Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Tak Terima


__ADS_3

Mereka sudah selesai melakukan aktifitas mereka, untuk melakukan beladiri karate. Di luar dugaan, Rian sangat cepat menguasai semua hal yang diajarkan sensei mereka.


Perkenalan jurus pun terasa sangat mudah, karena ia mengikuti dengan sungguh-sungguh, walaupun banyak mereka yang memandanginya, sehingga membuatnya terkadang tidak konsentrasi.


Alya berjalan keluar ruko bersama dengan Morgan, sementara itu Rian berjalan sendiri di belakang mereka, sembari memandangi datar ke arah mereka.


‘Sampai kapan kalian bakalan begini?’ batin Rian, yang merasa sangat malas melihat kedekatan dan kebersamaan mereka.


Di sana, Morgan menatap Alya dengan dalam, berusaha untuk memberitahu pada Alya, tentang perasaan yang ia rasakan selama ini padanya.


Sementara itu, Alya juga membalas tatapan Morgan dengan dalam, membuat Rian merasa kesal memandangnya.


“Jangan lupa makan kalau di lokasi syuting,” ujar Morgan lirih, Alya hanya bisa tersenyum sembari menundukkan pandangannya karena malu.


Rian memandangnya dengan datar, “Gak lo ingetin juga dia pasti makan. Gue siapin kok setiap kali dia mau makan,” ujar ketusnya, sembari mengalihkan pandangannya dari arah mereka.


Mendengar ocehan Rian, Alya menjadi agak kesal, karena ia sudah merusak suasana dirinya bersama dengan Morgan.

__ADS_1


‘Apa sih nih orang, ganggu aja!’ batin Alya, yang merasa sedikit kesal mendengarnya.


Morgan tak menghiraukannya, dan malah semakin membuat Rian bertambah panas melihat dirinya yang berbincang dengan Alya dengan sangat intim.


“Apartemen lo masih yang dulu, kan? Kalau ada waktu luang, kabarin ya. Nanti gue main ke sana,” ujar Morgan, sontak membuat Rian mendelik dan langsung memandang ke arahnya.


“Iya nanti kalau gue--”


“Gak ada waktu luang! Alya sibuk syuting!” pangkas Rian ketus, sontak membuat Alya merasa bertambah kesal mendengarnya.


‘Rian!’ pekik Alya dalam hati.


‘Senyuman dan tatapan itu lagi! Dia udah bener-bener ngajak perselisihan!’ batin Rian, yang merasa sudah tidak bisa lagi menerima semua ini.


Karena merasa sudah bosan melihat kedekatan mereka, Rian pun akhirnya menyerobot di antara mereka, dan menggandeng tangan Alya untuk menjauhinya.


“Eh!” pekik Alya, yang merasa terkejut dengan gerakan tangan Rian yang tiba-tiba.

__ADS_1


Alya mendelik kaget, karena ia tidak menyangka Rian akan melakukan hal seperti ini padanya.


Mereka melangkah menjauhi Morgan, Alya menoleh ke arah Morgan, berusaha untuk memandang ke arah Morgan yang ada di belakang mereka.


“Gan!” pekik Alya, yang tidak bisa memandang ke arah Morgan, karena Rian terus menarik tangannya, untuk menjauh dari hadapan Morgan.


Melihat perlakuan Rian pada Alya, semakin membuat Morgan merasa yakin, kalau mereka memang benar memiliki hubungan yang khusus. Bukan hanya sekadar manajer dan artis saja.


Morgan memandang tajam ke arah keduanya, dengan pemikiran dan spekulasi yang terus bermunculan di kepalanya.


‘Mereka benar ada sesuatu. Gak mungkin kalau gak ada sesuatu, sikap cowok itu sampai begitunya ke Alya,’ batin Morgan, yang merasa sangat yakin dengan pemikirannya tersebut.


Batin Morgan menepis pemikirannya, ia merasa tidak perlu risau dengan status Alya dan juga Rian. Dion dan Alya saja yang sudah lama menjalin hubungan, bisa berakhir seperti itu. Apalagi dengan lelaki seperti Rian.


“Rian sama sekali bukan tandingan Dion, apalagi tandingan gue,” gumamnya sembari menyunggingkan senyumannya.


Morgan pun pergi dari sana, meninggalkan ruko tersebut, untuk menuju ke arah kediamannya.

__ADS_1


***


__ADS_2