
Alya sudah selesai memakai seragam yang biasa ia pakai, ketika hendak melakukan latihan karate. Baju stelan putih dengan sabuk berwarna hijau, ia pakai dengan rapi. Tak lupa rambut hitamnya ia ikat, agar tidak menghalangi pandangannya saat melakukan gerakan-gerakan karate nantinya.
Semakin terlihat aura kecantikan yang dipancarkan Alya, karena ia terlihat sangat keren ketika memakai pakaian seperti ini.
Alya melangkah keluar dari ruangan ganti wanita, dan tak sengaja berpapasan dengan Rian, yang juga baru selesai berganti pakaian di ruang ganti pria, yang berada di sebelah ruangan tersebut.
Pandangan mereka sama-sama tertuju, satu sama lain. Mereka membeku sejenak, karena mereka melihat sosok yang terlihat berbeda, ketika memakai seragam karate seperti ini.
Baju stelan putih dengan sabuk putih yang melingkar pada pinggang Rian, terlihat sangat keren di mata Alya. Walaupun tak melihat aksesoris pada telinga Rian, tetapi Rian tetap terasa sangat luar biasa di mata Alya.
‘Dia keren banget kalau pakai baju begitu? Kenapa gue gak ngeliat aura begini, di Morgan?’ batin Alya yang merasa aneh dengan hal ini.
Walaupun Morgan sudah menggunakan sabuk coklat, tetapi Alya sama sekali tidak melihat aura seperti saat ia melihat ke arah Rian. Padahal, Morgan juga sangat tampan, tetapi Morgan memiliki tipe wajah yang sangat berbeda dengan Rian.
__ADS_1
Morgan memiliki tipe wajah yang sangat eksotis. Walaupun sama-sama berkulit putih seperti Rian, tetapi ada yang membedakan dirinya dan juga Rian.
Rian tak menghiraukan Alya, dan berjalan ke arah lapangan. Hal itu membuat Alya merasa sangat kaget, dan tidak menyangka Rian sudah melakukan hal itu padanya.
“What?! Rian kenapa jadi dingin banget sama gue?!” pekik lirih Alya, yang merasa sangat tidak percaya dengan apa yang Rian lakukan padanya.
Biasanya, Rian sangat riang jika melihat Alya. Paling tidak, Rian selalu menghampiri Alya, dan berjalan beriringan di sebelahnya.
Namun, saat ini yang Rian lakukan hanya cuek kepada Alya. Bahkan ia tidak menyapa Alya, dan langsung saja meninggalkan Alya di sana.
Alya berlarian ke arah Rian melangkah, tetapi Rian mengetahuinya dan berjalan agak cepat dari sebelumnya.
Ketika menyadari Rian yang sepertinya sedang berjalan lebih cepat darinya, Alya pun memperlambat langkahnya, karena ia merasa tidak ingin mengejar Rian lagi.
__ADS_1
“Rian sialan!” gumam lirih Alya, hanya ia yang bisa mendengar gumamannya itu.
Alya memandang ke arah Rian yang masih melangkah, dengan pandangan yang tidak percaya. Ia tidak mengerti, kenapa Rian melakukan hal ini kepadanya.
Alya tidak merasa, kalau semua yang Rian lakukan ini, karena ia sudah dekat dengan seorang pria yang bernama Morgan. Ia sudah berbincang bersama secara seru, bersama dengan Morgan, di hadapannya.
Ternyata, Rian ingin memberikan sedikit sentilan, dengan cara perang dingin dengannya.
“Alya!” pekik seseorang di sebelah kanannya, membuat Alya menoleh seketika ke arahnya.
Mendengar nama Alya dipanggil, Rian pun segera menghentikan langkahnya, dan menoleh ke arah sumber suara.
Ternyata, Morgan sudah memanggil Alya, dan Alya juga sudah menghampirinya. Rian memandang sinis ke arah mereka, yang saat ini sedang berbincang bersama.
__ADS_1
Alya terlihat sangat senang ketika ia berbincang dengan Morgan, sehingga membuat Rian yang memandangnya menjadi sangat jengkel.
Pandangannya menajam ke arah Alya, “Bagus ... sekarang malah deketnya sama dia lagi. Pantesan aja dia ngajak gue ke sini, ternyata karena mau ketemu sama Senpai-nya, ya?” gumamnya dengan datar, merasa sedikit jengkel dengan Alya.