecut ke arahnya, “Bisa-bisanya ya lo, di saat seperti ini malah membalikkan keadaan! Dasar freak!” bentaknya, sontak membuat Dion mendelik kaget mendengarnya.


Usahanya sia-sia, untuk membalikkan keadaan. Ternyata, Alya sudah menyadari niat dari Dion.


“Gak ada yang ngebalikin keadaan!” bantah Dion, tetapi Alya masih cukup pintar untuk dibohongi seperti itu.


“Alah, gak usah alasan deh lo!” bentak Alya, yang sudah mengentahui apa yang Dion pikirkan.


Karena sudah muak dengan sikap Dion selama ini, ditambah dengan melihat keadaan rancu yang seperti ini, Alya merasa sudah mencapai puncaknya. Ia tidak bisa menahan emosinya lagi, dan ingin sekali meluapkannya.

__ADS_1


Alya memang wanita yang bar-bar.


Alya memandang sinis ke arah wanita itu, “Eh, lo udah ngelakuin apa aja sama Dion?” tanyanya, tetapi wanita itu tidak bisa menjawab dan malah terlihat sangat ketakutan.


Kesal karena tak dijawab, Alya mendelik dan langsung menjambak rambutnya yang masih basah itu. Semua orang terkejut, karena hal bodoh yang benar-benar akan Alya lakukan, demi membuat orang yang membuatnya marah, merasakan akibatnya.


“Eh!! Apaan ini?!” teriak wanita itu kebingungan, berusaha untuk melepaskan diri dari Alya yang sudah menerkamnya lebih dulu.


Dion merasa terkejut, karena Alya yang benar-benar tidak bisa menjaga sikapnya di hadapan wanita ini. “Al, lepasin! Jangan begini!” bentaknya, yang langsung melerai antara dua wanita yang terlibat pertikaian itu.


“Lo udah ngapain aja sama cowok gue, hah?! Kenapa lo ada di apartemen gue, dan cuma pakai handuk begini aja? Segitu murahnya tubuh lo, sampai lo mau ngelakuin hal itu sama cowok orang?!” teriak Alya, yang benar-benar sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.

__ADS_1


“Al, udah stop!” teriak Dion, yang masih saja dihiraukan oleh Alya.


Karena melihat situasi yang sudah tidak kondusif, Rian yang tadinya hanya ingin diam, terpaksa membantu melerai mereka juga. Ia tidak bisa melihat Alya melakukan hal bodoh lainnya, karena nyawanya pasti akan menjadi taruhannya lagi.


Rian menahan tangan Alya, agar tidak melakukan hal buruk lagi kepada wanita malang itu. “Udah, Al! Jangan diterusin lagi!” ucapnya, sembari berusaha untuk menahan tubuh Alya agar tidak menyakiti wanita itu.


“Diem! Gue gak suka, dan gue akan bikin dia bonyok sampe gue puas!” teriak Alya, tak bisa menahan emosinya lagi.


Tangannya mengulur ke depan, meraih sebuah handuk kecil yang melilit pada tubuh wanita itu. Alya menarik handuk itu dengan sangat kasar, sampai handuk itu terlepas dari tubuh wanita malang itu.


Kini, setiap sisi dari tubuh wanita itu, bisa dilihat dengan jelasnya oleh siapa pun yang ada di sana. Rian sampai mendelik kaget, karena ini adalah kali pertama ia melihat tubuh seorang wanita.

__ADS_1


Matanya tak berkedip, saking membekunya ia melihat hal yang seharusnya tidak untuk ia lihat.


Alya tersenyum puas, karena sudah membuat wanita itu merasa malu di hadapan semua orang yang melihat. Ia berdiri dengan bangganya, karena ia bisa membuat wanita itu benar-benar mendapatkan karmanya.


__ADS_2