Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Tak Menghargai


__ADS_3

Mereka sampai di basement apartemen Alya. Sepanjang jalan, Rian selalu menggandeng tangan Alya, tanpa mau melepaskannya.


Alya merasa risih dengan apa yang Rian lakukan, karena ia masih merasa sangat kesal dengan kelakuan Rian bersama dengan para juniornya itu, dan juga kelakuan Rian terhadap dirinya dan juga Morgan tadi.


Apalagi ditambah Rian yang terus menggenggam erat tangan Alya, bahkan saat menyetir mobil.


Sampai saat mereka sampai di basement apartemen Alya, Rian masih saja menggandeng tangan Alya dengan erat.


Alya memandang datar ke arah Rian, “Lepasin tangan gue!” ujarnya dengan sedikit ketus, tak membuat Rian bergeming.


Rian membuka pintu mobil, sembari menggandeng tangan Alya. Ia menarik tangan Alya, membuat Alya hampir tersungkur karena Rian menariknya dan memaksanya keluar dari arah pintu kemudi sebelah kanan.


“Lepasin, Rian! Ih, gila ya dia!” bentak Alya, yang merasa sangat kesal dengan Rian, yang masih saja menarik tangannya, bahkan sampai keluar dari pintu sebelah kanan.

__ADS_1


BRAK!


Rian menutup pintunya, setelah Alya berhasil keluar dari pintu mobilnya itu. Tak hanya sampai di situ, Rian bahkan menggandeng tangan Alya, sampai mereka sampai di ruangan apartemen milik Alya.


Setelah membuka pintu ruangan apartemennya, Rian kembali menutupnya dan masih tetap menggenggam tangan Alya.


Alya tak banyak berbicara, saat Rian menggandengnya dari basement menuju ke arah ruangan apartemennya, karena Alya merasa malu ketika orang lain memandang ke arahnya dan juga Rian.


Namun, setelah sampai di ruangan, Alya memberontak. Ia memandang sinis ke arah Rian, sembari menarik tangannya dengan kasar.


Rian terkejut, dan langsung memandang ke arahnya. “Eh, kenapa kasar banget?” tanyanya, sontak membuat Alya mendelik kesal mendengarnya.


“Lah, gue kasar begini, karena lo sikapnya gak jelas! Masa sih, lo bersikap kasar begitu sama Morgan? Gak ada tata krama amat, sih!” bentak Alya, sontak membuat Rian mendelik kesal mendengarnya.

__ADS_1


Rian menatap sinis ke arah Alya, karena ia tidak menyangka dengan Alya, yang ternyata lebih memikirkan Morgan daripada dirinya. Bahkan Alya dengan sengaja mengatakan hal, yang tidak seharusnya dikatakan.


“Apa lo bilang? Gue gak punya tata krama?” tanya Rian dengan ekspresi yang tidak bisa mempercayainya.


Kemarahan Rian memuncak, saking tidak bisanya ia menerima apa yang sudah Alya katakan padanya.


Melihat ekspresi Rian yang seperti itu, Alya merasa sangat terkejut, karena ternyata Rian tidak terima mendengar ucapannya itu.


Alya menutup mulutnya, merasa kalau dirinya sudah mengatakan hal yang keterlaluan terhadap Rian. Ia tidak menyangka, ucapannya akan membuat Rian merasa sangat tersinggung.


Alya memandangnya dalam, mencoba menyentuh tangan Rian, tetapi dengan cepat Rian menarik tangannya sehingga membuat Alya tidak dapat meraih tangannya.


“Gak usah pegang-pegang gue! Gue memang gak punya tata krama! Gue gak bisa baca, gue gak berpendidikan. ‘Kan lo tau, gue itu berasal dari desa. Lo juga paham, orang desa jarang yang sekolah sampai SMA. Syukur bisa sekolah, kalau kayak gue? Gue sama sekali gak makan bangku sekolah. Bahkan baca aja gue gak bisa!” bentak Rian, meluapkan semua hal yang ia pendam selama ini.

__ADS_1


Rian merasa sangat kesal, karena dirinya yang tidak dihargai oleh Alya. Sikapnya itu membuat nyali Alya menciut, dan merasa sangat takut di hadapan Rian yang dengan suara kasar, membentak Alya sampai ia merasa sangat takut.


__ADS_2