
Alya segera melangkah menuju ke arah aksesoris itu, dan melihatnya dari jarak yang dekat. Rian mengerutkan dahinya, karena ia melihat Alya yang sepertinya sangat tertarik dengan aksesoris untuk pria.
“Lo suka aksesoris buat cowok?” tanya Rian, Alya menoleh ke arahnya dan memandangnya dengan tatapan yang datar.
“Bukan buat gue, tapi buat lo!” jawabnya dengan datar, membuat Rian menyeringai paham mendengarnya.
“Oh gitu,” ujar Rian, tak bisa mengatakan apa pun lagi.
Alya kembali memandang ke arah aksesoris tersebut, “Sini lo yang pilih,” suruhnya, Rian mengangguk dan segera mendekat ke sebelah Alya.
Mereka memandang ke arah aksesoris. Pandangan Rian tertuju ke arah sebuah aksesoris yang menurutnya sangat cocok untuknya.
“Gue mau yang ini,” ucap Rian, sembari menunjuk ke arah benda yang ia inginkan.
Melihat selera Rian, pandangan Alya menjadi datar. Ia merasa Rian sangat tidak cocok memakai gelang yang ia pilih.
__ADS_1
“Lo gak cocok pake gelang,” ujar Alya datar, membuat Rian merasa bingung.
“Lho, gak cocok gimana?” tanya Rian bingung.
“Ya gak cocok aja! Masa lelaki pake gelang?!” bentak Alya, Rian terdiam sejenak memperhatikan ekspresinya.
“Ya habis pake apa?” tanya Rian lagi.
Alya menoleh ke arah aksesoris yang ada. Ia melihat sebuah anting-anting, yang sepertinya terlihat sangat cocok dipakai Rian. Ia mengambilkannya untuk Rian, dan menyodorkannya kepadanya.
“Nih, coba lo pake!” suruh Alya.
Alya memandangnya lagi dengan datar, “Ini ‘kan anting cowok, kayak idol Korea gitu! Lo gak akan jadi Rina, kalau pakai ini!” ujarnya yang terus memaksakan kehendaknya.
Karena tidak mau membuat Alya kecewa, Rian menghela napasnya dan menerima anting yang ia berikan. “Nih, gue pake deh,” ujarnya.
__ADS_1
Rian langsung memakai anting yang Alya berikan. Ia memandang dirinya di cermin, dan melihat sebuah perubahan yang cukup besar dari dirinya. Matanya sampai mendelik, saking tidak percayanya ia melihat dirinya sendiri di cermin.
‘Kenapa cuma pakai anting begini aja, auranya jadi beda banget?’ batin Rian, yang merasa sangat aneh melihat dirinya sendiri di cermin.
Alya penasaran, kenapa Rian sampai terpaku di depan cermin dengan waktu yang sangat lama. Ia mendekat ke arah Rian, untuk melihat hasil dari yang Rian kenakan.
“Kok lama banget, sih?” tanya Alya. Ia melangkah ke hadapan Rian, “Coba, gue mau liat!” pintanya.
Ketika Alya melihat dengan jelas wajah Rian, matanya mendelik saking pantasnya Rian memakai aksesoris tersebut pada telinganya.
‘Dia cocok pake anting begitu. Jadi beneran kayak idol Korea,’ batin Alya yang malah jadi terkesima dengan penampilan baru Rian saat ini.
Rian memandangnya dengan wajah yang bersemu merah, “Gue begini, kayak Rina gak sih?” tanyanya, Alya tersadar dari lamunannya.
“Gak kayak Rina, kok! Lo jadi mirip kayak idol Korea,” jawab Alya, yang memang melihat sosok Rian yang seperti itu. “Tinggal rambutnya aja dirapikan lagi,” tambahnya.
__ADS_1
Rian mengangguk kecil, dan hanya bisa menurut dengan apa yang Alya katakan. Mereka kembali memilih aksesoris, dan membeli beberapa sebagai persediaan dan juga untuk berganti-ganti ketika sedang bosan.
Setelah selesai membeli aksesoris, mereka bergegas menuju ke arah salon untuk mencukur rambut Rian yang sudah sangat panjang. Alya sama sekali tidak suka melihat lelaki yang berdandan tidak rapi.