Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Kesalahpahaman


__ADS_3

Karena sudah merasa jengkel dengan Alya, Rian pun segera pergi ke tengah lapangan.


Rian mencari suasana sendiri, karena ia tidak mau melihat Alya yang sedang bermesraan dengan seseorang, yang secara terang-terangan melontarkan lirikan persaingan ke arahnya tadi.


“Apa sih? Kenapa sok akrab gitu sama Alya?” gumam Rian, sembari melakukan pemanasan, sama seperti yang mereka lakukan.


Dua orang gadis bersabuk oranye menghampiri Rian, karena melihat seseorang yang sangat asing bagi mereka. Apalagi, wajah Rian yang sangat tampan –menurut mereka– yang semakin membuat mereka tertarik untuk dekat dengan Rian.


“Hai!” sapa mereka, membuat Rian memandang ke arah mereka dengan bingung.


“Hai,” sapa Rian balik, dengan perasaan yang masih bingung, karena baru pertama kali melihat mereka.


Alya tersadar, matanya mencari-cari keberadaan Rian. Ia mengedarkan pandangannya ke arah yang bisa ia jangkau, tetapi matanya tertuju pada Rian yang sedang bercanda dengan dua orang juniornya.


Spontan Alya meremas tangannya, dengan pandangannya yang terlihat jengkel, yang ia lontarkan ke arah Rian.

__ADS_1


‘Rian ...,’ pekik Alya dalam hati, saking kesalnya ia melihat sikap Rian yang aneh hari ini.


Mereka sama-sama berada dalam kesalahpahaman, yang tidak mereka ketahui.


Alya tidak suka dengan Rian yang bercengkerama dengan Rachel dan dua juniornya itu, sedangkan Rian tidak suka ia bercengkerama dengan Morgan, yang sudah mengujar kebencian lebih dulu kepadanya, melalui lirikannya.


‘Gak nanggung-nanggung! Sekali dua langsung deketin dia! Dasar buaya!!’ batin Alya, yang merasa posisinya sangat terancam.


Pandangan Rian dan Alya bertemu satu sama lain, membuat mereka sama-sama terkejut melihatnya. Mereka saling memandang dengan sinis, karena mereka sama-sama merasakan cemburu satu sama lain, tetapi tidak mengerti perasaan sendiri yang mereka rasakan.


Menyadari tatapan Alya yang selalu ke arah Rian, Morgan pun menghela napasnya dengan dalam, dan segera memikirkan cara untuk mengalihkan pandangan Alya dari lelaki itu.


“Al, bisa yang teknik ini, gak?” tanya Morgan, membuat Alya mengalihkan pandangannya ke arah Morgan.


Morgan mempraktekkan teknik yang ia tanyakan kepada Alya, sehingga membuat Alya memandanginya dan memperhatikannya.

__ADS_1


Tepat di saat itu juga, Rian menoleh kembali untuk memperhatikan Alya, tetapi saat ini, Alya sedang memperhatikan ke arah Morgan.


Pandangan Rian membeku sejenak, karena ternyata Alya sama sekali tidak memperhatikan ke arahnya.


Padahal, Alya malah sudah kesal dengan Rian, dan sudah memandanginya sejak tadi. Namun, pandangan mereka sama-sama tidak bertemu, membuat Alya dan Rian berada di dalam kesalahpahaman yang membingungkan mereka.


Morgan menoleh sedikit ke arah Rian. Ketika menyadari Rian yang sedang memperhatikan ke arah mereka, senyuman Morgan pun luntur, berganti dengan tatapan yang tajam dan datar ke arah Rian.


‘Heh, dia beneran mau nyari permusuhan sama gue?’ batin Rian yang merasa sangat terganggu dengan apa yang Morgan lakukan itu.


Mereka pun sama-sama memiliki waktu masing-masing, untuk orang yang berada di sisi mereka masing-masing. Alya memberikan waktunya untuk Morgan, sementara Rian memberikan waktunya untuk kedua junior Alya, yang baru beberapa kali Alya lihat wajahnya.


Mereka melanjutkan pelajaran dengan Sensei, dengan Rian yang menyerap semuanya secara cepat. Ia ingin tahu, sejauh mana kemampuannya dalam menyerap beladiri ini.


***

__ADS_1


__ADS_2