Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Penasaran


__ADS_3

Karena penasaran dengan sosok Rian yang ada di hadapannya, wanita itu pun lantas mengambil minuman yang tersedia di mejanya. Ia hendak melakukan pendekatan, karena melihat paras Rian yang sangat tampan dan merupakan tipe idealnya.


Dengan langkah yang elegan, wanita bernama Rachel itu segera melangkah ke arah Rian. Ia memandangnya dengan senyuman yang sangat elegan, sesuai dengan sikap dan karakteristiknya.


Tepat di hadapan Rian saat ini, sudah berdiri seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenali. Rian memandangnya dengan bingung, karena ia yang memang belum pernah melihat sosok wanita yang ada di hadapannya itu.


‘Dia ngapain di sini? Siapa dia?’ batin Rian bertanya-tanya, ketika menyadari ada seorang wanita yang mendekat ke arahnya.


“Halo, nama gue Rachel. Gue artis di sini juga, dan seniornya Alya,” ujarnya, sembari mengulurkan tangan halusnya ke arah Rian.


Rian memandangnya dengan senyuman, karena ternyata ia adalah teman dari Alya.

__ADS_1


‘Tidak masalah berteman dengan teman dari Alya,’ batin Rian, yang merasa ingin sekali menyelami tentang pekerjaannya dan juga orang-orang yang berada di sekelilingnya itu.


Rian menjabat tangan wanita elegan itu, membuat wanita itu tersenyum dengan sangat ramah ke arah Rian.


“Nama gue Rian. Manajernya Alya,” ujar Rian, yang memperkenalkan dirinya di hadapan wanita bernama Rachel itu.


Kebetulan sekali, Alya sudah selesai mengenakan pakaian yang sudah disiapkan crew di sana. Ia keluar dari ruangannya, lalu tak sengaja melihat Rian yang sedang berjabat tangan dengan seniornya –Rachel- si wanita elegan itu.


Saat Alya masih bersama dengan Dion, wanita bernama Rachel itu juga selalu mendekati Dion. Walaupun dia sudah tahu, bahwa Dion adalah kekasih Alya, tetapi Rachel tak henti-hentinya mendekati Dion.


Karena sikap Rachel yang terus seperti itu pada semua orang, Alya jadi merasa kalau Rachel adalah orang yang memiliki ambisi agar semua orang yang ada di sekitarnya, menjadi suka dengannya.

__ADS_1


Namun, hanya kepada orang-orang tertentu saja yang Rachel perlakukan seperti itu. Ia hanya ingin dekat dengan seorang lelaki, sedangkan semua aktris wanita yang berada dalam satu projek dengannya, sama sekali tidak ia dekati.


Hal itu semakin membuat Alya merasa geram, karena ternyata tak hanya Dion saja, bahkan Rachel hendak mendekati Rian saat ini.


‘Awas aja si ular berbisa itu!’ batin Alya, yang kemudian pergi tak menghiraukan mereka yang masih berjabat tangan sampai sekarang.


Karena jadwal pengambilan scene Alya sudah dimulai, ia jadi tidak memedulikan apa yang mereka lakukan. Walaupun ia tidak peduli, tetapi ia bukan tidak peduli sepenuhnya. Tetap saja, ketika sedang ada sela kegiatan, Alya selalu memandang ke arah mereka, yang sedang bercengkerama dengan sangat intim.


Rachel terlihat menyodorkan sebuah kaleng minuman ke arah Rian, dan Rian pun menerimanya dengan senyuman yang sangat senang.


Melihatnya dari kejauhan, Alya merasa muak dan tidak tahan lagi. Ia merasa harus menjauhkan Rian dari wanita yang ia sebut ular berbisa itu.

__ADS_1


Mata Alya mendelik tajam ke arah mereka, ‘Awas aja lo, Rachel! Jangan pernah berharap bisa deket sama Rian! Udah Dion lo deketin, Rian pun lo embat!’ batin Alya, yang sama sekali tidak rela, jika Rian sampai jatuh di tangan Rachel.


__ADS_2